Sebagai spesies masa lalu, Si Pitung benar-benar sempurna. Selain bodoh juga muka badak. Di negeri-negeri yang sudah maju dan jadi macam Asia, seperti Jepang, Hong Kong, Taiwan dan Korea, spesies Si Pitung sudah punah. Paling jadi tonotan di bioskop murahan dan acara teve siang. Muncul "ajrut-ajrutan" sambil angkat dua tangan, muka melongo. Di sini ? Cuman jadi pasarasit. Indonesia gak maju-majuu karena masih ada makhluk benalu seperti Pitung. Gak waras, asal mangap, dan cengengesan aja kerjanya.
Dimas --- In [email protected], "sipitung68" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > haha..memangnya ini milist milik mbah mu apa? inilah demokrasi, > keberagaman apalah inilah itulah masa' sekedar tulisan, artikel mau > dicekal, mentang2 ga sesuai dg metodelogi ketidakwarasan. Jangan gitu > donk mas? katanya negri demokrasi.. > khan udh saya katakan berkali-kali, kekerasan bukan ajaran islam, tp > cara-cara kekerasan spt apa yg dibolehkan dlm islam? hehe..indonesia > aja ga merdeka kalo TIDAK MENGGUNAKAN KEKERASAN, sederhana khan? > maka ne ga usah malu-maluin diri sendiri, teriak2 demokrasi tp ga > terima, ga legowo dg tulisan-artikel yg 'berbeda' hehe mas dimas..mas > dimasUKIN.. > > > > --- In [email protected], "masdimas62" <masdimas62@> wrote: > > > > Salam, > > > > Tolong jangan sering-sering pamer kebodohan. Memalukan. Yang > > bergabung di milis ini bukan orang-orang bodoh dan lugu, dan bukan > > orang yang asal telan pendapat orang lain. > > Demokrasi itu dicetuskan manusia, dan sebagai bejana dalam air, > > demokrasi bisa mengikuti bentuk negara yang memakainya. Demokrasi > > Liberal di Amerika beda dengan demokrasi negara-negara Eropa. Beda > > lagi dengan demokrasi ala Asia. Bahkan sesama negara Asia demokrasi > > yang diterapkan bisa berbeda-beda. > > Demokrasi dicetuskan dan disusun oleh manusia. Itu istimewanya. Bisa > > diamandemen, bisa dikoreksi, secara berkala disempurnakan, dan tak > > ada yang menyatakan yang paling tahu demokrasi. Di zaman Orde Baru > > ada Soeharto yang mengklaim paling tahu demokrasi dan paling tahu > > Panscasila. Untunglah, doi udah lewat, udah "dead". Udah "game"! > > Mayoritas negara di muka bumi, khususnya negara-negara yang maju dan > > beradab, menerapkan sistem pemerintahan demokratis dengan berbagai > > bentuk dan kelasnya. Bentuk negara lain yang populer adalah > > sosialisme dan komunisme. > > FPI memang harus dibubarkan, karena brutal, tidak bisa berwacana > > dalam alam demokratis. Merasa paling benar, dan memonopoli kebenaran. > > Akhmadiyah dipertahankan karena tidak anarkis dan tidak mengganggu > > umat lain. FPI yang selama ini kelojotan karena kalah saingan, > > cemburu, dan mengembangkan premanisme berbungkus agama, dengan kalap > > memusuhi Ahmadiyah. > > FPI bisa menjadi bagian dari pluralisme, kebinekaan Indonesia, asal > > mau berwacana dalam wawasan demokratis yang menjunjung kesantunan, > > dan ruang pendapat bagi orang lain. Bila mampu melepaskan jubah dan > > naluri premanismenya yang mengatas-namakan agama, memonopoli > > kebenaran, dan sudi menghilangkan aksi-aksi anarkisnya. > > > > Wassalam, > > > > > > > > Dimas. > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], "sipitung68" <sipitung68@> wrote: > > > > > > forward aja aah! bagus nih tulisan temen yg msh waras.. > > > > > > > > > Kekerasan Atas Nama Demokrasi > > > > > > Demokrasi itu penuh paradoks: mengajarkan tentang kebebasan, > > > namun juga menuntut kita untuk menghargai hak orang lain. Hasilnya > > > adalah wajah-wajah hipokrit dalam bentuk manusia, negara atau > > lembaga. > > > Bush Jr, AS, Israel, dan Barat pada umumnya adalah contoh > > kemunafikan > > > demokrasi dalam wujud manusia dan negara. Di negeri ini, sosok > > serupa > > > juga banyak ditemui. Mereka menganjurkan kebebasan, pluralisme. > > > Ironisnya, perilaku mereka tak merepresentasikan hal tersebut. > > > Bagaimana mungkin kita menyebut demokratis jika di suatu kesempatan > > > ada orang menuntut untuk tidak membubarkan Ahmadiyah, namun > > > di saat yang sama, ia juga memaksa pemerintah membubarkan MUI dan > > FPI? > > > > > > FPI diduga keras telah melakukankekerasan fisik. Tapi, bukankah > > mereka > > > yang mengatas namakan HAM dan demokrasi juga telah melakukan > > kekerasan > > > verbal, yang memiliki dampak tak kalah hebatnya dengan kekerasan > > fisik??? > > > > > > Ah, mungkin Winston Churchill di alam kuburnya tersenyum kecil > > melihat > > > wajah dunia dan Indonesia khususnya, akhir-akhir ini. Ternyata, > > benar > > > apa yang ia katakan: Demokrasi adalah pilihan terburuk dari sebuah > > > rezim atau pemerintahan... > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > >

