Raja Abdullah dan Dialog Antaragama
Ruzbihan Hamazani Kerajaan Saudi Arabia selalu dikenal oleh dunia luar karena orientasi keagamaannya yang sangat konservatif, kaku, dan eksklusif, antara lain karena ideologi resmi negeri itu, yakni Wahabisme. Tetapi kali ini, kita mendengar berita yang sama sekali lain dari kerajaan yang menaungi dua tanah suci Islam itu. Pada 24 Maret 2008 yang lalu, Raja Abdullah ibn Abdul Aziz, mengemukakan ajakan tentang tentang pentingnya dialog antaragama, terutama antara Islam, Yahudi dan Kristen. Ajakan ini disampaikan oleh Raja Abdullah dalam sebuah seminar tentang Budaya dan Penghargaan Atas Agama-Agama yang diadakan di Ryadh pada bulan Maret lalu. Ia, antara lain, mengemukakan tentang perlunya tokoh-tokoh antaragama untuk duduk dalam satu meja untuk mendiskusikan tantangan bersama yang dihadapi oleh agama-agama besar dunia saat ini, antara lain merosotnya institusi keluarga dan maraknya ateisme. Ajakan Raja Abdullah ini menarik, karena di sana ia menyebut tokoh-tokoh antaragama mereka yang percaya pada Tuhan yang sama. Raja Abdullah juga berkunjung ke Vatikan pada November tahun lalu, dan berdiskusi dengan Paus Benediktus XIV tentang isu serupa. Untuk membaca artikel ini selengkapnya, silahkan klik: http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/2008/04/21/raja-abdullah-dan-dialog-antaragama/ --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. [Non-text portions of this message have been removed]

