Satu hal lagi, selama 10 tahun tinggal di Jerman ini,
dan memperhatikan tayangan TV Jerman, ada cukup
banyak acara komedi/satire (komedi yang disisipi
kritik sosial, semacam "Republik Mimpi"). Di samping
mengeritik politisi Jerman, kadang-kadang ada juga
kritik pada kalangan agama atau etnik yang berkaitan
dengan agama di Jerman (misalnya etnik Turki).
Kita sudah sering melihat bagaimana simbol-simbol
agama Kristen dijadikan sasaran kritik atau banyolan
dalam acara-acara komedi/ataupun iklan di TV jerman.
Kadang-kadang simbol-simbol agama lainnya seperti
Islam dan Budha juga menjadi sasaran. Sejak peristiwa
WTC, Islam lebih sering lagi dijadikan sasaran.
Tetapi BELUM PERNAH 1 kali-pun, saya melihat TV-TV
Jerman ini BERANI menjadikan figur atau simbol-simbol
yang berkaitan dengan agama/komunitas Yahudi untuk
sasaran banyolan/kritik ataupun ilustrasi dalam
iklan mereka, termasuk di dalam karikatur-karikatur
media cetak mereka.
Yah, begitulah perilaku sebuah bangsa yang merasa
terlanjur punya beban dosa sejarah di masa lalu, ...
wassalam,
------( ihsan hm )--------------------------------
--- In "imuchtarom" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Saya punya 1 pertanyaan saja kepada para pemimpin Eropa:
> -------------------------------------------------------
>
> Kalau betul pemerintah negara-negara Eropa menjunjung
> tinggi "freedom of expression", kenapa orang yang
> menyatakan sikap "tidak mempercayai peristiwa Holocaust"
> - Holocaust Denial- ( yang umumnya diyakini benar-benar
> terjadi di zaman Nazi) diancam dengan hukuman
> penjara?
>
> Silahkan membaca uraian ringkas di bawah ini. Kiranya
> cukup jelas bahwa motivasi *undang-undang anti defamasi*
> versi EU ini sebenarnya tidak berlaku *universal* untuk
> semua golongan, tetapi "exclusively" untuk memberi kesan
> EU "memberikan perlindungan hukum" kepada komunitas Yahudi
> di Eropa, karena "rasa bersalah/guilty feeling" mereka
> yang telah berbuat dholim kepada komunitas Yahudi di masa
> lalu ( sejak abad pertengahan s/d tahun 1940-an sebelum
> akhirnya mereka membantu mendirikan negara Israel ).
>
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Holocaust_denial#European_Union>
>
> ***********************************************************
> **
> ** European Union
> ** ---------------
> ** There is a strong push to criminalize denying the
> ** Holocaust in the EU. On July 15, 1996, the EU adopted
> ** the Joint action/96/443/JHA concerning action to combat
> ** racism and xenophobia which prohibits public denial
> ** of the crimes defined in Article 6 of the Charter
> ** of the International Military Tribunal appended
> ** to the London Agreement of April 8, 1945,
>
> ** insofar as it includes behaviour which is
> **
> ** (1) contemptuous of,
> ** (2) or degrading to,
> ** (3) a group of persons
> **
> ** defined by reference to colour, race,
> ** religion or national or ethnic origin.
> **
> ** During the German presidency there was an attempt
> ** to extend this ban. This was blocked by Britain
> ** and the Nordic countries.
>
> ** As a result the EU has not prohibited Holocaust
> ** denial outright, although a maximum term of three
> ** years in jail is optionally available to all member
> ** nations for "denying or grossly trivializing crimes
> ** of genocide, crimes against humanity and war crimes."
> **
> ***************************************************************
>
>
> ------( ihsan hm )--------------------------------
>
>
> -------------------------------------------------- ---------
> World-wide criticism on the anti-islam film by Dutch
> -------------------------------------------------- ---------
>
> The Hague / Brdo (AFP) - The film of the islamophobia
> Dutch-rightwing, Geert Wilders has been criticized
> worldwide. The film serves "no purpose other than
> incitement to hatred, "said Slovenian EU Presidency
> in Brdo. Even UN Secretary-General Ban Ki Moon
> condemned the film. The BKA (the German's "FBI" )
> fears an increased terrorist threat by the video,
> In Islamic countries caused outrage. Wilders
> Had a responsibility for possible riots
> Muslims furious.
>
> The EU presidency stressed that freedom of
> expression and the respect for other faiths and
> presupposes convictions. Ban Kim Moon made the
> criticism on the video through his spokeswoman
> sharply condemned. The Dutch Prime Minister
> Jan Peter Balkenende immediately distanced himself
> from the pejorative representation Of the Koran
> in the video.
>
> The government in The Hague fears similar riots
> As after the publication of the Mohammed cartoons in
> Danish newspapers 2006. The chief of Bundeskriminalamts
> (BKA), Joerg Ziercke, said on n-tv television, the video
> Increases the terrorist threat in Germany.
>
> The chairman of the Turkish community in Germany,
> Kenan Kolat, described the film on ZDF as "very, very
> Dangerous. "Organization of the Islamic Conference
> (OCI) condemned the video as "incitement to hatred".
> The plant beleidige the world's 1.3 billion Muslims,
> OCI said Secretary Ekmeleddin Ihsanoglu in
> Jeddah. The Iranian Foreign Ministry called the
> Film a "repulsive action." The government of
> Bangladesh warned of "serious consequences".
>
> Initially, the Wilders video over the Internet
> Provider in the United States want to publish, but the
> Dedicated page blocked. On Thursday showed now
> The UK-based video portal showed the film on Thursday
>
> <http://www.liveleak.com>
>
> Wilders combined in his film images of victims
> Terrorist attacks in New York and Madrid Newspaper
> headlines and Koranic verses. Also, the controversial
> Danish caricature Mohammed, the prophet with a Bomb
> as a turban shows is to see.
>
> Despite the clear anti-islam showed in the video,
> Wilders denies any responsibility for possible riots
> /backlash from furious Muslims . "I hope that
> nothing happens". If it does happen, where people
> make violence becaous of that, it will be their
> own responsibility and not mine, "he said in
> The Hague The news agency AFP.
>
>
>
>
>
> --- In Nugroho Dewanto <ndewanto@> wrote:
> >
> >
> > >
> > >
> > >----- Original Message -----
> > > --------------------------------------
> > > From : Fazili, Said <said.fazili@>
> > > To : Fazili, Said <said.fazili@>
> > > Sent : Fri Mar 28 14:18:54 2008
> > > --------------------------------------
> > >
> > > pak/Ibu yang terhormat,
> > >
> > > Bersama ini saya kirimkan pernyataan Pemerintah
> > > Belanda berkenaan dengan penyiaran film "Fitna"
> > > secara on line di internet. Pemerintah dengan
> > > jelas mengutuk perbuatan ini. Saya berharap
> > > kepada Bapak dan Ibu sekalian bisa memahami
> > > persoalan ini dengan baik dan bijak.
> > >
> > > Terima kasih banyak atas perhatiannya.
> > >
> > > Hormat Saya,
> > > Said Fazili
> > > Sekretaris II Bagian Politik
> > > Kedutaan Besar Belanda
> > >
> > >----------------------------------------------------
> >
> > ===================================
> > PERNYATAAN PERDANA MENTERI BELANDA
> > ===================================
> >
> > Atas nama Pemerintah Belanda, saya ingin memberikan
> > tanggapan atas film Wilders yang ditanyangkan di
> > internet.
> >
> > Film ini memperlihatkan gambaran kekerasan dan
> > menyatakan bahwa Islam dan Al Quran bertanggung
> > jawab atas tindakan tersebut. Pemerintah Belanda
> > mengutuk tindakan ini dan para pelakunya.
> >
> > Dalam film ini, Islam diibaratkan dengan tindakan
> > kekerasan. Kami tidak setuju dengan penafsiran ini.
> > Mayoritas umat Islam menolak ekstremisme dan
> > kekerasan. Namun sebaliknya umat Islam justru
> > sering menjadi korban tindakan kekerasan.
> >
> > Oleh karena itu, kami menyesal bahwa Wilders telah
> > mengeluarkan film ini. Kami tidak melihat manfaat
> > dari film ini kecuali hanya untuk menyinggung
> > perasaan. Namun perasaan tersinggung tidak boleh
> > dijadikan alasan untuk melakukan penyerangan
> > dan ancaman.
> >
> > Pemerintah Belanda merasa berbesar hati dengan
> > reaksi awal yang terkendali dari organisasi Islam
> > di Belanda.
> >
> > Umat Islam, umat Kristen serta umat dengan aliran
> > kepercayaan lainnya dapat hidup bersama dalam damai.
> > Masalahnya bukan terletak pada agama, namun pada
> > penyalahgunaan agama untuk menaburkan kebencian
> > dan sikap tanpa toleransi. Oleh karena itu,
> > kami menyerukan dengan segenap hati untuk
> > menghargai keyakinan seseorang.
> >
> > Kami sadar bahwa dalam masyarakat Islam internasional
> > tumbuh kekhawatiran dan emosi sehubungan dengan
> > film ini. Akhir-akhir ini, kami telah membahasnya
> > dengan berbagai pihak baik di negeri Belanda maupun
> > di luar negeri untuk menumbuhkan saling pengertian.
> >
> > Dan kami akan terus melakukannya.
> >
> > Pemerintah Belanda berhadapan dengan sebuah masyarakat
> > dimana kebebasan dan saling menghargai berjalan
> > berdampingan. Masyarakat semacam ini menuntut dedikasi
> > dan komitmen yang tinggi. Kami memberantas ekstremisme.
> >
> > Dan bagi siapa saja yang melanggar hukum akan dikenakan
> > sangsi berat. Mari kita bersama menyelesaikan segala
> > permasalahan. Mari kita raih bersama demi tumbuhnya
> > keyakinan dan kepercayaan. Mari kita taklukan prasangka
> > buruk.
> >
> > Kita pasti akan berhasil melakukannya.
> >
> >
> >
>