Iye Bang Pitung,
nyang pinter baca Qur'an en maen golok khan cuma kite khan Bang.
Brarti kita doang nyang boleh ngebacot ye ?
Nyang Bantah, kite sabet dah

mode "golok" on

On 6/24/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> hehe..masa' cendekiawan yg tersohor ntu jarang bc alquran siy, pantesan 
> tulisannye ngawur aje ye
> susah dah, congor asal njeplak tp kaga ade isinye
>
>
> Antara Abraham dan Nabi Ibrahim as.
> oleh: AKMAL
>
>
> assalaamu'alaikum wr. wb.
>
> Pada
> tanggal 25 Nopember 2007 malam, JakTV menyiarkan sebuah film tentang
> Abraham, seorang tokoh yang sangat dikenal baik oleh umat Nasrani dan
> Yahudi di seluruh dunia.  Karakter ini merujuk
> pada Nabi Ibrahim as. yang juga dikenal baik oleh umat Islam, meskipun
> dengan berbagai perbedaan yang cukup mendasar.  Karena
> adanya perbedaan-perbedaan itulah saya tertarik untuk menonton film
> tersebut, meski dengan sisa-sisa tenaga akibat kurang tidur selama dua
> hari terakhir.
>
> Tokoh
> agung yang satu ini memang sangat perlu dibahas, mengingat belum lama
> ini ditemukan sebuah istilah yang beredar di masyarakat, yaitu 'Abrahamic 
> faiths', yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti 
> 'agama-agama Ibrahim'.  Istilah ini merujuk pada agama Islam, Nasrani, dan 
> Yahudi.  Istilah
> ini juga belum lama ini digunakan oleh Azyumardi Azra dalam kolom
> Resonansi di surat kabar Republika, yang memunculkan tanggapan yang
> cukup keras dari seorang ulama 'spesialis' ghazwul fikri, yaitu Adian Husaini.
>
> Masalah
> terbesar adalah ketika kita harus (atau lebih tepatnya : diarahkan dan
> dipaksa) untuk mengakui bahwa Nabi Ibrahim as. adalah nenek moyang dari
> tiga agama.  Tindakan 'memfitnah' Nabi Ibrahim
> as. sebagai penganut agama Yahudi dan Nasrani sudah dikecam sejak
> jauh-jauh hari, dan seseorang yang sudah terlanjur dicap sebagai
> cendekiawan Muslim seperi Azyumardi Azra seharusnya sudah membaca
> peringatan keras seperti di bawah ini :
>
> "Ataukah
> kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Ismaiil, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya
> adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah : "Apakah kamu
> lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada
> orang yang menyembunyikan persaksian dari Allah yang ada padanya?  Dan Allah 
> sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan."
> (Q.S. Al-Baqarah [2] : 140)
>
> 'Persaksian
> dari Allah' pada ayat di atas, menurut terjemahan versi Depag, adalah
> keterangan yang terdapat dalam Injil dan Taurat.  Tepat lima ayat sebelumnya, 
> yaitu di ayat ke-135 dalam surah yang sama, kita diperintahkan untuk 
> mengikuti agama Nabi Ibrahim as., bukan Nasrani ataupun Yahudi.  Semestinya 
> dua ayat ini saja sudah dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa ketiga 
> agama ini tidaklah sama.
>
> Bagi
> saya, tidak ada masalah bagaimana umat lain memahami kisah Nabi Ibrahim
> as., atau bagaimana kisah tersebut diceritakan dalam kitab sucinya
> masing-masing.  Yang perlu dipahami adalah bahwa
> kisah Nabi Ibrahim as. dalam Al-Qur'an sangat berbeda dengan yang
> digambarkan dalam film semalam.  Menjelang 'Idul Adha, kisah Nabi Ibrahim as. 
> banyak diceritakan, terutama dalam episode 'penyembelihan Isma'il as.'.  
> Sayangnya,
> JakTV tidak memberikan penjelasan bahwa film yang ditayangkannya
> memiliki perbedaan-perbedaan yang sangat serius dengan konsep Islam.  Kalau
> kita tidak berhati-hati, maka bisa jadi umat Islam yang masih awam
> dengan agamanya sendiri, terutama anak-anak, akan mengalami kebingungan
> dalam memahami kisah Nabi Ibrahim as.  Karena
> itu, adalah merupakan sebuah kewajiban moral – yang saya bebankan pada
> diri saya sebagai penulis – untuk menceritakan sebagian kisah Nabi
> Ibrahim as. dengan menggarisbawahi titik-titik perbedaan mencolok
> dengan film In The Beginning semalam.  Untuk
> membedakan, saya akan menggunakan nama 'Abraham' ketika membicarakan
> tokoh dalam film, sedangkan 'Nabi Ibrahim as.' hanya akan saya gunakan
> untuk menjelaskan kisah sebenarnya sebagaimana dijelaskan di dalam
> Al-Qur'an.
>
> Dikisahkan, Abraham sedang menceritakan asal-usul peradaban umat manusia 
> kepada para pengikutnya.  Mereka duduk mendengarkan, sedangkan pemimpinnya 
> sedang bercerita dengan penuh penghayatan.  Yang dikisahkan pertama sekali 
> adalah tentang penciptaan langit dan bumi.  Konon, alam semesta dan manusia 
> pertama diciptakan dalam enam hari, sedangkan hari ketujuh digunakan Tuhan 
> untuk beristirahat.
>
> Ini adalah perbedaan yang sangat serius dalam masalah aqidah.  Semua
> yang memeluk agama Islam, tidak boleh tidak, harus menolak pendapat
> yang mengatakan bahwa Allah SWT perlu beristirahat setelah menciptakan
> alam semesta.  Lelah adalah sifat yang sangat
> tidak tepat untuk disandangkan kepada Allah, karena ia menunjukkan
> kelemahan yang sangat 'manusiawi'.  Padahal, Sang Khaliq tentu berbeda dengan 
> makhluk-makhluk-Nya.
>
> Selanjutnya,
> sebagaimana dikisahkan oleh Abraham, Tuhan menciptakan Taman Eden di
> bumi untuk Adam dan teman satu-satunya sesama manusia, yaitu Hawa (Eve).  
> Mereka hidup bahagia di sana, sampai suatu ketika Hawa terperdaya oleh 
> hasutan seekor ular.  Ular itu mengajak Hawa untuk memakan buah yang telah 
> dinyatakan terlarang oleh Tuhan.  Hawa tergoda, kemudian mengajak Adam untuk 
> ikut serta dalam perbuatan terlarangnya itu.  Akhirnya
> Tuhan pun mengusir keduanya (dengan bantuan badai dan petir) dari Taman
> Eden, dan sang ular pun 'dikutuk' untuk berjalan dengan perutnya untuk
> selama-lamanya dan mengembara di tempat-tempat yang buruk.
>
> Menurut
> Al-Qur'an, Adam as. dan Hawa dibiarkan tinggal di surga dengan satu
> perintah untuk menjauhi sejenis pohon yang terlarang.  Tidak ada ular di 
> sana, hanya ada Iblis yang sejak awal sudah dengki pada Adam as.  Iblis
> kemudian menipu Adam dan Hawa, sehingga mereka melakukan perbuatan yang
> dilarang oleh Allah SWT, dan kemudian Allah pun murka pada keduanya.  
> Al-Qur'an
> sama sekali tidak menyinggung siapa yang duluan melakukan perbuatan
> terlarang, namun dijelaskan bahwa Adam as.-lah yang memohon ampun
> kepada Allah atas perbuatan keduanya.  Mereka pun diusir dari surga dan 
> dipindahkan ke Bumi.
>
> Di
> kemudian hari, ketika Abraham dan istrinya (Sarah) sudah mulai lanjut
> usia, mereka berdua bersedih hati karena belum juga dikaruniai
> keturunan.  Tuhan berbicara kepada Abraham, menjanjikan seorang putra yang 
> akan diberikan kepadanya.  Merasa
> bahwa dirinya takkan mampu memberi Abraham seorang anak, Sarah memaksa
> suaminya untuk menikah lagi dengan seorang budaknya, yaitu Hajar
> (Hagar).  Pada awalnya Abraham menolak habis-habisan ide tersebut, tapi Sarah 
> berhasil meyakinkannya.  Dalam
> film, dijelaskan bahwa Abraham hanya mencintai satu perempuan saja,
> yaitu Sarah, namun Sarah bersikeras agar jangan sampai dirinya menjadi
> penghalang bagi terwujudnya janji Tuhan.
>
> Nabi Ibrahim as. memang memiliki dua orang istri.  Yang satu kelak melahirkan 
> Ishaq as., sedangkan yang satunya lagi melahirkan Isma'il as.  Akan
> tetapi, Al-Qur'an tidak pernah memberi kesan bahwa Nabi Ibrahim as.
> adalah seorang lelaki yang 'anti-poligami' sehingga harus dipaksa-paksa
> oleh Sarah untuk menikahi Hajar.  Di sisi lain,
> cara Sarah membujuk Abraham dalam film itu sangat aneh, karena sebagai
> istri seorang Nabi yang mulia, ia seharusnya tahu bahwa dirinya – atau
> siapa pun juga – takkan mampu menghalangi rencana Tuhan.  Al-Qur'an tidak 
> pernah menjelaskan tentang 'blunder' sehebat ini dalam keluarga Nabi Ibrahim 
> as.  Di
> sisi lain, perlu diingat pula bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani
> seringkali mengungkit-ungkit kisah tentang masa lalu Hajar sebagai
> seorang budak hanya untuk merendahkan keturunannya.  Dengan
> demikian, kaum Bani Israil – sebagai keturunan Nabi Ishaq as. – merasa
> lebih tinggi derajatnya daripada bangsa Arab yang berasal dari
> keturunan Nabi Isma'il as.  Kesombongan inilah yang menyebabkan Bani Israil 
> susah sekali menerima dakwah Rasulullah saw.  Mereka hanya dengki karena Nabi 
> yang dijanjikan ternyata tidak berasal dari kalangan mereka sendiri.
>
> Perkembangan
> berikutnya, karena kedua istri Abraham tidak akur, maka Abraham pun
> menyuruh pergi Hajar dengan membawa serta Ishmael.  Hajar marah-marah karena 
> Abraham menelantarkannya, namun ia tetap membiarkannya pergi.
>
> Kisah
> ini bertentangan dengan Al-Qur'an yang menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim
> as. mengantarkan anak dan istrinya sampai ke lembah tandus yang kini
> bernama Mekkah, dan tidak menelantarkannya.  Hajar pun tidak pernah 
> dikisahkan marah-marah kepada Nabi Ibrahim as., apalagi sampai 
> membentak-bentaknya seperti dalam film.  Terakhir, Nabi Ibrahim as. mendoakan 
> anak dan istrinya sebelum ia meninggalkannya di lembah tersebut.
>
> Peristiwa 'disembelihnya' Isaac juga perlu menjadi sorotan.  Dalam film, 
> Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Isaac.  Isaac kemudian 
> dibaringkan di atas batu, kemudian Abraham mengambil sebilah pisau untuk 
> menyelesaikan tugasnya.  Ayah
> dan anak itu kemudian saling bertukar pandang, dengan mata yang
> sama-sama memancarkan perasaan takut, sedih, gusar, bercampur menjadi
> satu.
>
> Umat Islam percaya bahwa yang diperintahkan untuk disembelih adalah Nabi 
> Isma'il as., dan bukan Nabi Ishaq as.  Perbedaan
> sikap antara Isaac (karakter dalam film) dengan Nabi Isma'il as. (dalam
> Al-Qur'an) sangat mencolok, karena justru Isma'il as.-lah yang
> menguatkan hati ayahnya untuk melaksanakan apa pun yang Allah SWT
> perintahkan padanya.  Bahkan Isma'il as. meminta
> sang ayah agar tidak ragu-ragu dalam menjalankan tugasnya, dan jangan
> sampai kasih sayangnya sebagai seorang ayah membuatnya ragu pada
> kebaikan Allah.
>
> Masa
> lalu Hajar sebagai budak, terusirnya Hajar dan Ishmael, dan
> 'pengorbanan' Isaac, ketiganya juga sering dijadikan argumen bagi Bani
> Israil untuk mendiskreditkan umat Islam.  Dengan
> bersandar pada tiga kisah ini, mereka berkesimpulan bahwa Bani Israil
> berasal dari orang yang terpilih dan memiliki darah yang mulia, berbeda
> dengan Rasulullah saw.. yang berasal dari keturunan seorang budak.
>
> Sampai
> di sini, karena kelelahan akibat kuliah seharian dan nyaris tak tidur
> selama dua hari berturut-turut, saya tidak menyaksikan kelanjutan film
> itu.  Bagaimana pun, saya yakin kisahnya takkan sama dengan yang diceritakan 
> oleh Al-Qur'an.  Barangkali umat Islam, Yahudi dan Nasrani sama-sama merujuk 
> pada tokoh yang sama, namun dengan konsep yang sangat berbeda.  Ini
> sama seperti anak kecil yang menganggap tugas-tugas sekolah sebagai hal
> yang merampas masa mudanya, sementara orang tuanya justru menganggap
> hal itu sebagai hal yang akan menjamin hidupnya kelak.  Perbedaan konsep 
> antara ketiga agama itu sangat jelas.  Dalam
> Islam, mengatakan bahwa Allah SWT perlu istirahat adalah suatu
> perbuatan yang sangat terkutuk, sementara Yahudi dan Nasrani tidak
> berpendapat demikian.  Islam tak pernah
> menyandarkan sifat buruk kepada Nabi Ibrahim as., misalnya sifat
> seorang lelaki tak bertanggung jawab yang mengusir anak istrinya ke
> negeri yang jauh.  Di sisi lain, umat Yahudi dan Nasrani mungkin memiliki 
> konsep yang berbeda tentang Nabi-Nabinya.
>
> Dan yang jelas, dalam Islam, hanya ada satu Abrahamic faith, yaitu Islam.  
> Orang lain boleh tidak setuju, dan memang tak ada urgensinya sama sekali 
> untuk memaksa umat Non-Muslim sepakat dalam hal ini.  Setidaknya,
> janganlah kaum 'cendekiawan' membuat kecerobohan di muka publik hanya
> lantaran jarang membaca Al-Qur'an.  Kalau ini dibiarkan terus-menerus,
> bisa dibayangkan betapa rusaknya keadaan umat ini.
>
> wassalaamu'alaikum wr.. wb.
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke