Kebetulan saya mengikuti berita ini sejak masih berupa rencana oleh Geert. Sejak awal, pemerintah Belanda berusaha mendiscourage Geert agar mengurungkan niatnya (dan kebetulan ada 2 anggota kabinet Belanda yang beragama Islam). Tetapi mereka tidak menemukan perangkat hukum di Belanda yang bisa dijadikan dasar untuk pelarangan, mirip kasis kartun di Denmark.
*** Reaksi di Belanda, syukur hingga saat ini kabarnya biasa-biasa saja. Saya sendiri sejak awal sama sekali tidak berminat menonton ini karena sudah bisa menebak isinya +/- apa. Saya sangat sependapat dengan komentar salah seorang yang menanggapi pada blog/situs yang menampilkan film tsb: *** there is no "new material" in this film. Sepuluh tahun ini saya sudah mengikuti banyak, mungkin lebih dari 'seratusan' milis berbahasa Indonesia. Di sana kita akan bisa sering menemukan orang-orang Indonesia (sebagian mengaku Muslim, sebagian bukan) yang sudah "langganan" menulis hujatan terhadap Islam. Jadi bagi saya sudah "biasa" sih membaca yang kaya gituan, dan saya yakin materi film nya Geert enggak jauh-jauh berbeda dari materi "hujatan" yang sering ditayangkan para "internaut" Indonesia itu. *** Reaksi di Indonesia: sejak bbrp. waktu yang lalu, 2 organisasi Islam terbesar: Muhammadiyah & NU konon sudah mengirim surat protes ke pemerintah Belanda. Kemarin PM Belanda mengirim surat jawaban ke PB NU menjelaskan "posisi resmi" pemerintah Belanda. *** Reaksi dunia "internasional": Dewan HAM PBB meloloskan reaksi "mengutuk" penggambaran tentang Islam oleh media yang dianggap tidak benar dan tidak adil. Ini tidak terlalu mengejutkan, karena di dalam dewan HAM ini suara negara-2 berkembang, termasuk negara-negara Muslim cukup berperan. Dari total sekitar 45 anggota/negara, 21 mendukung resolusi ini melawan 10 yang menolak, sisanya abstain. Yang menolak adalah negara-negara Eropa + Kanada. Argumentasi penolakan umumnya, karena mereka tidak ingin isu religious-defamation dijadikan alasan untuk 'menindas' kebebasan mengungkapkan pendapat. <http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=49221§ionid=3510212> *** Tentu saja yang saya pandang lebih 'menarik' adalah sikap/reaksi pemerintah negara-2 barat atau posisi lembaga yang 'netral' seperti halnya Uni Eropa serta Sekjen PBB. Setidaknya presiden EU ikut memberi komentar "negatif" mengenai film tsb. (meskipun mereka setuju dengan pemerintah Belanda, bahwa di lingkungan negara-2 EU tidak ada perangkat hukum yang bisa melarang "freedom of expression" semacam itu. Sekjen PBB Ban Kim Moon juga memberi komentar negatif. *** Saya punya 1 pertanyaan saja kepada para pemimpin Eropa: ------------------------------------------------------- Kalau betul pemerintah negara-negara Eropa menjunjung tinggi "freedom of expression", kenapa orang yang menyatakan sikap "tidak mempercayai peristiwa Holocaust" - Holocaust Denial- ( yang umumnya diyakini benar-benar terjadi di zaman Nazi) diancam dengan hukuman penjara? Silahkan membaca uraian ringkas di bawah ini. Kiranya cukup jelas bahwa motivasi *undang-undang anti defamasi* versi EU ini sebenarnya tidak berlaku *universal* untuk semua golongan, tetapi "exclusively" untuk memberi kesan EU "memberikan perlindungan hukum" kepada komunitas Yahudi di Eropa, karena "rasa bersalah/guilty feeling" mereka yang telah berbuat dholim kepada komunitas Yahudi di masa lalu ( sejak abad pertengahan s/d tahun 1940-an sebelum akhirnya mereka membantu mendirikan negara Israel ). <http://en.wikipedia.org/wiki/Holocaust_denial#European_Union> *********************************************************** ** ** European Union ** --------------- ** There is a strong push to criminalize denying the ** Holocaust in the EU. On July 15, 1996, the EU adopted ** the Joint action/96/443/JHA concerning action to combat ** racism and xenophobia which prohibits public denial ** of the crimes defined in Article 6 of the Charter ** of the International Military Tribunal appended ** to the London Agreement of April 8, 1945, ** insofar as it includes behaviour which is ** ** (1) contemptuous of, ** (2) or degrading to, ** (3) a group of persons ** ** defined by reference to colour, race, ** religion or national or ethnic origin. ** ** During the German presidency there was an attempt ** to extend this ban. This was blocked by Britain ** and the Nordic countries. ** As a result the EU has not prohibited Holocaust ** denial outright, although a maximum term of three ** years in jail is optionally available to all member ** nations for "denying or grossly trivializing crimes ** of genocide, crimes against humanity and war crimes." ** *************************************************************** ------( ihsan hm )-------------------------------- -------------------------------------------------- --------- World-wide criticism on the anti-islam film by Dutch -------------------------------------------------- --------- The Hague / Brdo (AFP) - The film of the islamophobia Dutch-rightwing, Geert Wilders has been criticized worldwide. The film serves "no purpose other than incitement to hatred, "said Slovenian EU Presidency in Brdo. Even UN Secretary-General Ban Ki Moon condemned the film. The BKA (the German's "FBI" ) fears an increased terrorist threat by the video, In Islamic countries caused outrage. Wilders Had a responsibility for possible riots Muslims furious. The EU presidency stressed that freedom of expression and the respect for other faiths and presupposes convictions. Ban Kim Moon made the criticism on the video through his spokeswoman sharply condemned. The Dutch Prime Minister Jan Peter Balkenende immediately distanced himself from the pejorative representation Of the Koran in the video. The government in The Hague fears similar riots As after the publication of the Mohammed cartoons in Danish newspapers 2006. The chief of Bundeskriminalamts (BKA), Joerg Ziercke, said on n-tv television, the video Increases the terrorist threat in Germany. The chairman of the Turkish community in Germany, Kenan Kolat, described the film on ZDF as "very, very Dangerous. "Organization of the Islamic Conference (OCI) condemned the video as "incitement to hatred". The plant beleidige the world's 1.3 billion Muslims, OCI said Secretary Ekmeleddin Ihsanoglu in Jeddah. The Iranian Foreign Ministry called the Film a "repulsive action." The government of Bangladesh warned of "serious consequences". Initially, the Wilders video over the Internet Provider in the United States want to publish, but the Dedicated page blocked. On Thursday showed now The UK-based video portal showed the film on Thursday <http://www.liveleak.com> Wilders combined in his film images of victims Terrorist attacks in New York and Madrid Newspaper headlines and Koranic verses. Also, the controversial Danish caricature Mohammed, the prophet with a Bomb as a turban shows is to see. Despite the clear anti-islam showed in the video, Wilders denies any responsibility for possible riots /backlash from furious Muslims . "I hope that nothing happens". If it does happen, where people make violence becaous of that, it will be their own responsibility and not mine, "he said in The Hague The news agency AFP. --- In Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > >----- Original Message ----- > > -------------------------------------- > > From : Fazili, Said <[EMAIL PROTECTED]> > > To : Fazili, Said <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent : Fri Mar 28 14:18:54 2008 > > -------------------------------------- > > > > pak/Ibu yang terhormat, > > > > Bersama ini saya kirimkan pernyataan Pemerintah > > Belanda berkenaan dengan penyiaran film "Fitna" > > secara on line di internet. Pemerintah dengan > > jelas mengutuk perbuatan ini. Saya berharap > > kepada Bapak dan Ibu sekalian bisa memahami > > persoalan ini dengan baik dan bijak. > > > > Terima kasih banyak atas perhatiannya. > > > > Hormat Saya, > > Said Fazili > > Sekretaris II Bagian Politik > > Kedutaan Besar Belanda > > > >---------------------------------------------------- > > =================================== > PERNYATAAN PERDANA MENTERI BELANDA > =================================== > > Atas nama Pemerintah Belanda, saya ingin memberikan > tanggapan atas film Wilders yang ditanyangkan di > internet. > > Film ini memperlihatkan gambaran kekerasan dan > menyatakan bahwa Islam dan Al Quran bertanggung > jawab atas tindakan tersebut. Pemerintah Belanda > mengutuk tindakan ini dan para pelakunya. > > Dalam film ini, Islam diibaratkan dengan tindakan > kekerasan. Kami tidak setuju dengan penafsiran ini. > Mayoritas umat Islam menolak ekstremisme dan > kekerasan. Namun sebaliknya umat Islam justru > sering menjadi korban tindakan kekerasan. > > Oleh karena itu, kami menyesal bahwa Wilders telah > mengeluarkan film ini. Kami tidak melihat manfaat > dari film ini kecuali hanya untuk menyinggung > perasaan. Namun perasaan tersinggung tidak boleh > dijadikan alasan untuk melakukan penyerangan > dan ancaman. > > Pemerintah Belanda merasa berbesar hati dengan > reaksi awal yang terkendali dari organisasi Islam > di Belanda. > > Umat Islam, umat Kristen serta umat dengan aliran > kepercayaan lainnya dapat hidup bersama dalam damai. > Masalahnya bukan terletak pada agama, namun pada > penyalahgunaan agama untuk menaburkan kebencian > dan sikap tanpa toleransi. Oleh karena itu, > kami menyerukan dengan segenap hati untuk > menghargai keyakinan seseorang. > > Kami sadar bahwa dalam masyarakat Islam internasional > tumbuh kekhawatiran dan emosi sehubungan dengan > film ini. Akhir-akhir ini, kami telah membahasnya > dengan berbagai pihak baik di negeri Belanda maupun > di luar negeri untuk menumbuhkan saling pengertian. > > Dan kami akan terus melakukannya. > > Pemerintah Belanda berhadapan dengan sebuah masyarakat > dimana kebebasan dan saling menghargai berjalan > berdampingan. Masyarakat semacam ini menuntut dedikasi > dan komitmen yang tinggi. Kami memberantas ekstremisme. > > Dan bagi siapa saja yang melanggar hukum akan dikenakan > sangsi berat. Mari kita bersama menyelesaikan segala > permasalahan. Mari kita raih bersama demi tumbuhnya > keyakinan dan kepercayaan. Mari kita taklukan prasangka > buruk. > > Kita pasti akan berhasil melakukannya. > > >

