masalahnya, udah ada atau belom kesadaran utk 'berhukum'?
hehehe...
orang2 di negara ini kan aneh, hobi bgt bikin aturan, hukum, norma
sosial, dll tapi semuanya itu dilanggar sendiri.

ambil contoh, silahkan buka di youtube tentang kotbah sekjen FPI si
sobri lubis, disitu bisa dilihat dia mengajak umat islam utk memerangi
dan membunuh anggota ahmadiyah dimanapun mereka berada. katanya; "kalo
ahmadiyah tidak kembali ke akidah islam yg bener, kita perangin
ahmadiyah, bunuh ahmadiyah!! kita bersihkan ahmadiyah dari indonesia!
darah ahmadiyah halal untuk ditumpahkan! persetan dgn HAM, tai kucing
itu HAM, kalo ada yg bunuh ahmadiyah, bilang ustad sobri lubis yang
suruh, bilang habib rizieq yg suruh!  ga usah takut!!"

sudah jelas, di negara ini ada UU yg mengatur ttg penyebaran
kebencian, perintah pembunuhan, dll ... tapi utk mereka (FPI) tetap
aja ga berlaku. karena kebanyakan orang pada takut.

jadi beginilah, kalo pemerintah gak punya nyali, preman lah yg lama2
mengatur negara.
tapi ketika makhluk2 FPI ini balik digempur oleh geng lain (preman
penjaga bar, kafe, prostitusi), maka dengan mudahnya mereka ngumpet ke
pantat polisi minta dilindungin.  mereka bilang ada pelanggaran dgn
diserangnya FPI.

aneh... sungguh menjijikan!

tapi apa dikata, sebagian besar anggota mereka jg orang2 terbelakang,
ga sekolah tinggi, ga punya duit, orang2 marginal yg ga punya keahlian
khusus, ga ada kerjaan, dan yg pasti kebanyakan dikibulin oleh
pemimpinnya (dikibulin kok seneng).

katanya mau membangun akhlak, nyatanya malah ngawur, vigilante, dan
menyebar luaskan kebencian di kalangan muslim sendiri.

memang taktik kumpeni betul2 canggih, ajaran orang2 bule itu tentang
'devide et impera' sudah sangat baik diterapkan oleh FPI.

sekian.




--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sabar mas, membina negara berdasar hukum memang tak mudah. 
> 
> Amerika memerlukan ratusan tahun, negara negara Eropa malah ribuan 
> tahun. Kita ingat bilamana Inggris memaklumatkan Magna Charta 
> Libertatum: 1215!.
> 
> Yang sangat menentukan, mengapa kekerasan masih laku, adalah fakta, 
> bahwa bangsa ini kebanyakan masih terdiri dari generasi muda yang tak 
> berpendidikan dan menganggur. Pegangannya celurit, yang adalah untuk 
> memotong rumput!
> 
> Hanya bangsa yang sudah matang, cerdas dan berpendidikan cukup (dan 
> berpendapatan cukup) menghargai peradaban. bangsa kita masih model 
> Ken Arok...
> 
> Jalan masih jauh mas. There is a long way to Tipperarry, there is a 
> long way to go..
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Alvin Daniel" <alvindaniel_net@> 
> wrote:
> >
> > prediksi saya: manusia satu itu gak akan dihukum apapun, kalau pun
> > dihukum gak akan berat...
> > karena yg berdiri dibelakangnya jg yg empunya hukum negara ini.
> > 
> > 
> 

Kirim email ke