Mas Dede (boleh kan manggil begitu?) :-)

Saya teringat artikel/tulisan soal anak kecil yang jualan tissue..
rasanya masih banyak jalan lain yang halal.. di luar jalan tersebut..

Bahwa kesulitan hidup tiap orang berbeda", setidaknya ada kesepakatan
di kalangan kita bahwa cara tersebut keliru.. dan patut dihindari..
sekuat mungkin..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

2008/5/21 Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]>:

>
> mesti dilihat dulu. melacur karena miskin/terpaksa
> atau karena genit?
>
> mungkin sama dengan mencuri karena lapar.
>
> dalam kasus seperti itu justeru pemimpinnya yang
> harus digantung kan?
>
>
> At 03:11 PM 5/21/2008 +0700, you wrote:
>
> >Apakah rejeki hanya didapat dari menjalani praktek yang demikian?
> >Sedemikian tertutupkan jalan halal bagi masyarakat kita?
> >
> >Wassalam,
> >
> >Irwan.K
> >
> >2008/5/21 Ananto
> ><<mailto:pratikno.ananto%40gmail.com <pratikno.ananto%2540gmail.com>>
> [EMAIL PROTECTED] <pratikno.ananto%40gmail.com>>:
>
> >
> > > Gema Tasbih Pelacur di Surabaya
> > >
> > > Suatu hari ada vestival MTQ khusus untuk para pelacur di kota buaya,
> > > Surabaya, yang ditempatkan di Bangunsari, komplek pelacuran kelas
> populis
> > > terbesar di kota itu. Tiba-tiba seorang pelacur dengan pakaian ketat,
> > > eksotis dan menantang, datang dengan membawa tasbih di arena itu.
> Tasbihnya
> > > terus berputar, sesekali mulutnya komat-kamit, mendesahkan dzikir.
> Sebuah
> > > pemandangan yang ekstrim!
> > >
> > > Acara itu cukup mengundang perhatian publik, sekaligus mengharukan dan
> > > menyayat hati. Betapa tidak, acara itu dimulai dengan pembacaan
> Shalawat
> > > Badar, bak pasukan hendak menuju medan pertempuran. Mereka berkerudung,
> > > sebagian berjilbab, dan sebagian berpakaian layaknya pelacur pula,
> seronok.
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke