Suatu ilustrasi sikap demokratis Nabi Muhammad, terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang puasa yang batal.
Seorang laki2 datang kepada Rasulullah saw., katanya, "Celaka saya, ya Rasulullah !" Nabi Muhammad pun menjawab, "Apakah yang mencelakakan engkau ?" Laki2 itu lalu menjawab, "Saya telah bersetubuh dengan istriku pada siang hari Ramadan." Rasulullah berkata, "Sanggupkah engkau memerdekakan hamba ?" Jawab laki2 itu, "Tidak." Rasulullah berkata lagi : "Kuatkah engkau berpuasa dua bulan berturut2 ?" "Tidak !" Jawab laki2 tersebut. Tampaknya laki2 itu merasa putus asa, lalu ia terduduk. Melihat hal itu, dengan kasih sayang Rasulullah memberikan nampan besar berisi kurma sambil berkata, "Sedekahkan kurma ini !". Laki2 itu kemudian menjawab, "Kepada siapakah saya harus sedekahkan ? Kepada orang yang lebih miskin dari saya ? Demi Allah, tidak ada penduduk di kampung ini yang lebih berhajat kepada makanan ini selain daripada isi rumah keluargaku." Mendengar jawaban ini, Rasulullah tidak dapat lagi menahan senyumnya sampai terlihat giginya dan berkata, "Pulanglah dan berikanlah kepada keluargamu !" (diambil dari "Fiqh Islam", Rasjid, Sulaiman)

