Sudah hampir setahun ga melihat-lihat kesini, masih aja rame dgn
masalah beginian: si kafir vs si suci. hehehe.
sama juga dengan kondisi indonesia.
milis ini adalah skala mikro dari negeri kita.
ada yg ngaku paling bener. ad yg ngaku ingin bebas. ada yg ngaku suci.

cuma masalahnya satu:
entah ada pihak2 yg disokong yahudi, orang bule, kresten, kapitalis
dll, apa iya bisa seenak udel dikemplang? dipukul? lalu dibakar rumah
ibadahnya?
kalo ngaku punya agama yg membawa kedamaian, apa iya caranya dgn
perang-perangan begini? ancam mengancam, bakar membakar...
berarti ini semua kontradiktif dgn pengakuan yg 'katanya' membawa
damai bagi sesama?

think...




> 
> --- In [email protected], "masdimas62" <masdimas62@> wrote:
> >
> > Salam,
> > 
> > Tolong jangan sering-sering pamer kebodohan. Memalukan. Yang 
> > bergabung di milis ini bukan orang-orang bodoh dan lugu, dan bukan 
> > orang yang asal telan pendapat orang lain. 
> > Demokrasi itu dicetuskan manusia, dan sebagai bejana dalam air, 
> > demokrasi bisa mengikuti bentuk negara yang memakainya. Demokrasi 
> > Liberal di Amerika beda dengan demokrasi negara-negara Eropa. Beda 
> > lagi dengan demokrasi ala Asia. Bahkan sesama negara Asia demokrasi 
> > yang diterapkan bisa berbeda-beda. 
> > Demokrasi dicetuskan dan disusun oleh manusia. Itu istimewanya. Bisa 
> > diamandemen, bisa dikoreksi, secara berkala disempurnakan, dan tak 
> > ada yang menyatakan yang paling tahu demokrasi. Di zaman Orde Baru 
> > ada Soeharto yang mengklaim paling tahu demokrasi dan paling tahu 
> > Panscasila. Untunglah, doi udah lewat, udah "dead". Udah "game"! 
> > Mayoritas negara di muka bumi, khususnya negara-negara yang maju dan 
> > beradab, menerapkan sistem pemerintahan demokratis dengan berbagai 
> > bentuk dan kelasnya. Bentuk negara lain yang populer adalah 
> > sosialisme dan komunisme.  
> > FPI memang harus dibubarkan, karena brutal, tidak bisa berwacana 
> > dalam alam demokratis. Merasa paling benar, dan memonopoli kebenaran. 
> > Akhmadiyah dipertahankan karena tidak anarkis dan tidak mengganggu 
> > umat lain. FPI yang selama ini kelojotan karena kalah saingan, 
> > cemburu, dan mengembangkan premanisme berbungkus agama, dengan kalap 
> > memusuhi Ahmadiyah. 
> > FPI bisa menjadi bagian dari pluralisme, kebinekaan Indonesia, asal 
> > mau berwacana dalam wawasan demokratis yang menjunjung kesantunan, 
> > dan ruang pendapat bagi orang lain. Bila mampu melepaskan jubah dan 
> > naluri premanismenya yang mengatas-namakan agama, memonopoli 
> > kebenaran, dan sudi menghilangkan aksi-aksi anarkisnya. 
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > 
> > 
> > Dimas. 
> > 
> > 
> > 
> > 

Kirim email ke