Menang debat nggak mungkin. Golok? dari plastik kan nggak apa apa? 
Lumayan kan buat pertunjukan ondel ondel betawi.. ha ha


--- In [email protected], Ardi Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rasanya sia-sia kalau nanggapi yang beginian. Karena kalau kalah 
debat biasanya juga terus ngeles &  ganti alamat email, atau 
intimidasi pakai bahasa golok rompalnya. 
> 
> Salam ngeles
> 
> Ardist
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: si pitung <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, June 24, 2008 2:30:53 PM
> Subject: [ppiindia] Nabiku Sayang ...
> 
> yah bginilah kelakuan si tikus2 liberal, suseh dibilanginnye, udh 
tulisannye kaga berbobot, suka nyatut eh dipukulin mewek, auh ah 
gelap!
> 
> 
> 
> Nabiku Sayang ...
> oleh: AKMAL
> 
> 
> assalaamu'alaikum wr. wb.
> 
> Namanya Isa as.  Beliau lahir dari keluarga yang sangat terhormat.  
Kakeknya (Imran) disebut-sebut di dalam Al-Qur'an dengan predikat 
yang sangat mulia.  Dari keluarga yang mulia itu lahirlah anak 
perempuan yang diberi nama Maryam.  Ia dibesarkan di tempat ibadah 
oleh Nabi Zakaria as., seorang Nabi yang amat mulia pula.  Di
> kemudian hari, dengan kebesaran Allah SWT, Maryam mengandung seorang
> anak tanpa pernah disentuh oleh seorang lelaki pun sebelumnya.  
Maka lahirlah Nabi Isa as.
> 
> Bagi Allah SWT, menciptakan seorang manusia tanpa ayah tidaklah 
sulit.  Perumpamaannya adalah seperti Nabi Adam as., sang manusia 
pertama, yang diciptakan tanpa ayah dan tanpa ibu..  Akan tetapi, 
dalam pandangan manusia, dan menurut standar manusia biasa, hal ini 
memang luar biasa, bahkan mengundang fitnah.  Karena lahir tanpa 
ayah, Nabi Isa as. dan ibunya kemungkinan besar juga dicemooh oleh 
kaumnya.  Inilah salah satu tantangan dakwah beliau.
> 
> Kehidupan Nabi yang tercinta ini memang tak pernah jauh dari 
kesulitan.  Beliau diberi tugas untuk mendakwahi umat yang bukan main 
keras kepalanya.  Entah sudah berapa banyak Nabi dan Rasul yang 
diutus kepada mereka, namun mereka tetap pada sikap bejatnya.  Allah 
SWT telah mengutus Nabi Musa as. dan Nabi Harun as. – dynamic duo 
yang tiada bandingan pada masanya – untuk membebaskan mereka dari 
kezaliman bangsa Mesir.  Sudah diselamatkan dari ujung tanduk pun, 
mereka masih saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.  Allah telah 
mengutus Nabi Daud as. sebagai pemimpin mereka, dan Nabi Sulaiman as. 
yang telah membesarkan kerajaan mereka.  Kini di tengah-tengah mereka 
ada keluarga Imran, Nabi Zakaria as., Nabi Yahya as., Maryam, dan 
telah lahir pula Nabi Isa as.  Barangkali hanya Bani Israil saja yang 
mengecap kenikmatan untuk hidup bersama tiga orang Nabi dalam satu 
jaman.  Sayangnya, Bani Israil tetaplah Bani Israil..  Sebagian 
besarnya tidak mau mengikuti
> arahan para Nabi.
> 
> Mimpi Bani Israil dari masa ke masa tetap sama.  Mereka mengimpikan 
Mesiah, sang Nabi yang akan memimpin mereka ke puncak kejayaan.  Akan 
tetapi, ketika risalah harus berbenturan dengan hawa nafsu, maka Bani 
Israil selalu memenangkan yang terakhir.  Mereka bangun berhala 
ketika Nabi Musa as. pergi, sementara Nabi Harun as. tidak mereka 
acuhkan keberadaannya.  Sebagian
> besar dari mereka membiarkan Nabi Daud as. berjuang bersama sedikit
> pengikutnya, sedangkan mereka mengembangkan sihir sepeninggal Nabi
> Sulaiman as.  Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as. bahkan hendak 
mereka bunuh.
> 
> Kisah dakwah Nabi Isa as. memang tak pernah mulus.  Beliau 
berhadapan dengan kaum yang paling egosentris.  Jangankan Nabi dari 
bangsa lain, dari bangsanya sendiri pun mereka dustakan.  Serangan 
dari pihak musuh tidak seberapa menyakitkan dibandingkan tikaman dari 
saudara sendiri..  Demikianlah kepedihan Nabi Isa as. dalam 
perjuangan dakwahnya.
> 
> Tidak hanya diganggu sepanjang hidupnya, beliau pun menjadi korban 
fitnah yang amat memilukan.  Berulangkali
> beliau mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan tidak
> menyekutukan-Nya dengan yang lain, namun ada saja yang bertindak
> berlebihan dan menganggapnya sebagai anak Tuhan.  Kitab Injil yang 
telah diwariskannya direvisi terus-menerus, bahkan hingga dua ribu 
tahun sesudah kepergiannya.  Kitab
> yang tadinya mulia kini dipenuhi oleh cerita-cerita tak bermoral,
> sementara para Nabi pendahulunya dikisahkan dengan sangat buruk.  
Mengenai pemalsuan kisah dan identitas Nabi Isa as. telah dijelaskan 
dengan sangat tegas di dalam Al-Qur'an.  Hal ini sudah menjadi 
pengetahuan umum bagi umatnya Nabi Muhammad saw.
> 
> Yang
> paling menyakitkan – barangkali – adalah ketika beliau dikhianati 
oleh
> pewaris sahnya sendiri, yaitu umat Islam yang mengikuti risalah 
Nabi Muhammad saw. dan mensucikan risalah Nabi Isa as.  Umat
> Islam seharusnya menjadi penegak kebenaran, dan setiap pemeluknya
> haruslah menjadi agen-agen yang menyampaikan kebenaran tentang Nabi 
Isa
> as.  Apa dinyana, dari tubuh umat Islam sekarang ini justru muncul 
pihak-pihak yang ikut-ikutan memfitnah beliau.
> 
> Setiap
> menjelang Hari Raya Natal – Hari Rayanya umat Kristiani – selalu 
muncul
> polemik tentang kehalalan mengucapkan "Selamat Natal" kepada yang
> merayakannya.  Ada yang berpikiran naif bahwa
> ucapan ini akan membantu menjaga kerukunan umat beragama, ada juga 
yang
> didorong oleh rasa bersalah karena umat Kristiani juga ikut 
mengucapkan
> "Mohon maaf lahir dan batin" atau "Minal `Aidin" pada Hari Raya 
Idul Fitri.  Pada hakikatnya masalah ini diputar disitu-situ saja, 
dan tak ada perkembangan argumen yang berarti.
> 
> Masalah sebenarnya adalah pada identitas atau jati diri seorang 
Nabi yang mulia dan dicintai sepenuh hati oleh umat Islam.  Di satu 
sisi adalah Nabi Isa as., seorang Rasul yang mulia, mengajarkan 
tauhid, tidak menyekutukan Allah SWT, bukan anak Tuhan, dan tidak 
mati disalib.  Di
> sisi lain adalah Yesus Kristus, sang anak Tuhan, bagian dari konsep
> trinitas, dan mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia.  
Kedua jati diri ini tak mungkin dipersamakan.  Masing-masing
> umat beragama boleh mempercayai versinya sendiri, namun tak boleh
> memaksa umat lain untuk meyakini versinya sendiri.  Umat
> Islam tidak pernah memaksa umat Kristiani menganggap Yesus sebagai
> seorang Nabi, dan sebaliknya, tak boleh ada yang memaksa umat Islam
> untuk menganggap Nabi Isa as. itu sama dengan Yesus Kristus.  
Bahkan menyamakan kedua identitas ini adalah sebuah tindakan yang 
sangat rancu dan sangat tidak pantas.
> 
> Setiap orang tidak ingin dikenali dengan identitas yang bukan 
miliknya.  Sebuah
> ucapan yang dianggap pujian bisa ditanggapi sebagai sebuah 
penghinaan,
> karena sesuatu yang baik bagi seseorang bisa jadi buruk bagi orang 
lain.  Sebagai contoh, lihatlah ucapan-ucapan di bawah ini :
> 
>     * "Kami ucapkan selamat kepada Bapak Tifatul Sembiring atas 
pengangkatan beliau sebagai Ketua Umum PDIP!"
>     * "Selamat ya ustadz Adian Husaini, akhirnya Anda berhasil 
menduduki jabatan sebagai Koordinator JIL!"
>     * "Selamat ya Akmal, akhirnya Anda mendapat hidayah untuk 
menjadi penganut agama Ahmadiyah!" 
> Ketiga
> ucapan ini jelas salah alamat karena Tifatul Sembiring bukan Ketua 
Umum
> PDIP (dan nyaris tak mungkin menjadi Ketua Umum PDIP), Adian Husaini
> nyaris tak mungkin menjadi koordinator JIL (karena perbedaan 
ideologi
> yang sangat mencolok), dan saya insya Allah takkan pernah memeluk 
agama Ahmadiyah – na'uudzubillaah!  Ucapan
> selamat di atas lebih mirip penghinaan, padahal identitas yang
> dipalsukan hanyalah identitas Tifatul Sembiring sebagai Presiden 
PKS,
> identitas Adian Husaini sebagai musuhnya JIL, dan identitas saya
> sebagai Muslim.  Apa jadinya jika identitas seorang Nabi kita 
palsukan?
> 
> Dengan sendirinya, ketika seorang Muslim mengucapkan "Selamat 
Natal", maka telah terjadi kerancuan identitas di sana.  Apakah Nabi 
Isa as. hendak difitnah sebagai oknum yang sama dengan Yesus 
Kristus?  Apakah Nabi Isa as. yang mati-matian memperjuangkan tauhid 
malah difitnah sebagai anak Tuhan?  Apakah Nabi Isa as. yang selamat 
dari kepungan musuh dituduh sebagai oknum yang mati disalib untuk 
menebus dosa umat manusia?  Apakah wajar bagi seorang Muslim untuk 
memfitnah Nabinya sendiri sedemikian rupa?
> 
> Duh, Nabiku sayang...
> 
> wassalaamu'alaikum wr. wb.
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke