============ ====
23/04/08 17:20

Benarkah Desi Anwar Bantu Penembak Ramos Horta?

Oleh Akhmad Kusaeni

Jakarta, (ANTARA News) - Presiden Timor Leste Ramos Horta menuding wartawati
Metro TV Desi Anwar membantu tokoh pemberontak, Alfredo Reinaldo, dalam
insiden serangan terhadap Horta di Dili, 11 Februari 2008.

Dalam keterangan pers dengan media internasional pekan lalu, Horta yang baru
sembuh dari perawatan luka tembak di sebuah rumah sakit di Australia, paling
tidak menyebut tiga kali nama Desi Anwar untuk memperkuat tuduhannya.

"Tuan Alfredo Reinaldo memiliki banyak kontak di Indonesia. Ia pergi ke
negeri itu dengan dokumen palsu. Siapa yang memberikan dokumen palsu itu
kepadanya di Atambua? Kami tahu siapa yang melakukannya, " kata Horta.

Wartawan yang hadir menunggu dengan antusias kalimat berikutnya dari mulut
Horta. Mereka ingin tahu apakah Presiden Timor Leste itu akan menyebut nama
pihak yang membantu pemimpin kelompok tentara pembelot yang tewas dalam
insiden serangan itu. Ini tentu bisa menjadi berita utama di media. Bisa
jadi "breaking news".

Horta lalu "feeding the beast" (istilah bagi media yang lapar terhadap
berita besar) dengan menyebut sosok di belakang Alfredo.

"Pihak berwenang di Atambua memberikan dokumen palsu dengan bantuan
wartawati Metro TV Desi Anwar," ujar Horta.

Semua yang hadir di konferensi pers itu tentu kaget. Tidak menduga sama
sekali. Biasanya wartawan hanya melaporkan berita. Kali ini wartawan menjadi
berita, bahkan dituding bersekongkol membantu kelompok pembunuh presiden!

Horta berjanji akan melakukan "complain" ke lembaga wartawan internasional
yang bermarkas di Brussel karena "tindakan mereka nyaris membuat saya,
seorang presiden yang terpilih secara demokratis, terbunuh."

Horta tidak akan bisa diam sampai "kebenaran" terbuka.
"Bilamana perlu saya akan angkat masalah ini ke Dewan Keamanan PBB sebagai
mana kasus pembunuhan terhadap Perdana Menteri Lebanon," ujar Horta.

Berita tuduhan Horta bahwa wartawan Indonesia, Desi Anwar, terlibat dalam
membantu serangan terhadap Presiden Timor Leste pun tersebar ke seluruh
penjuru dunia.

ANTARA menelpon Desi Anwar untuk mengecek kebenaran tuduhan itu. Wartawati
itu mengatakan sambil terkekeh bahwa ANTARA bukan media pertama yang
mempertanyakan kebenaran berita tersebut. Desi sudah ditelefon banyak pihak,
dari dalam dan luar negeri, sebagian besar wartawan, yang ingin melakukan
konfirmasi.

Desi membantah keras tuduhan Horta yang mengatakan dirinya membantu Alfredo
Reinado berkunjung ke Indonesia untuk wawancara pada 23 Mei 2007.

"Ini sangat lucu dan tidak masuk akal. Sama sekali tidak benar," katanya.

Sebelumnya, Horta diberitakan menuduh Desi Anwar membantu Alfredo Reinado
berkunjung ke Indonesia untuk wawancara pada 23 Mei 2007.

Terhadap tudingan itu, Desi Anwar mengaku hanya bisa tertawa.
"Mudah-mudahan berita ini bukan bagian dari April Mop," katanya terkekeh.

Ia menyayangkan seorang Presiden bisa menyampaikan tudingan yang tidak
didasari bukti-bukti dan data yang akurat. Ia mendoakan Horta betul-betul
sehat kembali.

"Saya berdoa untuk kesembuhan Horta. Saya juga berdoa untuk masa depan
negerinya," kata wartawati yang telah mewawancarai sejumlah tokoh seperti
mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, Jenderal Pervez Musharraf,
dan mantan Presiden Cina Jiang Zhemin.

Bukan yang pertama

Benarkah Desi Anwar Bantu Penembak Ramos Horta?
Kasus Desi Anwar bukan yang pertama. Koresponden kantor berita Jiji Press di
Filipina, Dana Batnag, juga mengalami nasib yang sama.

Dana, yang pernah menepuh studi di Ateneo de Manila University, menjadi
berita pada 24 Januari 2008.

"Kawan kita Dana Batnag kini jadi berita. Ia dituduh oleh Kepolisian
Nasional Filipina (PNP) telah membantu pemimpin kudeta, sehingga dia bisa
keluar dari Hotel Peninsula, Manila, yang dijadikan markas tentara
pemberontak, " begitu "e-mail" yang terima ANTARA beberapa waktu lalu.

Dana dituding telah memberikan kartu pers kepada Kapten Nicanor Faeldon
sehingga pemimpin pemberontak itu bisa meninggalkan hotel bersama-sama
dengan para wartawan dan lolos dari pandangan 1.500 polisi yang menyerbu
hotel tersebut.

Tentu saja Dana membantah. Ia hadir di Hotel Peninsula untuk meliput, bukan
untuk membantu membebaskan pemberontak. Kamera CCTV memang merekam Dana
sedang berbicara dengan Faeldon. Tapi itu sebuah wawancara dan dilakukan
bersama-sama tiga lusin wartawan lain.

Gambar CCTV, yang belakangan diputar oleh sejumlah stasiun televisi, tidak
memperlihatkan Dana memberi Kapten Faeldon sebuah kartu pers sehingga dia
bisa lolos dari pemeriksaan polisi.
"Sangat tidak masuk akal kalau saya dituduh ikut membantu pelarian Kapten
Faeldon," tegasnya.

"Saya merasa tersanjung menjadi korban fitnah pemerintah terhadap pekerja
media, tapi sejatinya saya tidak melakukan semua yang dituduhkan itu,"
katanya lagi.

Respon organisasi pers

Sangat menarik membandingkan kasus Dana Batnag di Filipina dengan Desi Anwar
di Indonesia, terutama respon masyarakat dan tokoh media terhadap dua kasus
serupa tapi tak sama itu.

Asosiasi Koresponden Asing di Filipina (FOCAP), di mana Dana menjabat
sebagai Wakil Ketua, mengeluarkan pernyataan yang mendukung wartawati
tersebut.

"Kami mendesak agar aparat menghentikan fitnah terhadap media," tulis FOCAP.

Persatuan Wartawan Nasional Filipina (NJUP), semacam PWI di Indonesia, malah
dengan gamblang menyatakan "laporan yang mengkaitkan wartawan dalam pelarian
Kapten Faeldon dikeluarkan oleh penyebar rumor yang pengecut."

"Kami menantang polisi untuk membuktikan tuduhan itu. Jika tidak, hentikan
fitnah terhadap media," tulis NJUP.

Organisasi wartawan itu yakin Dana hanya dijadikan kambing hitam dari
kegagalan polisi menangkap pemimpin pemberontak.

Itu di Filipina. Lain dengan di Indonesia. Hampir tidak satu tokoh media
ataupun organisasi wartawan di Tanah Air yang memberikan perhatian kepada
Desi Anwar. Seperti Dana Batnag, Desi dituduh membantu pemberontak. Tapi
nyaris tidak ada yang membela. Desi dibiarkan sendirian membela
diri.Kasihan. (*)

http://www.antara. co.id/arc/ 2008/4/23/ benarkah- desi-anwar-
bantu-penembak-
ramos-horta/ <http://www.antara. co.id/arc/ 2008/4/23/ benarkah- desi-anwar- 
bantu-penembak- ramos-horta/>

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke