gimana kalau ga percaya dua2nya... AR juga... PKS juga... setuju?
salam, ananto On 4/26/08, hendi 004 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > mas.............. jangan percaya dah ama omongan amin rais.......... kan > dia itu slalu aja begitu, menyangkal dan menyangkal........... padahal dia > sendiri gak tau tuh brapa jumlah yang sebenarnya dana kampahe HADE itu..... > iya to................... > > Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED] <ndewanto%40mail.tempo.co.id>> > wrote: > senin kemarin saya bertemu amien rais. > > beliau telak mengatakan dana kampanye hade > tak mungkin cuma Rp 800 juta. > > "mas tris (sutrisno bachir --ketua pan) banyak > menyumbang," katanya. > > dalam berkoalisi mestiya andil semua pihak > dihargai. jangan cuma menonjolkan sumbangan > kelompok sendiri. dalam mengusung partai islam > sebaiknya jangan mengalami defisit kehormatan. > > At 12:52 PM 4/24/2008 -0700, you wrote: > > >(dari milis tetangga:) > >Catatan pinggir seorang kader PKS tentang Pilgub Jabar > >2008. > > > >Nyesek > > > >"Berita terakhir dari Ketua DPD (TPPD) bahwa tidak > >tersedia dana untuk uang transport saksi. Harap DPC > >konsolidasi. Bobar (Bogor Barat) memerlukan Rp 16.7 jt > >utk kepentingan ini. Ana pribadi setelah kokoreh di > >dapur dan tawakkal, bismillah menginfakkan Rp 1 jt. > >Ana mohon antum semua melakukan hal serupa". > > > >Itulah SMS yang saya terima ba'da Shubuh, Sabtu lalu > >(12 April), sehari menjelang pilgub kemarin. Saya > >kenal persis si pengirim SMS itu, dan tahu betul bahwa > >penghasilannya per bulan mungkin sekitar Rp 2 jt. Saya > >juga tahu bahwa dia sekarang sedang nyicil kredit > >rumah. Kesediaannya menginfakkan dana sebesar Rp 1 jt > >membuat mata saya berlinang; hampir setengah dari > >penghasilan bulanannya. Teringatlah kisah sahabat yang > >menginfakkan setengah dari hartanya. Kalaulah itu > >hanya dilakukan sekali saja, mungkin tidak terlalu > >mengherankan. Tetapi hanya 2 malam sebelumnya, semua > >grup halaqah pada semua level dikumpulkan per DPC > >untuk melakukan liqo gabungan. Di sana jelas > >disampaikan anjuran untuk siap berjuang melakukan > >jihad siyasi dalam pilkada hari Ahad itu. Di samping > >kesiapan mobilisasi berjihad dengan waktu, pemikiran > >dan tenaga, tentu infaq dengan maal merupakan hal yang > >ditekankan dalam liqo gabungan itu. Taujih demi taujih > >tentang keutamaan berjihad dengan harta, pembangkitan > >optimisme, dan keyakinan bahwa kemenangan di jalan > >Allah itu bukan fungsi dari kebesaran harta dan jumlah > >pasukan, mengiringi suasana khusyu yang menyelimuti > >semangat menggeloran dalam hati setiap ikhwah yang > >hadir di sana. "Berinfaqlah sampai antum jadi nyesek > >(sesak di dada)!", begitu kata seorang ustadz ketika > >menerangkan ayat Al Qur'an: "Tidaklah kalian akan > >sampai kepada kebajikan, sampai kalian menginfakkan > >apa-apa yang kalian cintai!" Yang kita cintai itulah > >yang kalau kita infakkan membuat sesak di dada. "Kalau > >antum infaq Rp 50 ribu tetapi dada antum masih tenang, > >berarti itu belum menginfakkan apa yang antum cintai. > >Tambah lagi jadi Rp 100 ribu, tambah lagi dan tambah > >lagi, sampai suatu saat antum merasa nyesek di dada > >antum. Itulah tanda bahwa antum menginfakkan apa yang > >antum cintai, yang antum merasa berat untuk > >melepasnya!" > > > >Bisa dibayangkan, Kamis malam sudah infaq > >habis-habisan. Sabtu pagi, muncul SMS lagi seperti di > >atas. Sebelumnya lagi, setiap hari Ahad selama > >beberapa pekan diadakan Apel Siaga yang tentu saja > >ikhwah selalu diminta untuk berinfaq. Makanya, > >sunduquna juyubuna.. betul-betul dirasa. > >Kantong-kantong ikhwah betul-betul diperas habis. > >Sehingga kalau diperas lagi, mungkin yang keluar > >adalah darah. Sabtu itu saya membalas SMS tadi. Saya > >siapkan infaq dalam jumlah yang cukup membuat dada > >saya sesak (ya Allah, limpahkanlah keikhlasan ke dalam > >hati hamba..!). > > > >Tetapi saya yakin, rasa sesak saya itu tidaklah > >sebesar rasa sesak ikhwah yang menginfakkan setengah > >dari penghasilannya tadi. Dan saya bayangkan lagi, > >betapa banyak lagi ikhwah yang tingkat penghasilannya > >lebih rendah daripada itu. Betapa sesaknya dada-dada > >mereka ketika mereka merogoh kantong-kantong mereka > >untuk membiayai pelaksanaan operasional segala tetek > >bengek yang perlu untuk pemilihan gubernur ini. Kalau > >tim sukses HADE mengatakan bahwa dana kampanye yang > >dikeluarkan adalah Rp 800 juta totalnya, itu belum > >termasuk dana yang dikeluarkan ikhwah di grass-root. > >Dana yang dikeluarkan mereka dengan ikhlas, yang > >mereka tidak perlu tanda terima, tidak perlu ucapan > >terimakasih. Dana yang ketika diberikan, tidak > >disertai harapan bahwa dana itu akan balik kepada > >mereka dalam bentuk apa pun. Dana itulah yang langsung > >digunakan oleh level-level struktur terbawah seperti > >DPD, DPC dan DPRa yang langsung bergerak di > >tengah-tengah masyarakat. > > > >Militansi Kader > > > >Pagi ini di TV saya melihat seorang pengamat politik > >yang selama ini biasanya berkomentar tidak terlalu > >simpati dengan PKS, mengakui bahwa mesin politik > >(networking) PKS yang luar biasa yang menyebabkan > >kemenangan pasangan HADE. Dan itu memang terlihat > >betul di lapangan. Pilgub ini adalah pemilihan pertama > >yang saya alami secara langsung di tanah air. Jadi ini > >adalah kali pertama juga, saya terlibat langsung > >dengan segala aktivitas kader di level yang paling > >bawah yang terkait dengan sebuah pemilihan. Dan > >apresiasi serta kekaguman pun lahir dari diri saya. > >Selama 4 pekan berturut-turut, ikhwah dikumpulkan per > >DPC dalam sebuah Lailatul Katibah (mabit bersama) - > >kalau akhwat dikumpulkan dalam Jalasah Ruhiyah sore > >hari. Kekuatan ruhiyah digenjot terus. Setelah > >mendapatkan siraman ruhani, sholat lail, wirid dan > >dzikir bersama, selesai Lailatul Katibah ini maka > >ikhwah disebar ke berbagai kelurahan untuk melakukan > >Direct Selling, penjualan langsung door to door. > >Subhanallah. > > > >Kadang kita sering menjadikan mabit sebagai alasan > >untuk bisa tidur siang lebih panjang. Tapi ini setelah > >mabit, ikhwah langsung menyebar, mengetuk pintu-pintu > >masyarakat. Memperkenalkan diri dengan santun, > >memberikan sosialisasi tentang pilkada ini (well, ini > >mah seharusnya tugas KPUD), dan baru minta ijin dengan > >baik-baik untuk mengenalkan calon gubernur dan > >wakilnya kepada masyarakat. Ini dilakukan pada 4 Ahad > >berturut-turut, mabit malamnya dan terus menyebar > >ber-direct selling pada pagi harinya. Ini tentunya di > >luar kegiatan rutin yang biasa dilakukan kader > >langsung di tengah masyarakat seperti bakti sosial, > >pelayanan kesehatan, bazar sembako murah, dsb. > >Keikhlasan yang luar biasa. Tidak ada di benak para > >kader ini bahwa ketika HADE menang, mereka akan > >diangkat menjadi tim tenaga ahli atau akan mendapatkan > >tempat khusus di lingkaran dekat kekuasaan. Jabatan > >tangan saja dari gubernur terpilih, mereka tidak akan > >dapatkan. > > > >Mereka berjuang ikhlas karena yakin bahwa kebaikan > >pada masyarakat akan tersebar dengan menangnya calon > >yang mereka usung. Perjuangan kader tidak terhenti > >sampai di sana. Selama seminggu terakhir, diadakan > >ronda malam bergiliran. Tujuannya sederhana: menjaga > >agar atribut kampanye (stiker, spanduk, baliho) yang > >kita pasang, tidak dirusak oleh pihak-pihak lain. Buat > >sebagian kita, melihat stiker tertempel di tiang > >listrik tetapi kondisinya tersobek, mungkin > >biasa-biasa saja. Tetapi bisa kita bayangkan, betapa > >pedihnya hati ikhwah yang menempelkan stiker itu > >melihat hasil tempelannya itu dirusak orang lain. > >Karena itu, semua atribut harus dijaga, dan ikhwah > >rela mengorbankan tidur malamnya untuk itu. Kemudian > >di malam terakhir, ronda malam juga diintensifkan > >dengan tujuan mengawasi jangan sampai terjadi > >pembagian sembako atau amplop kepada masyarakat di > >jam-jam terakhir menjelang pemilihan. Bisa diyakinkan, > >para kepanduan kita akan berjaga dan siap meluncur > >apabila ada pelaporan hal-hal seperti itu terjadi. > >Perjuangan para akhwat juga luar biasa. Di Direct > >Selling, mereka yang paling semangat. Waktu kampanye, > >mereka juga melaksanakan aksi kampanye simpatik. > >Berdiri di perempatan-perempat an jalan, membagikan > >bunga-bunga yang mereka rangkai sendiri dan menyapa > >setiap pengendara kendaraan. > > > >Di hari pelaksanaan, mereka bergantian menyediakan > >konsumsi untuk para saksi, meskipun tidak sedikit yang > >juga bertindak sebagai saksi. Melihat keikhlasan dan > >militansi kader dalam berjuang dan berinfaq seperti di > >atas, mulut ini sempat bergumam: "Seandainya mereka > >yang terpilih menjadi anggota legislatif atau duduk di > >jabatan eksekutif, kemudian melupakan para kader, > >menjadi jauh dengan para kader, tidak memiliki empati > >dan sensifitas terhadap kebutuhan kader, malah menjadi > >kaya dengan memanfaatkan jabatannya, maka sungguh itu > >adalah sebuah KEDZHALIMAN yang SANGAT BESAR!" > > > >Lega > > > >Saya memilih di kompleks perumahan tempat saya > >tinggal. Warganya tentu relatif terpelajar dengan > >kondisi ekonomi yang juga relatif lebih stabil > >dibanding masyarakat kebanyakan. Ditambah dengan > >aktifitas ke-Islaman yang baik, tidak ada kekhawatiran > >akan terjadi kecurangan dalam proses pelaksanaan > >pemilihan kemarin. Yang ada adalah memang rasa > >optimisme bahwa HADE akan menang di kompleks itu. > >Tidak hanya di kompleks perumahan tempat saya tinggal, > >ikhwah di Kota Bogor tidak tanggung-tanggung memasang > >target perolehan suara 51% untu HADE. Di samping > >kontribusi untuk pilgub, ini juga sebagai batu > >loncatan untuk pemilihan walikota di bulan Oktober > >mendatang. Jeblok di pilgub, jangan harap akan bisa > >bangkit untuk pemilihan walikota, karena jeda waktu > >yang kurang dari 6 bulan. > > > >Ketika perolehan suara dihitung satu per satu di TPS > >tempat saya memilih, pasangan HADE langsung melejit > >memperoleh suara terbanyak. Sekitar 60%. TPS-TPS lain > >di kelurahan saya juga menunjukkan hal yang sama. > >Muncullah rasa lega menggantikan rasa sesak yang > >mungkin masih terasa sampai malam sebelumnya. Lega > >karena perjuangan berat dan luar biasa para kader, > >ternyata Allah SWT balas langsung di dunia ini juga > >(tanpa melupakan harapan kita akan balasan yang lebih > >baik di akhirat tentunya). Apalagi ketika pulang ke > >rumah usai menyaksikan perhitungan suara di TPS, > >tayangan TV menyiarkan hasil quick-count pilgub itu. > >Semua lembaga menyebutkan bahwa HADE unggul! > > > >"Allahu Akbar Walillahilhamd! " Itu adalah bunyi SMS > >dari kader yang kemarin mengatakan akan berinfaq Rp 1 > >juta itu. Perhitungan suara terus dilakukan. Tersebar > >SMS dari Ketua DPD bahwa di Kota Bogor, HADE berhasil > >mengumpulkan suara sebesar 52% dari hasil perhitungan > >semua jumlah suara yang sah. "Allahu Akbar > >Walillahilhamd! " > > > >Perasaan lega dan kekaguman terhadap perjuangan kader > >ternyata tidak berhenti. Muncul SMS berupa instruksi: > >"Wajib bagi para kader untuk mengawal kotak-kotak > >suara dari TPS ke PPS ke PPK". Kegiatan ronda malam > >tetap dijalankan, tetapi sekarang bergiliran di PPK > >(Panita Pemilihan tingkat Kecamatan) untuk menjaga > >kotak-kotak suara jangan sampai ada yang mengganggu. > >Jadwal pun dibuat. Setiap grup halaqah wajib > >mengirimkan 1 wakilnya pada jadwal yang sudah > >disepakati. "Kita akan terus mengawal perolehan suara > >kita!". > > > >Ngeri > > > >Setelah suasana kelegaan dan euforia, dalam perenungan > >kemudian muncul perasaan ngeri. Ngeri kalau kita tidak > >bisa mengemban amanah kepemimpinan ini. Ngeri kalau > >janji-janji tidak bisa direalisasikan. Bukan karena > >tidak mau, tetapi karena berbagai hambatan praktis di > >sistem birokrasi kita. Pertanyaan-pertanya an sudah > >mulai mengarah. Bagaimana PKS dan PAN bisa melakukan > >komunikasi politik dengan DPRD yang dikuasasi 3 > >raksasa: Golkar, PDIP dan PPP, sehingga > >program-programnya tidak dijegal dan bisa jalan? > >Bagaimana kalangan birokrasi di Pemda Provinsi bisa > >diarahkan semuanya ke satu tujuan yang sama? Ibarat > >tubuh manusia, yang baru kita menangkan adalah > >kepalanya. Sedangkan kaki, tangan dan anggota tubuh > >lainnya? Sebuah pertanyaan yang besar. Para kader PKS > >berjuang, memeras keringat dan kantong dana, karena > >mereka yakin bahwa dengan memiliki amanah > >kepemimpinan, akan lebih banyak lagi kebaikan yang > >bisa ditebarkan kepada masyarakat. Semoga keyakinan > >dan harapan itu memang bisa terwujud. > > > >Bogor, 14 April 2008 > > > >Sehari setelah Pilgub > > > >-akm- > > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]

