JURNAL SAIRARA:
   
   
   
  HARI ITU KAMI BERJUMPA KEMBALI
   
  -Kisah-kisah kecil berjumpa dengan Goenawan Mohamad dan Laksmi Pamuntjak di 
Koperasi Restoran Indonesia Paris, 10 April 2008.
   
   
  4.
   
   
  Di hadapan hilangnya dokumen-dokumen dan monumen-monumen dalam berbagai 
bentuk ini, usul Mas GM terasa menjadi penting.  Terpikir juga olehku, apakah 
usul Mas GM ini, bukannya,  selain memperlihatkan tingkat kesadaran sejarah 
kita yang belum bisa  dikategorikan sebagai kuat,  tapi juga merupakan teguran 
terhadap sikap kita pada dokumen, arsip  dan monumen. Adalah sangat  tipikal 
ucapan seorang tetangga Indonesiaku waktu aku bekerja di Indonesia: "Apakah 
dengan belajar di jurusan sejarah, kelak  kau akan bisa dihidupkannya?".
   
   
  Perkembangan baru yang agaknya mencengangkan GM  ketika berkunjung kembali ke 
Pulau Buru setelah Soeharto dipaksa turun dari kursi kepresidenan adalah 
kenyataan bahwa di pulau pembuangan yang dibangun oleh para tapol, setelah 
terjadinya Konflik Ambon, ternyata menjadi pelarian para pengungsi Ambon. 
Menggenai konflik ini, sangkan-parannya telah ditunjukkan dengan jelas oleh 
utusan Ambon yang terdiri dari seorang wakil dari agama Islam, seorang pendeta 
Kristen dan seorang lagi seorang pastur. Sebagai tokoh masyarakat Ambon, 
ketiganya berusaha sekuat tenaga menyelesaikan konflik ini. Dalam pertemuan di 
Gedung Parlemen Perancis, tiga tokoh ini jelas-jelas menunjuk tentara sebagai 
biang penyulut di belakang konflik untuk menunjukkan bahwa tanpa tentara, 
Indonesia akan kacau-balau. Demikian juga yang melatari Konflik Sampit tahun 
2000 di mana aku berada langsung di tengah-tengahnya.  Tapi kampanye pers para 
cendekiawan, termasuk sastrawan-seniman,  dalam menjatuhkan citra
 militer dan militerisme dengan "dwi fungsi" dan pendekatan "stabilitas dan 
keamanan nasional" sudah terlanjur menjadi kekuatan materil serta dikahayati 
masyarakat. Walau pun masih saja ada sisa-sisa kekuatan yang mendukung 
militerisme dan otoritarisme.  Karena itu, GM wanti-wanti dalam percakapan 
santai di Koperasi kami, mengingatkan agar "jangan sampai militerisme kembali 
berkuasa".
   
   
  Melalui berbagai kesempatan dialog, aku yakin benar bahwa GM adalah seorang 
yang republiken dan kuat berkeindonesiaannya. GM-lah yang mengatakan bahwa 
Republik Indonesia adalah "konsep agung dan indah". Walau pun dalam 
penglihatanku masih suatu konsep yang sedang dan terus-menerus diujudkan.
   
   
  Berpegang pada konsep "agung dan indah" ini, GM mengesankan padaku bahwa ia 
sangat sadar melakukan "pengkaderan" untuk melaksanakan tugas agung dan mulia 
mewujudkan  konsep Republik dan Indonesia, missi yang tidak bisa dilakukan 
seorang diri. Barangkali dari segi inilah, orang bisa memahami GM dan lingkup 
kegiatannya sampai sekarang. 
   
   
  Beberapa kali aku menyaksikan mata GM selalu menyala girang saban bicara 
tentang anak muda, bahkan ia pun memuji kemampuan seorang penyair yang gencar 
"menyerangnya" secara terbuka. 
   
   
  Ketika  berbicara tentang esok dan Republik dan Indonesia sebagai konsep 
agung serta indah, GM menyentuh masalah minat baca dan peran tivi. Menurut GM, 
pers tulis kurang besar pengaruhnya dibandingkan dengan tivi. Apalagi jika 
minat baca masih lemah. 
   
   
  "Jika demikian, mengapa KUK [Komunitas Utan Kayu] tidak menyelenggarakan tivi 
alternatif?", tanyaku langsung.
   
  "Dari mana duitnya?", Mas GM langsung menjawabku.
   
  Artinya dari segi finansil pun, GM merasa ada keterbatasan guna meujudkan 
mimpi republiken dan berkindonesiaannya.
   
   
  Barangkali aku salah dan pongah ketika menanggap pertanyaan "dari mana 
duitnya" ini. Kukatakan bahwa bagiku pertama-tama yang diperlukan adalah 
keselesaian dan kemantapan ide. Setelah soal ini selesai, kita pikirkan 
bagaimana mewujudkannya. Hal beginilah yang terjadi dengan lahir, berdiri dan 
berkembangnya Koperasi Restoran Indonesia yang tahun ini usianya menjelang 26 
tahun. Untuk menopang pendapat ini, aku bercerita tentang pengalaman Bank 
Kredit Simpan Pinjam [Credit Union] di Kalimantan Barat, yang mulai dari yuran 
Rp.1000,- rupiah, sekarang assetnya mencapai miliaran. Aku juga mengangkat 
pengalaman Mas Sutanto dalam menyelenggarakan Festival Lima Gunung di Jawa 
Tengah. Contoh yang tentu saja bisa kuperpanjang deretannya. Bahkan Pulau Buru 
dibangun oleh para tapol , selain karena keterpaksaan, tapi ia tidak dimulai 
dari kekuatan finansial, malah hanya bermodalkan dua tangan dalam arti harafiah 
oleh orang-orang yang dirampas segala hak kemanusiaannya. 
   
   
  Dengan mengatakan hal begini, yang kumaksudkan bahwa pertama-tama yang kita 
perlukan adalah orang. Manusia. Orang dan manusia pemimpi yang setia pada 
mimpinya. Dengan adanya orang dan manusia pemimpi, manusia sadar, jika tidak 
ada uang, mereka akan mencari dan mengelolanya. Orang begini barangkali tak 
obah "kandil di atas bukit yang memberi terang pada dunia sekitarnya". Mereka 
adalah "garam kehidupan" yang membuat hidup tidak hambar. 
   
   
  Jika bacaanku atas lingkup kegiatan dan visi GM di atas, aku sampai pada 
dugaan bahwa GM adalah seorang sastrawan total sesuai dengan peran 
sastrawan-seniman. Sebagai sastrawan total, ia tidak bermain-main dengan 
estetisme murni, tanpa mengabaikan estetika. Estetika pun sebenarnya adalah 
konsep total. Oleh konsep sebagai saastrawan-seniman total beginilah maka dalam 
sejarah Albania, Viêt Nam, Perancis, bahkan "The Lost Generation" 
pengarang-pengarang Amerika Serikat, juga negeri kita, tidak sedikit mereka 
yang langsung melibatkan diri dalam perjuangan fisik melawan fasisme dan 
ketidakadilan. André Malraux, yang kemudian menjadi Menteri Kebudayaan Charles 
de Gaulle , presiden Republik Perancis setelah usai Perang Dunia II,  hanyalah 
merupakan salah satu nama menonjol saja dalam sejarah sastra-seni Perancis yang 
menempuh jalan sastrawan total ini. ***
   
   
  Paris, April 2008
  ----------------------
  JJ. Kusni, pekerja biasa pada Koperasi Restoran Indonesia di Paris.
   
   
  Keterangan foto:
  Goenawan Mohamad  dan Laksmi Pamuntjak di tengah-tengah anggota  Koperasi 
Restoran Indonesia di Paris, 10 April 2008. [Dok. JJK].
   
   
  [Bersambung....]

    
---------------------------------
    Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel


       
---------------------------------
 
 Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke