Salam,

Tolong jangan sering-sering pamer kebodohan. Memalukan. Yang 
bergabung di milis ini bukan orang-orang bodoh dan lugu, dan bukan 
orang yang asal telan pendapat orang lain. 
Demokrasi itu dicetuskan manusia, dan sebagai bejana dalam air, 
demokrasi bisa mengikuti bentuk negara yang memakainya. Demokrasi 
Liberal di Amerika beda dengan demokrasi negara-negara Eropa. Beda 
lagi dengan demokrasi ala Asia. Bahkan sesama negara Asia demokrasi 
yang diterapkan bisa berbeda-beda. 
Demokrasi dicetuskan dan disusun oleh manusia. Itu istimewanya. Bisa 
diamandemen, bisa dikoreksi, secara berkala disempurnakan, dan tak 
ada yang menyatakan yang paling tahu demokrasi. Di zaman Orde Baru 
ada Soeharto yang mengklaim paling tahu demokrasi dan paling tahu 
Panscasila. Untunglah, doi udah lewat, udah "dead". Udah "game"! 
Mayoritas negara di muka bumi, khususnya negara-negara yang maju dan 
beradab, menerapkan sistem pemerintahan demokratis dengan berbagai 
bentuk dan kelasnya. Bentuk negara lain yang populer adalah 
sosialisme dan komunisme.  
FPI memang harus dibubarkan, karena brutal, tidak bisa berwacana 
dalam alam demokratis. Merasa paling benar, dan memonopoli kebenaran. 
Akhmadiyah dipertahankan karena tidak anarkis dan tidak mengganggu 
umat lain. FPI yang selama ini kelojotan karena kalah saingan, 
cemburu, dan mengembangkan premanisme berbungkus agama, dengan kalap 
memusuhi Ahmadiyah. 
FPI bisa menjadi bagian dari pluralisme, kebinekaan Indonesia, asal 
mau berwacana dalam wawasan demokratis yang menjunjung kesantunan, 
dan ruang pendapat bagi orang lain. Bila mampu melepaskan jubah dan 
naluri premanismenya yang mengatas-namakan agama, memonopoli 
kebenaran, dan sudi menghilangkan aksi-aksi anarkisnya. 

Wassalam,



Dimas. 






--- In [email protected], "sipitung68" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> forward aja aah! bagus nih tulisan temen yg msh waras..
> 
> 
> Kekerasan Atas Nama Demokrasi
> 
> Demokrasi itu penuh paradoks: mengajarkan tentang kebebasan,
> namun juga menuntut kita untuk menghargai hak orang lain. Hasilnya
> adalah wajah-wajah hipokrit dalam bentuk manusia, negara atau 
lembaga.
> Bush Jr, AS, Israel, dan Barat pada umumnya adalah contoh 
kemunafikan
> demokrasi dalam wujud manusia dan negara. Di negeri ini, sosok 
serupa
> juga banyak ditemui. Mereka menganjurkan kebebasan, pluralisme.
> Ironisnya, perilaku mereka tak merepresentasikan hal tersebut.
> Bagaimana mungkin kita menyebut demokratis jika di suatu kesempatan
> ada orang menuntut untuk tidak membubarkan Ahmadiyah, namun
> di saat yang sama, ia juga memaksa pemerintah membubarkan MUI dan 
FPI?
> 
> FPI diduga keras telah melakukankekerasan fisik. Tapi, bukankah 
mereka
> yang mengatas namakan HAM dan demokrasi juga telah melakukan 
kekerasan
> verbal, yang memiliki dampak tak kalah hebatnya dengan kekerasan 
fisik???
> 
> Ah, mungkin Winston Churchill di alam kuburnya tersenyum kecil 
melihat
> wajah dunia dan Indonesia khususnya, akhir-akhir ini. Ternyata, 
benar
> apa yang ia katakan: Demokrasi adalah pilihan terburuk dari sebuah
> rezim atau pemerintahan...
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke