Essay FAWWAZ AHMADINEJAD DAN AMERIKA SERIKAT
Oleh Satrio Arismunandar
Anakku Fawwaz Ahmadinejad Satrioputra sudah berusia hampir 11 bulan sekarang.
Tanggal 29 Juni 2008, ia akan genap berumur setahun. Tubuhnya gemuk dan montok.
Menurutku (dan juga menurut istriku), raut wajahnya sangat lucu dan
menggemaskan. Melihat wajahnya, aku selalu merasa terharu dan bersyukur, karena
dianugerahi anak laki-laki seperti Fawwaz. Mungkin itu perasaan umum bagi
setiap bapak, yang memiliki anak laki-laki seusia Fawwaz. Yaitu, saat sang anak
sedang lucu-lucunya.
Seorang teman pernah bertanya, apakah tidak akan bermasalah, memberi nama
Ahmadinejad pada anak kita? Ahmadinejad adalah nama Presiden Republik Islam
Iran, yang terang-terangan berani melawan dominasi politik Amerika di kawasan
Timur Tengah.
Ahmadinejad, yang mantan Walikota Teheran, ini juga orang yang kehidupannya
sangat sederhana. Dia bukan orang kaya. Kesederhanaan dan keberaniannya
bersikap itu menjadi ciri-ciri yang kukagumi, sehingga kuberi nama anakku
dengan nama Ahmadinejad.
Kalau suatu saat nanti, Fawwaz mau pergi ke Amerika Serikat, bisa timbul
hambatan karena tambahan nama Ahmadinejad itu, kata teman tersebut. Aku tidak
kaget mendapat pertanyaan semacam ini.
Pandangan temanku itu adalah suatu cara pandang yang umum, karena menempatkan
Amerika dalam posisisuperior dan superpower dalam segala hal. Sehingga
seolah-olah, untuk bisa diakui sebagai orang yang hebat, beradab, dan maju,
orang harus meniru semua yang dilakukan AS, bersekolah atau belajar di AS, dan
mengadopsi nilai-nilai yang tumbuh di AS. Maka, akan menjadi masalah besar,
jika seseorang terhambat sehingga tidak bisa mengunjungi AS!
Aku bilang, Insya Allah, sepuluh atau 20 tahun mendatang, AS bukan lagi
superpower. Jadi, tidak ada keperluan mendesak bahwa Fawwaz harus pergi ke AS.
Fawwaz bisa bersekolah dan belajar dari mana saja, bukan cuma dari AS.
Ya, mengapa tidak? Aku percaya, dalam 20 tahun mendatang, posisi AS akan
tergusur sebagai negara adidaya. Sekarang pun, para pengamat sudah banyak
memprediksi, akan lahir negara-negara adidaya baru, seperti Cina dan India.
Atau, kalau toh 20 tahun mendatang, AS masih menjadi negara adidaya, maka AS
tidak akan menjadi satu-satunya negara adidaya seperti sekarang. Keberadaan AS
akan diimbangi oleh kekuatan-kekuatan lain. Ada Rusia, Jepang, Uni Eropa,
selain Cina dan India.
Maka, konstelasi dunia di masa depan bukan lagi bersifat unipolar (satu kutub
kekuatan, Amerika Serikat) seperti sekarang, tetapi akan bersifat multipolar.
Yakni, banyak kutub kekuatan.
Pertanyaan krusialnya, di manakah posisi Indonesia pada 20 tahun mendatang?
Apakah kita akan menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan, dalam dunia
yang multipolar tersebut? Ataukah, kita justru jadi negara gagal, akibat
lemahnya kepemimpinan, yang tak punya keberanian, rasa percaya diri, dan visi
ke masa depan? Artinya, Indonesia hanya jadi pasar bagi produk-produk bangsa
lain, dan jadi komoditi yang diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan lain?
Semoga saja, bangsa Indonesia segera menemukan jalur dan arah yang benar, untuk
pulih dari berbagai krisis dan bangkit mengejar ketertinggalan dari
bangsa-bangsa lain. Kini berpulang pada kita semua, apakah kita memang serius
dan siap berjuang untuk mewujudkan impian tersebut? ***
Jakarta, 15 Mei 2008
Satrio Arismunandar
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com
"Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak
kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/