Setiap sesuatu yang negatif sebaiknya dilihat dari sudut pandang yang positif. Atas sesuatu yang negatif yang terjadi kepada kita, walaupun kelihatannya negatif, tetapi di situ ada pengajaran, ada didikan dan ada hikmah daripada Tuhan. Di sebalik yang tersurat berbentuk negatif, ada tersirat yang berbentuk positif. Hal yang sedemikian, jika tidak dicungkil, jika tidak digali, akan tinggal sebagai yang negatif saja. Jikalau yang negatif itu dilihat sebagai negatif saja, itu akan tetap terus dinilai sebagai yang negatif. Sekalipun cara pandang kita yang negatif tadi sedikit atau banyak, tetap akan dapat mempengaruhi kehidupan kita. Dengan mencari hikmah serta pengajaran disebalik itu, niscaya itu akan tetap dilihat sebagai sesuatu yang positif. Walaupun negatif, tetapi tetap positif. Itulah yang sepatutnya menjadi panduan kita dalam berhadapan dengan sesuatu hal yang negatif. Contohnya seperti ini: Kalau kita sakit, awalnya kelihatan negatif. Tapi tahukah kita bahwa dengan sakit, kita akan dapat pahala gratis dari Allah? Allah lakukan begitu kepada kita sebab mau memberi pahala kepada kita. Memanglah tidak tahan kita menanggung kesakitan itu, tapi dengan itu kita dijanjikan pahala oleh Tuhan tanpa perlu kita bersusah payah melakukan ibadah tambahan. Selain itu, dengan didatangkannya sakit, dapat memberikan waktu untuk badan kita dapat beristirahat untuk satu waktu yang sementara. Seolah-olah satu paksaan dari Tuhan untuk membolehkan tubuh badan kita diistirahatkan daripada kecapean, kepenatan dan keletihan bekerja. Dengan sakit juga, setidak-tidaknya dapat memberikan keinsafan kepada kita. Selama ini kita senantiasa sehat, segar bugar, sekarang diberikan sakit supaya kita teringat agar dapat menggunakan waktu sehat di jalan Allah. Supaya kita tidak lalai dan alpa dari mengingati Allah. Mulanya negatif, tetapi bila dikaji-kaji, dicari hikmah dan pengajarannya, sakit itu sebenarnya positif. Contoh lain: Katakanlah kita dihina dan dicaci maki orang. Memanglah sakit hati kita mendengarnya. Pada lahirnya memang negatif. Tapi, jika kita positifkan, kita tidak membalas hinaan tersebut justru sebaliknya kita akan katakan pada diri kita, memang aku ini hamba Tuhan, layak untuk dihina dan layak untuk dicaci maki. Dengan melihatnya sebagai hal yang positif, maka kita sudah dapat mengelakkan diri dari pada berkrisis antara kita dengan orang yang menghina itu berlarut-larut. Sekurang-kurangnya dengan berlapang dada kita, kita sudah dapat mencetuskan dan menciptakan persatuan, keharmonisan dan kasih sayang. Bahkan dengan menilai kata-kata hinaan tersebut, mungkin ada kebenarannya dan ini dapat membaiki kelemahan kita. Juga, hasil sabar kita, Allah akan meningkatkan darjat kita. Inilah yang difirmankan Tuhan, dalam Al-Quran, yang maksudnya: "Sifat baik itu tidak akan diberikan melainkan kepada orang-orang yang sabar." Satu hal lagi yang cukup besar, apabila ada orang yang menghina dan orang memaki-maki kepada kita, akan jatuhlah ego kita, dan mencairkan kesombongan kita. Coba bayangkan, kalau tidak ada orang mencaci maki dan menghina kita, kita akan rasa diri besar, hebat dan rasa diri sempurna. Itulah ego namanya. Dengan dua contoh yang diberikan di atas sudah cukup mendorong diri kita untuk menjadi orang yang berpikiran positif. Mulakanlah kehidupan kita setiap hari dengan penuh tekad untuk melihat sesuatu itu dengan sudut pandang yang positif. Dari situlah nanti kita akan senantiasa positif dengan apa jua keadaan yang berlaku. Hasilnya, kita akan menjadi orang yang senantiasa tenang dengan kehidupan dunia. _________________________________________________________________ Edit your photos like a pro with Photo Gallery. http://www.get.live.com/wl/all
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

