http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/20/13061069/transistor.terkecil.dibuat.dari.goresan.pensil

Transistor Terkecil Dibuat dari "Goresan Pensil"
 
JAKARTA, MINGGU - Dalam satu goresan pensil mungkin dapat disusun ribuan 
transistor. Bagaimana tidak, untuk membuat sebuah transistor terkecil di dunia, 
hanya cukup 10 atom graphene dari bahan baku pensil, grafit.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Science edisi terbaru, kesuksesaan ini buah 
kolaborasi Dr Kostya Novoselov dan Profesor Andre Geim dari Sekolah Fiiska dan 
Astronomi Universitas Manchester, Inggris. Berkat temuannya, sebuah transistor 
dapat dibuat dengan ukuran lebih kecil dari sebuah molekul.

Semakin kecil ukuran transistor, semakain besar peluangnya menanamkannya dalam 
rangkaian sebuha chip. Sejak chip pertama kali dikembangkan tahun 1960-an, para 
ilmuwan terus berusaha memperkecil ukuran sebuah transistor karena pengaruh 
hukum Law yang dikemukakan Gordon Moore, pendiri Intel. Hukum yang sebenarnya 
prediksi Moore tersebut menjadi target perusahaan chip untuk melipatgandakan 
jumlah transistor dalam satu keping chip prosesor setiap dua tahun.

Miniaturisasi transistor terus menjadi tantangan dalam industri komputasi. 
Namun, teknologi berbasis silikon yang dipakai saat ini diperkirakan menghadapi 
batas antara 10-20 tahun ke depan. Ukuran sebuah komponen dalam chip tidak 
mungkin diperkecil kurang dari 10 nanometer karena pada kondisi tersebut semua 
oksida semikonduktor, termasuk silikon, tidak terkontrol jika dicetak di atas 
permukaan seperti air yang diteteskan di atas loyang panas.

Graphene dapat menjawab tantangan tersebut karena tetap stabil pada suhu tinggi 
dan bersifat konduktif atau menghantar listrik dalam ukuran satu nanometer 
sekalipun. Penelitian di Manchester telah membuktikan kemampuan graphene 
membentuk komponen listrik yang berkuran di bawah 10 nanometer.
Namun, jangan berharap dulu bisa membuat superprosesor dengan transistor ini. 
Sebab, fokus peneliti baru pada tahap memperkecil ukuran transistor dan belum 
sampai pada tahap merangkainya menjadi sirkuit elektronika.

"lagipula, belum ada teknologi yang dapat memotong dalam ukuran nanometer 
secara presisi. Namun, ini sama besarnya dengan tantangan yang harus dihadapi 
pascasilikon. Setidaknya, kami punya material yang dapat memenuhi tantangan 
tersebut," ujar Geim.   

Material ini ditemukan pertama kali oleh Geim dan timnya empat tahun lalu dan 
menjadi topik hangat dalam penelitian fisika dan material saat ini. Graphene 
merupakan material pertama yang memiliki ketebalan satu atom karena bisa 
digambarkan sebagai atom-atom grafit yang disusun berjajar.

(PHYSORG/WAH)

WAH


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke