*Contoh kecil.. Astaghfirullah..

Wassalam,

Irwan.K
*
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=342177

*Jual Diri Mengejar Rumah
*Minggu, 18 Mei 2008,

Meme, 16, adalah seorang grey chicken alias ayam abu-abu. Seorang siswi SMA
yang merangkap sebagai pekerja seks komersial (PSK). Jumlah anak seperti
Meme itu disebut terus bertambah. Bahkan disebut sudah menyebar di semua
sekolah, juga sampai di tingkat SMP.

Di lingkungan sekolah, Meme (bukan nama sebenarnya) tidak berbeda dari
teman-teman yang lain. Di sekolahnya, sebuah SMA negeri populer di kawasan
Surabaya Timur, Meme justru dikenal sebagai pelajar yang cenderung tidak
banyak tingkah.

Gaya dandan siswi kelas 2 itu jauh dari kesan tidak seronok. Roknya tak
pernah lebih dari satu sentimeter di atas lutut. Benar-benar seperti anak
SMA kebanyakan.

Namun, Meme bukanlah pelajar SMA kebanyakan. Bila tasnya diubek-ubek, tiga
pak kondom selalu tersembunyi di dalamnya. Itu adalah persediaan untuk
menghadapi "program ekstrakurikuler" yang memang berbeda dari anak
kebanyakan.

Ya, Meme adalah seorang grey chicken alias ayam abu-abu. Istilah itu sering
dipakai para hidung belang untuk para siswi SMA yang nyambi sebagai pekerja
seks komersial (PSK).

Di luar sekolah, tampilan Meme memang berubah drastis. Dengan gaya sedikit
bernuansa Harajuku, gadis 170 cm itu terlihat seperti cewek dari keluarga
berada. Dia lebih terkesan seperti mahasiswi berkocek tebal. Baru setelah
diajak berdialog, nada suara dan wawasannya menunjukkan bahwa dia masihlah
pelajar SMA.

Sebenarnya, Meme bukanlah grey chicken kelas A di Surabaya. Tapi, dia
termasuk yang paling tenar. Buktinya, Meme punya jadwal booking cukup padat.
Kadang, butuh waktu beberapa hari sebelum dapat jadwal bersama Meme.
"Sehari, paling sepi aku dapat dua tamu," kata Meme, yang mematok tarif Rp
750 ribu untuk sekali kencan short time (sekitar tiga jam). "Tidak jarang,
sehari bisa dapat lima tamu," ungkapnya.

"Omzet" Meme pun lumayan. "Minim, aku bawa pulang Rp 750 ribu sehari,"
ujarnya.

Pendapatan itu merupakan pendapatan bersih, setelah dipotong uang
operasional seharian (bayar komisi untuk germo, uang taksi, dan makan).
Rata-rata, sehari Meme membawa pulang uang Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
Berarti, *per bulan, Meme punya penghasilan Rp 25 juta sampai Rp 30 juta*.

Setelah setahun menekuni dunia itu, Meme kini hampir mencapai impiannya.
Yaitu, membeli rumah sendiri. "Targetnya, tiga bulan lagi beli rumah tipe 45
yang bagus," ucap Meme, yang menyebut ingin membeli rumah seharga Rp 200
jutaan.

Dia menambahkan, sebenarnya dirinya sudah bisa membeli rumah impian itu dua
bulan lalu. Tapi, ada seorang teman yang menipunya. Uang sekitar Rp 50 juta
amblas dibawa lari. "Terpaksa menabung lagi," ujarnya.
***
Mengapa Meme mau menekuni dunia grey chicken? Latar belakang hidup Meme
sebenarnya klise. Kegadisannya direnggut pacar dua tahun lalu, saat masih
duduk di bangku kelas 3 SMP. Keluarganya juga tergolong broken dan dekat
dengan dunia prostitusi.

"Papi suka main pukul ke Mami. Papi juga jarang pulang, dan aku tahu kalau
Papi suka main cewek," ungkap sulung di antara tiga bersaudara tersebut.

Ketika masih kelas 3 SMP itu pula, Meme menyadari bahwa maminya ternyata
seorang "Mami Ayam" alias muncikari. "Tahunya, ya karena banyak anak buah
Mami yang datang ke rumah," jelasnya.

Meme mengaku bisa memaklumi mengapa maminya sampai menjadi koordinator gadis
panggilan. "Papi tak pernah memberi uang kepada Mami. Malah, lebih sering
minta uang kepada Mami," katanya.

Menurut dia, papinya adalah seorang wirausahawan yang berusaha bangkit
setelah bangkrut ditipu teman empat tahun lalu.

Meme sendiri secara resmi baru menekuni dunia grey chicken itu pada Maret
2007. "Sebelum itu, aku bertemu salah seorang anak buah Mami yang biasa aku
sebut Cece. Aku sering curhat dengan dia, terutama masalah keluarga,"
paparnya.

Akhirnya, karena merasa tertarik, Meme pun memberanikan diri terjun ke dunia
tersebut. "Aku minta kepada Cece. Kalau ada (tamu) yang tertarik, aku mau
menjalaninya," katanya.

Meme menegaskan, dirinya menjalani itu bukan karena kepepet secara ekonomi.
Keluarganya memang broken, tapi tidak kekurangan. "Intinya, aku punya
keinginan. Dan segala keinginan itu bisa diraih melalui kerja begini,"
ucapnya. "Bisa untuk beli handphone, bisa untuk membantu orang tua, dan bisa
beli barang-barang mahal yang tak mungkin dibelikan Papi-Mami," tegasnya.

Begitu mengutarakan niat untuk terjun, Meme tak perlu lama-lama menunggu
orderan pertama. Hanya dalam beberapa hari, Cece memintanya datang ke sebuah
hotel short time di kawasan Surabaya Timur.

Tentu saja, pengalaman pertama menjajakan diri itu sempat membuat Meme
grogi. Namun, pengalaman tersebut sekarang justru menjadi sesuatu yang mampu
menghiburnya, membuatnya tertawa.

Tamu pertama Meme adalah seorang pria paro baya. "Bagaimana tidak ketawa.
Koko (panggilan untuk tamu pertama itu, Red) lima menit sudah keluar,"
ungkapnya.

Tugas pertama itu memberi Meme bayaran Rp 1 juta. Sejak saat itu, segalanya
jadi lebih mudah. Sudah tak terhitung pria hidung belang yang pernah dia
layani. "Mayoritas tamu pertama biasanya berlanjut jadi langganan," urainya.

Sejumlah pengalaman unik pun dialami Meme. Salah satunya, ketika sang tamu
ternyata adalah ayah teman sendiri. "Kaget sekali waktu main ke rumah
temanku itu. Seminggu sebelumnya, bapaknya pernah booking aku," ujar Meme.

Untung, dia cepat menguasai keadaan. Meski kikuk, Meme dan ayah teman itu
bisa bersikap biasa-biasa saja. Baru besoknya, bapak itu menelepon, memohon
supaya Meme tidak bercerita macam-macam. "Tentu saja aku penuhi. Aku pasti
tidak akan cerita. Sama saja bunuh diri itu," tegasnya.
***
Setelah setahun (lebih sedikit), profesi gelap Meme tersebut diketahui
maminya. Kedoknya terbongkar sebulan lalu. "Mami langsung mendudukkanku dan
menginterogasi. Intinya, menasihati macam-macam, jangan sampai seperti anak
buahnya," katanya.

Usut punya usut, yang mengadukan Meme adalah Cece. "Aku tak tahu pasti
sebabnya, mungkin saja karena kalah order," ujarnya.

Begitu ketahuan mami, "jam kerja" Meme pun berubah. Sekarang, dia mendapat
jam malam dari sang mami. "Pukul 22.00 sudah harus pulang. Kalau tidak, bisa
ditelepon terus-menerus sama Mami," ungkapnya.

Karena menghormati sang mami, Meme mematuhi jam malam itu. "Namun, aku tetap
kerja kayak ginian," lanjutnya.

Meme menegaskan, dirinya tidaklah sendirian. Sekarang ada banyak pelajar SMA
yang nyambi sebagai PSK seperti dirinya. "Setahuku, di setiap SMA ada yang
seperti aku. Itu paling sedikit lho," ucapnya. "Wong yang SMP saja juga
mulai banyak," tegasnya.

Meme mengaku tidak tahu persis berapa banyak jumlahnya. Sebab, mereka memang
tidak terorganisasi secara jelas. Ada banyak pintu untuk memesan, ada banyak
penghubung. Sesama grey chicken juga belum tentu saling mengenal.

 "Tidak harus kenal, tapi tahu. Misalnya, kalau lagi jalan-jalan di mal.
Lalu, aku lihat ada anak SMA yang jalan dengan mantan tamuku. Dari situ aku
tahu bahwa dia seperti aku," jelasnya. (bersambung/tim jp)

2008/5/21 Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]>:

>
> mesti dilihat dulu. melacur karena miskin/terpaksa
> atau karena genit?
>
> mungkin sama dengan mencuri karena lapar.
>
> dalam kasus seperti itu justeru pemimpinnya yang
> harus digantung kan?
>
>
> At 03:11 PM 5/21/2008 +0700, you wrote:
>
> >Apakah rejeki hanya didapat dari menjalani praktek yang demikian?
> >Sedemikian tertutupkan jalan halal bagi masyarakat kita?
> >
> >Wassalam,
> >
> >Irwan.K
> >
> >2008/5/21 Ananto
> ><<mailto:pratikno.ananto%40gmail.com <pratikno.ananto%2540gmail.com>>
> [EMAIL PROTECTED] <pratikno.ananto%40gmail.com>>:
>
> >
> > > Gema Tasbih Pelacur di Surabaya
> > >
> > > Suatu hari ada vestival MTQ khusus untuk para pelacur di kota buaya,
> > > Surabaya, yang ditempatkan di Bangunsari, komplek pelacuran kelas
> populis
> > > terbesar di kota itu. Tiba-tiba seorang pelacur dengan pakaian ketat,
> > > eksotis dan menantang, datang dengan membawa tasbih di arena itu.
> Tasbihnya
> > > terus berputar, sesekali mulutnya komat-kamit, mendesahkan dzikir.
> Sebuah
> > > pemandangan yang ekstrim!
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke