Innalillahi wa inna ilaihi roji’un
Telah berpulang ke Rahmatullah, setelah koma 1 bulan kawan Maftuh Fauzi
(FADER) mahasiswa angkatan 2003 ABA UNAS. Korban represifitas aparat dan
kekerasan Negara terhadap demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM di UNAS.
Semoga amal ibadahnya diterima di Sisi Nya dan keluarga serta sanak saudara
yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Amin3x.
Kami dari Kawan-kawan SKMR (Solidaritas Kaum Muda untuk Rakyat) ikut berduka
cita atas meninggalnya kawan Maftuh Fauzi. Dengan kepergian kawan kita ini akan
menjadi sebuah pelecut semangat kami untuk terus mengobarkan perjuangan
pembebasan rakyat. Karena tindakan represifitas aparat tidak akan pernah mampu
melumpuhkan gelora perlawanan rakyat. HIdup RaKyat!!!
Pernyataan Sikap SKMR Terhadap kenaikan Harga BBM
Tanggal 23 mei 2008 Pemerintahan SBY-JK merealisasikan “kebijakan” menaikkan
harga BBM sebesar 28%. “ Kebijakan” ini telah mengakibatkan efek domino yang
sungguh luar biasa bagi kehidupan rakyat diseluruh Indonesia, terutama bagi
masyarakat tingkat ekonomi menengah ke bawah. Ketika harga BBM naik, bisa
dipastikan harga-harga di sektor lain juga akan naik. Kenaikan harga yang tidak
terkendali ini membuat kegelisahan yang mendalam pada sebagian besar rakyat
Indonesia yang khawatir tidak lagii mampu mempertahankan keberlangsungan
hidupnya. Di saat ekonomi semakin terpuruk, daya beli merosot tajam,
meningkatnya anak putus sekolah dan pemutusan hubungan kerja sebagai dampak
kenaikan harga BBM, akan memperpanjang episode penderitaan rakyat.
Dampak kenaikan harga BBM ini tidak terkecuali juga berimbas pada sektor
pendidikan. Ditengah perjuangan rakyat untuk memperoleh akses pendidikan yang
semakin mahal saja, sekarang mereka makin ditambahi beban lagi untuk memikirkan
beratnya penghidupan sehari-hari terkait dengan meningkatnya makin melambungnya
harga-harga kebutuhan bahan pokok. Rakyat berada dalam simalakama, antara
memilih pendidikan atau penghidupanya. BKM ( Bantuan Khusus Mahasiswa) yang
selama ini digembor-gemborkan pemerintah sebagai solusi akan kesenjangan akses
pendidikan, hanya manipulasi belaka. Kebutuhan pendidikan Indonesia hari ini
bukanlah BKM melainkan pendidikan yang muruh atau bahkan kalau bisa gratis bagi
seluruh lapisan masyarakat.
Memang watak elit pemerintahan kita hari ini lebih takut pada tuan WTO, World
Bank dan IMF (sahamnya dikuasai oleh perusahaan-perasahaan multinasional)
daripada rakyatnya sendiri. Ketika mereka diperintah untuk menyesuaikan harga
BBM dengan standar internasional mereka menurut saja walaupun itu akan
menimbulkan kesengsaraan pada rakyatnya. Padahal kalau pemerintah negeri ini
mau berani mengambil langkah, kebijakan kenaikan BBM atau mahalnya biaya
pendidikan tidak akan terjadi. Salah satunya yaitu dengan melakukam
nasionalisasi sector tambang Indonesia. Nasionalisasi ladang-ladang tambang
yang selama ini dikuasai perusahaan asing merupakan langkah menuju kemandirian
bangsa lepas dari jebakan penjajahan asing. Setelah itu hasilnya dapat
digunakan untuk miningkatkan kesejahteraan rakyat termasuk dalam hal ini sector
pendidikan
Pemerintah konsisten, yakni nekan rakyat dan menjual kekayaan negara. Mereka
leluasa berbuat, presiden dan wapres merasa tidak bisa diturunkan karena
dipilih langsung oleh rakyat, dan DPR diam. Teori check dan balances hanyalah
omong kosong.
Di sisa-sisa masa pemerintahannya, SBY-JK bukannya berupaya kongkrit untuk
memenuhi janji-janjinya menyejahterakan rakyat, malahan masing-masing sibuk
tebar pesona menggalang dukungan untuk bisa berkuasa lagi melalui pemilu 2009.
Kunjungan-kunjungan ke daerah dengan alasan silaturahim, menunjukkan ketatnya
persaingan para pejabat untuk mendongkrak popularitas, meraih dukungan dan
menggalang kekuatan untuk kepentingan pemilu 2009.
Sudah dapat dibayangkan bahwa rezim SBY-JK tidak akan mampu dan dengan
demikian tidak akan begitu peduli dengan perbaikan ekonomi rakyat. Retorika
SBY-JK bahwa akan melaksanakan kebijakan pro-rakyat, fokusnya sudah terpecah
dengan semakin dekatnya pemilu. Segala sumber daya akan dimobilisasi dengan
berbagai cara oleh para elite politik untuk biaya kampanye pemenangan pemilu,
baik pemilu legislatif maupun pilpres.
Sementara itu kebijakan-kebijakan ekonomi rezim SBY-JK yang berorientasi pada
pasar dunia serta ketergantungan akan investasi asing, semakin mengokohkan
cengkeraman neoliberalisme di Indonesia . Pada hakekatnya rezim SBY-JK adalah
wakil terpusat dari kekuatan pemodal besar (Kapitalis) yang akan selalu
menjarah habis-habisan seluruh potensi sumber daya Alam, ekonomi dan manusia di
nageri ini.
Oleh karenanya, kami dari Solidaritas Kaum Muda untuk Rakyat (SKMR) mengajak
kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa,buruh, petani, nelayan, pemuda, rakyat
miskin kota dan seluruh elemen rakyat untuk bergabung, bergandengan tangan,
menyatukan tekad dan langkah dalam menuntut pemerintah:
PENDIDIKAN MURAH UNTUK RAKYAT ( Bahwa pendidikan adalah hak segala
warga Negara. Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pendidikan secara
merata dan mudah di akses oleh segenap lapisan masyarakat.
TURUNKAN HARGA BBM ( Bahwa kenaikan harga BBM secara nyata makin
menyengsarakan kehidupan elemen rakyat mulai Buruh, Petani, Nelayan,
Mahasiswa maupun kaum miskin kota. Selain itu kebijakan tersebut merupakan
perwujudan watak pemerintah yang lebih berpihak kepada pemodal asing
daripada rakyatnya sendiri)
HENTIKAN REPRESIFITAS APARAT TERHADAP AKSI-AKSI MAHASISWA ( Bahwa
tindakan aparat selama ini dalam menangani aksi demonstrasi mahasiswa
lebih mengedepankan tindakan kekerasan. Hal itu semakin menyakinkan kita
bahwa pemerintah negara hari ini adalah pemerintahan fasis dan aparat
negeri ini tak ubahnya anjing penjaga modal asing)
ADILI APARAT PELAKU PENYERANGAN TERHADAP AKSI MAHASISWA UNAS (Yang
telah mengakibatkan timbulnya korban jiwa dengan meninggalnya Maftuh Fauzi)
MELARANG APARAT TNI/POLRI/BIN MASUK KAMPUS
Kobarkan Api Semangat Juang Pembebasan Rakyat
Bangun Jiwa Solidaritas Perlawanan Rakyat
Kaum Muda Bersatu untuk Masa Depan Mulia
---------------------------------
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
[Non-text portions of this message have been removed]