yah bginilah kelakuan si tikus2 liberal, suseh dibilanginnye, udh tulisannye
kaga berbobot, suka nyatut eh dipukulin mewek, auh ah gelap!
Nabiku Sayang ...
oleh: AKMAL
assalaamualaikum wr. wb.
Namanya Isa as. Beliau lahir dari keluarga yang sangat terhormat. Kakeknya
(Imran) disebut-sebut di dalam Al-Quran dengan predikat yang sangat mulia.
Dari keluarga yang mulia itu lahirlah anak perempuan yang diberi nama Maryam.
Ia dibesarkan di tempat ibadah oleh Nabi Zakaria as., seorang Nabi yang amat
mulia pula. Di
kemudian hari, dengan kebesaran Allah SWT, Maryam mengandung seorang
anak tanpa pernah disentuh oleh seorang lelaki pun sebelumnya. Maka lahirlah
Nabi Isa as.
Bagi Allah SWT, menciptakan seorang manusia tanpa ayah tidaklah sulit.
Perumpamaannya adalah seperti Nabi Adam as., sang manusia pertama, yang
diciptakan tanpa ayah dan tanpa ibu.. Akan tetapi, dalam pandangan manusia,
dan menurut standar manusia biasa, hal ini memang luar biasa, bahkan mengundang
fitnah. Karena lahir tanpa ayah, Nabi Isa as. dan ibunya kemungkinan besar
juga dicemooh oleh kaumnya. Inilah salah satu tantangan dakwah beliau.
Kehidupan Nabi yang tercinta ini memang tak pernah jauh dari kesulitan. Beliau
diberi tugas untuk mendakwahi umat yang bukan main keras kepalanya. Entah
sudah berapa banyak Nabi dan Rasul yang diutus kepada mereka, namun mereka
tetap pada sikap bejatnya. Allah SWT telah mengutus Nabi Musa as. dan Nabi
Harun as. dynamic duo yang tiada bandingan pada masanya untuk membebaskan
mereka dari kezaliman bangsa Mesir. Sudah diselamatkan dari ujung tanduk pun,
mereka masih saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Allah telah mengutus Nabi
Daud as. sebagai pemimpin mereka, dan Nabi Sulaiman as. yang telah membesarkan
kerajaan mereka. Kini di tengah-tengah mereka ada keluarga Imran, Nabi Zakaria
as., Nabi Yahya as., Maryam, dan telah lahir pula Nabi Isa as. Barangkali
hanya Bani Israil saja yang mengecap kenikmatan untuk hidup bersama tiga orang
Nabi dalam satu jaman. Sayangnya, Bani Israil tetaplah Bani Israil.. Sebagian
besarnya tidak mau mengikuti
arahan para Nabi.
Mimpi Bani Israil dari masa ke masa tetap sama. Mereka mengimpikan Mesiah,
sang Nabi yang akan memimpin mereka ke puncak kejayaan. Akan tetapi, ketika
risalah harus berbenturan dengan hawa nafsu, maka Bani Israil selalu
memenangkan yang terakhir. Mereka bangun berhala ketika Nabi Musa as. pergi,
sementara Nabi Harun as. tidak mereka acuhkan keberadaannya. Sebagian
besar dari mereka membiarkan Nabi Daud as. berjuang bersama sedikit
pengikutnya, sedangkan mereka mengembangkan sihir sepeninggal Nabi
Sulaiman as. Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as. bahkan hendak mereka bunuh.
Kisah dakwah Nabi Isa as. memang tak pernah mulus. Beliau berhadapan dengan
kaum yang paling egosentris. Jangankan Nabi dari bangsa lain, dari bangsanya
sendiri pun mereka dustakan. Serangan dari pihak musuh tidak seberapa
menyakitkan dibandingkan tikaman dari saudara sendiri.. Demikianlah kepedihan
Nabi Isa as. dalam perjuangan dakwahnya.
Tidak hanya diganggu sepanjang hidupnya, beliau pun menjadi korban fitnah yang
amat memilukan. Berulangkali
beliau mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan tidak
menyekutukan-Nya dengan yang lain, namun ada saja yang bertindak
berlebihan dan menganggapnya sebagai anak Tuhan. Kitab Injil yang telah
diwariskannya direvisi terus-menerus, bahkan hingga dua ribu tahun sesudah
kepergiannya. Kitab
yang tadinya mulia kini dipenuhi oleh cerita-cerita tak bermoral,
sementara para Nabi pendahulunya dikisahkan dengan sangat buruk. Mengenai
pemalsuan kisah dan identitas Nabi Isa as. telah dijelaskan dengan sangat tegas
di dalam Al-Quran. Hal ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi umatnya Nabi
Muhammad saw.
Yang
paling menyakitkan barangkali adalah ketika beliau dikhianati oleh
pewaris sahnya sendiri, yaitu umat Islam yang mengikuti risalah Nabi Muhammad
saw. dan mensucikan risalah Nabi Isa as. Umat
Islam seharusnya menjadi penegak kebenaran, dan setiap pemeluknya
haruslah menjadi agen-agen yang menyampaikan kebenaran tentang Nabi Isa
as. Apa dinyana, dari tubuh umat Islam sekarang ini justru muncul pihak-pihak
yang ikut-ikutan memfitnah beliau.
Setiap
menjelang Hari Raya Natal Hari Rayanya umat Kristiani selalu muncul
polemik tentang kehalalan mengucapkan Selamat Natal kepada yang
merayakannya. Ada yang berpikiran naif bahwa
ucapan ini akan membantu menjaga kerukunan umat beragama, ada juga yang
didorong oleh rasa bersalah karena umat Kristiani juga ikut mengucapkan
Mohon maaf lahir dan batin atau Minal Aidin pada Hari Raya Idul Fitri.
Pada hakikatnya masalah ini diputar disitu-situ saja, dan tak ada perkembangan
argumen yang berarti.
Masalah sebenarnya adalah pada identitas atau jati diri seorang Nabi yang mulia
dan dicintai sepenuh hati oleh umat Islam. Di satu sisi adalah Nabi Isa as.,
seorang Rasul yang mulia, mengajarkan tauhid, tidak menyekutukan Allah SWT,
bukan anak Tuhan, dan tidak mati disalib. Di
sisi lain adalah Yesus Kristus, sang anak Tuhan, bagian dari konsep
trinitas, dan mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia. Kedua jati
diri ini tak mungkin dipersamakan. Masing-masing
umat beragama boleh mempercayai versinya sendiri, namun tak boleh
memaksa umat lain untuk meyakini versinya sendiri. Umat
Islam tidak pernah memaksa umat Kristiani menganggap Yesus sebagai
seorang Nabi, dan sebaliknya, tak boleh ada yang memaksa umat Islam
untuk menganggap Nabi Isa as. itu sama dengan Yesus Kristus. Bahkan menyamakan
kedua identitas ini adalah sebuah tindakan yang sangat rancu dan sangat tidak
pantas.
Setiap orang tidak ingin dikenali dengan identitas yang bukan miliknya. Sebuah
ucapan yang dianggap pujian bisa ditanggapi sebagai sebuah penghinaan,
karena sesuatu yang baik bagi seseorang bisa jadi buruk bagi orang lain.
Sebagai contoh, lihatlah ucapan-ucapan di bawah ini :
* Kami ucapkan selamat kepada Bapak Tifatul Sembiring atas
pengangkatan beliau sebagai Ketua Umum PDIP!
* Selamat ya ustadz Adian Husaini, akhirnya Anda berhasil menduduki
jabatan sebagai Koordinator JIL!
* Selamat ya Akmal, akhirnya Anda mendapat hidayah untuk menjadi
penganut agama Ahmadiyah!
Ketiga
ucapan ini jelas salah alamat karena Tifatul Sembiring bukan Ketua Umum
PDIP (dan nyaris tak mungkin menjadi Ketua Umum PDIP), Adian Husaini
nyaris tak mungkin menjadi koordinator JIL (karena perbedaan ideologi
yang sangat mencolok), dan saya insya Allah takkan pernah memeluk agama
Ahmadiyah nauudzubillaah! Ucapan
selamat di atas lebih mirip penghinaan, padahal identitas yang
dipalsukan hanyalah identitas Tifatul Sembiring sebagai Presiden PKS,
identitas Adian Husaini sebagai musuhnya JIL, dan identitas saya
sebagai Muslim. Apa jadinya jika identitas seorang Nabi kita palsukan?
Dengan sendirinya, ketika seorang Muslim mengucapkan Selamat Natal, maka
telah terjadi kerancuan identitas di sana. Apakah Nabi Isa as. hendak difitnah
sebagai oknum yang sama dengan Yesus Kristus? Apakah Nabi Isa as. yang
mati-matian memperjuangkan tauhid malah difitnah sebagai anak Tuhan? Apakah
Nabi Isa as. yang selamat dari kepungan musuh dituduh sebagai oknum yang mati
disalib untuk menebus dosa umat manusia? Apakah wajar bagi seorang Muslim
untuk memfitnah Nabinya sendiri sedemikian rupa?
Duh, Nabiku sayang...
wassalaamualaikum wr. wb.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/