Emang brape bobot tulisannye Bang? Gimane nimbangnye? Hebat banget ente Bang. Kagak takut ame Tikus lagi... ck ck ck ck
Eh tapi ngomong-ngomong, mpok Rodiye nyari'in tuh Belon pulang juga nih Bang? Emang pulsa internet masih banyak ape? On 6/24/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > yah bginilah kelakuan si tikus2 liberal, suseh dibilanginnye, udh tulisannye > kaga berbobot, suka nyatut eh dipukulin mewek, auh ah gelap! > > > > Nabiku Sayang ... > oleh: AKMAL > > > assalaamu'alaikum wr. wb. > > Namanya Isa as. Beliau lahir dari keluarga yang sangat terhormat. Kakeknya > (Imran) disebut-sebut di dalam Al-Qur'an dengan predikat yang sangat mulia. > Dari keluarga yang mulia itu lahirlah anak perempuan yang diberi nama Maryam. > Ia dibesarkan di tempat ibadah oleh Nabi Zakaria as., seorang Nabi yang amat > mulia pula. Di > kemudian hari, dengan kebesaran Allah SWT, Maryam mengandung seorang > anak tanpa pernah disentuh oleh seorang lelaki pun sebelumnya. Maka lahirlah > Nabi Isa as. > > Bagi Allah SWT, menciptakan seorang manusia tanpa ayah tidaklah sulit. > Perumpamaannya adalah seperti Nabi Adam as., sang manusia pertama, yang > diciptakan tanpa ayah dan tanpa ibu.. Akan tetapi, dalam pandangan manusia, > dan menurut standar manusia biasa, hal ini memang luar biasa, bahkan > mengundang fitnah. Karena lahir tanpa ayah, Nabi Isa as. dan ibunya > kemungkinan besar juga dicemooh oleh kaumnya. Inilah salah satu tantangan > dakwah beliau. > > Kehidupan Nabi yang tercinta ini memang tak pernah jauh dari kesulitan. > Beliau diberi tugas untuk mendakwahi umat yang bukan main keras kepalanya. > Entah sudah berapa banyak Nabi dan Rasul yang diutus kepada mereka, namun > mereka tetap pada sikap bejatnya. Allah SWT telah mengutus Nabi Musa as. dan > Nabi Harun as. – dynamic duo yang tiada bandingan pada masanya – untuk > membebaskan mereka dari kezaliman bangsa Mesir. Sudah diselamatkan dari > ujung tanduk pun, mereka masih saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Allah > telah mengutus Nabi Daud as. sebagai pemimpin mereka, dan Nabi Sulaiman as. > yang telah membesarkan kerajaan mereka. Kini di tengah-tengah mereka ada > keluarga Imran, Nabi Zakaria as., Nabi Yahya as., Maryam, dan telah lahir > pula Nabi Isa as. Barangkali hanya Bani Israil saja yang mengecap kenikmatan > untuk hidup bersama tiga orang Nabi dalam satu jaman. Sayangnya, Bani Israil > tetaplah Bani Israil.. Sebagian besarnya tidak mau mengikuti > arahan para Nabi. > > Mimpi Bani Israil dari masa ke masa tetap sama. Mereka mengimpikan Mesiah, > sang Nabi yang akan memimpin mereka ke puncak kejayaan. Akan tetapi, ketika > risalah harus berbenturan dengan hawa nafsu, maka Bani Israil selalu > memenangkan yang terakhir. Mereka bangun berhala ketika Nabi Musa as. pergi, > sementara Nabi Harun as. tidak mereka acuhkan keberadaannya. Sebagian > besar dari mereka membiarkan Nabi Daud as. berjuang bersama sedikit > pengikutnya, sedangkan mereka mengembangkan sihir sepeninggal Nabi > Sulaiman as. Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as. bahkan hendak mereka bunuh. > > Kisah dakwah Nabi Isa as. memang tak pernah mulus. Beliau berhadapan dengan > kaum yang paling egosentris. Jangankan Nabi dari bangsa lain, dari bangsanya > sendiri pun mereka dustakan. Serangan dari pihak musuh tidak seberapa > menyakitkan dibandingkan tikaman dari saudara sendiri.. Demikianlah > kepedihan Nabi Isa as. dalam perjuangan dakwahnya. > > Tidak hanya diganggu sepanjang hidupnya, beliau pun menjadi korban fitnah > yang amat memilukan. Berulangkali > beliau mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan tidak > menyekutukan-Nya dengan yang lain, namun ada saja yang bertindak > berlebihan dan menganggapnya sebagai anak Tuhan. Kitab Injil yang telah > diwariskannya direvisi terus-menerus, bahkan hingga dua ribu tahun sesudah > kepergiannya. Kitab > yang tadinya mulia kini dipenuhi oleh cerita-cerita tak bermoral, > sementara para Nabi pendahulunya dikisahkan dengan sangat buruk. Mengenai > pemalsuan kisah dan identitas Nabi Isa as. telah dijelaskan dengan sangat > tegas di dalam Al-Qur'an. Hal ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi > umatnya Nabi Muhammad saw. > > Yang > paling menyakitkan – barangkali – adalah ketika beliau dikhianati oleh > pewaris sahnya sendiri, yaitu umat Islam yang mengikuti risalah Nabi Muhammad > saw. dan mensucikan risalah Nabi Isa as. Umat > Islam seharusnya menjadi penegak kebenaran, dan setiap pemeluknya > haruslah menjadi agen-agen yang menyampaikan kebenaran tentang Nabi Isa > as. Apa dinyana, dari tubuh umat Islam sekarang ini justru muncul > pihak-pihak yang ikut-ikutan memfitnah beliau. > > Setiap > menjelang Hari Raya Natal – Hari Rayanya umat Kristiani – selalu muncul > polemik tentang kehalalan mengucapkan "Selamat Natal" kepada yang > merayakannya. Ada yang berpikiran naif bahwa > ucapan ini akan membantu menjaga kerukunan umat beragama, ada juga yang > didorong oleh rasa bersalah karena umat Kristiani juga ikut mengucapkan > "Mohon maaf lahir dan batin" atau "Minal 'Aidin" pada Hari Raya Idul Fitri. > Pada hakikatnya masalah ini diputar disitu-situ saja, dan tak ada > perkembangan argumen yang berarti. > > Masalah sebenarnya adalah pada identitas atau jati diri seorang Nabi yang > mulia dan dicintai sepenuh hati oleh umat Islam. Di satu sisi adalah Nabi > Isa as., seorang Rasul yang mulia, mengajarkan tauhid, tidak menyekutukan > Allah SWT, bukan anak Tuhan, dan tidak mati disalib. Di > sisi lain adalah Yesus Kristus, sang anak Tuhan, bagian dari konsep > trinitas, dan mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia. Kedua > jati diri ini tak mungkin dipersamakan. Masing-masing > umat beragama boleh mempercayai versinya sendiri, namun tak boleh > memaksa umat lain untuk meyakini versinya sendiri. Umat > Islam tidak pernah memaksa umat Kristiani menganggap Yesus sebagai > seorang Nabi, dan sebaliknya, tak boleh ada yang memaksa umat Islam > untuk menganggap Nabi Isa as. itu sama dengan Yesus Kristus. Bahkan > menyamakan kedua identitas ini adalah sebuah tindakan yang sangat rancu dan > sangat tidak pantas. > > Setiap orang tidak ingin dikenali dengan identitas yang bukan miliknya. > Sebuah > ucapan yang dianggap pujian bisa ditanggapi sebagai sebuah penghinaan, > karena sesuatu yang baik bagi seseorang bisa jadi buruk bagi orang lain. > Sebagai contoh, lihatlah ucapan-ucapan di bawah ini : > > * "Kami ucapkan selamat kepada Bapak Tifatul Sembiring atas > pengangkatan beliau sebagai Ketua Umum PDIP!" > * "Selamat ya ustadz Adian Husaini, akhirnya Anda berhasil menduduki > jabatan sebagai Koordinator JIL!" > * "Selamat ya Akmal, akhirnya Anda mendapat hidayah untuk menjadi > penganut agama Ahmadiyah!" > Ketiga > ucapan ini jelas salah alamat karena Tifatul Sembiring bukan Ketua Umum > PDIP (dan nyaris tak mungkin menjadi Ketua Umum PDIP), Adian Husaini > nyaris tak mungkin menjadi koordinator JIL (karena perbedaan ideologi > yang sangat mencolok), dan saya insya Allah takkan pernah memeluk agama > Ahmadiyah – na'uudzubillaah! Ucapan > selamat di atas lebih mirip penghinaan, padahal identitas yang > dipalsukan hanyalah identitas Tifatul Sembiring sebagai Presiden PKS, > identitas Adian Husaini sebagai musuhnya JIL, dan identitas saya > sebagai Muslim. Apa jadinya jika identitas seorang Nabi kita palsukan? > > Dengan sendirinya, ketika seorang Muslim mengucapkan "Selamat Natal", maka > telah terjadi kerancuan identitas di sana. Apakah Nabi Isa as. hendak > difitnah sebagai oknum yang sama dengan Yesus Kristus? Apakah Nabi Isa as. > yang mati-matian memperjuangkan tauhid malah difitnah sebagai anak Tuhan? > Apakah Nabi Isa as. yang selamat dari kepungan musuh dituduh sebagai oknum > yang mati disalib untuk menebus dosa umat manusia? Apakah wajar bagi seorang > Muslim untuk memfitnah Nabinya sendiri sedemikian rupa? > > Duh, Nabiku sayang... > > wassalaamu'alaikum wr. wb. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

