rupanye bang asnawi dah prustasi bukan prestasi lho hehe gagal berdalil, akhirnya banting setir mo nyaingin tukul jd plawak, sayangnye kaga lucu bang. ayat Alquran dijadiin bahan olok2an, wah ngerriii ah diubah2 kaya' klakuan nabi palsu, waduh tobat bang, jgn gampang dipengaruhi iblis. tobat ye bang ye..
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka , tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" QS9:65 ----- Original Message ---- From: Asnawi Ihsan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, June 25, 2008 10:04:04 AM Subject: RE: [ppiindia] Antara Abraham dan Nabi Ibrahim as. Ngomong-ngomong golok, kata Cak Nun (emha ainun najib) dalam satu kesempatan: Al Goloook... Mal Golooook... Wama adraka mal golooook.... Itu sebabnya, kalo ada ada yang beda pandangan ama kita sabet aja pake golok. Nah, jangan-jangan ini dalilnya boleh maen golok. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] s.com] On Behalf Of Si Djampang Sent: 24 Juni 2008 23:02 To: [EMAIL PROTECTED] s.com Subject: Re: [ppiindia] Antara Abraham dan Nabi Ibrahim as. Iye Bang Pitung, nyang pinter baca Qur'an en maen golok khan cuma kite khan Bang. Brarti kita doang nyang boleh ngebacot ye ? Nyang Bantah, kite sabet dah mode "golok" on On 6/24/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > hehe..masa' cendekiawan yg tersohor ntu jarang bc alquran siy, pantesan tulisannye ngawur aje ye > susah dah, congor asal njeplak tp kaga ade isinye > > > Antara Abraham dan Nabi Ibrahim as. > oleh: AKMAL > > > assalaamu'alaikum wr. wb. > > Pada > tanggal 25 Nopember 2007 malam, JakTV menyiarkan sebuah film tentang > Abraham, seorang tokoh yang sangat dikenal baik oleh umat Nasrani dan > Yahudi di seluruh dunia. Karakter ini merujuk > pada Nabi Ibrahim as. yang juga dikenal baik oleh umat Islam, meskipun > dengan berbagai perbedaan yang cukup mendasar. Karena > adanya perbedaan-perbedaan itulah saya tertarik untuk menonton film > tersebut, meski dengan sisa-sisa tenaga akibat kurang tidur selama dua > hari terakhir. > > Tokoh > agung yang satu ini memang sangat perlu dibahas, mengingat belum lama > ini ditemukan sebuah istilah yang beredar di masyarakat, yaitu 'Abrahamic faiths', yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti 'agama-agama Ibrahim'. Istilah ini merujuk pada agama Islam, Nasrani, dan Yahudi. Istilah > ini juga belum lama ini digunakan oleh Azyumardi Azra dalam kolom > Resonansi di surat kabar Republika, yang memunculkan tanggapan yang > cukup keras dari seorang ulama 'spesialis' ghazwul fikri, yaitu Adian Husaini. > > Masalah > terbesar adalah ketika kita harus (atau lebih tepatnya : diarahkan dan > dipaksa) untuk mengakui bahwa Nabi Ibrahim as. adalah nenek moyang dari > tiga agama. Tindakan 'memfitnah' Nabi Ibrahim > as. sebagai penganut agama Yahudi dan Nasrani sudah dikecam sejak > jauh-jauh hari, dan seseorang yang sudah terlanjur dicap sebagai > cendekiawan Muslim seperi Azyumardi Azra seharusnya sudah membaca > peringatan keras seperti di bawah ini : > > "Ataukah > kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Ismaiil, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya > adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah : "Apakah kamu > lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada > orang yang menyembunyikan persaksian dari Allah yang ada padanya? Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan." > (Q.S. Al-Baqarah [2] : 140) > > 'Persaksian > dari Allah' pada ayat di atas, menurut terjemahan versi Depag, adalah > keterangan yang terdapat dalam Injil dan Taurat. Tepat lima ayat sebelumnya, yaitu di ayat ke-135 dalam surah yang sama, kita diperintahkan untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim as., bukan Nasrani ataupun Yahudi. Semestinya dua ayat ini saja sudah dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa ketiga agama ini tidaklah sama. > > Bagi > saya, tidak ada masalah bagaimana umat lain memahami kisah Nabi Ibrahim > as., atau bagaimana kisah tersebut diceritakan dalam kitab sucinya > masing-masing. Yang perlu dipahami adalah bahwa > kisah Nabi Ibrahim as. dalam Al-Qur'an sangat berbeda dengan yang > digambarkan dalam film semalam. Menjelang 'Idul Adha, kisah Nabi Ibrahim as. banyak diceritakan, terutama dalam episode 'penyembelihan Isma'il as.'. Sayangnya, > JakTV tidak memberikan penjelasan bahwa film yang ditayangkannya > memiliki perbedaan-perbedaan yang sangat serius dengan konsep Islam. Kalau > kita tidak berhati-hati, maka bisa jadi umat Islam yang masih awam > dengan agamanya sendiri, terutama anak-anak, akan mengalami kebingungan > dalam memahami kisah Nabi Ibrahim as. Karena > itu, adalah merupakan sebuah kewajiban moral - yang saya bebankan pada > diri saya sebagai penulis - untuk menceritakan sebagian kisah Nabi > Ibrahim as. dengan menggarisbawahi titik-titik perbedaan mencolok > dengan film In The Beginning semalam. Untuk > membedakan, saya akan menggunakan nama 'Abraham' ketika membicarakan > tokoh dalam film, sedangkan 'Nabi Ibrahim as.' hanya akan saya gunakan > untuk menjelaskan kisah sebenarnya sebagaimana dijelaskan di dalam > Al-Qur'an. > > Dikisahkan, Abraham sedang menceritakan asal-usul peradaban umat manusia kepada para pengikutnya. Mereka duduk mendengarkan, sedangkan pemimpinnya sedang bercerita dengan penuh penghayatan. Yang dikisahkan pertama sekali adalah tentang penciptaan langit dan bumi. Konon, alam semesta dan manusia pertama diciptakan dalam enam hari, sedangkan hari ketujuh digunakan Tuhan untuk beristirahat. > > Ini adalah perbedaan yang sangat serius dalam masalah aqidah. Semua > yang memeluk agama Islam, tidak boleh tidak, harus menolak pendapat > yang mengatakan bahwa Allah SWT perlu beristirahat setelah menciptakan > alam semesta. Lelah adalah sifat yang sangat > tidak tepat untuk disandangkan kepada Allah, karena ia menunjukkan > kelemahan yang sangat 'manusiawi'. Padahal, Sang Khaliq tentu berbeda dengan makhluk-makhluk- Nya. > > Selanjutnya, > sebagaimana dikisahkan oleh Abraham, Tuhan menciptakan Taman Eden di > bumi untuk Adam dan teman satu-satunya sesama manusia, yaitu Hawa (Eve). Mereka hidup bahagia di sana, sampai suatu ketika Hawa terperdaya oleh hasutan seekor ular. Ular itu mengajak Hawa untuk memakan buah yang telah dinyatakan terlarang oleh Tuhan. Hawa tergoda, kemudian mengajak Adam untuk ikut serta dalam perbuatan terlarangnya itu. Akhirnya > Tuhan pun mengusir keduanya (dengan bantuan badai dan petir) dari Taman > Eden, dan sang ular pun 'dikutuk' untuk berjalan dengan perutnya untuk > selama-lamanya dan mengembara di tempat-tempat yang buruk. > > Menurut > Al-Qur'an, Adam as. dan Hawa dibiarkan tinggal di surga dengan satu > perintah untuk menjauhi sejenis pohon yang terlarang. Tidak ada ular di sana, hanya ada Iblis yang sejak awal sudah dengki pada Adam as. Iblis > kemudian menipu Adam dan Hawa, sehingga mereka melakukan perbuatan yang > dilarang oleh Allah SWT, dan kemudian Allah pun murka pada keduanya. Al-Qur'an > sama sekali tidak menyinggung siapa yang duluan melakukan perbuatan > terlarang, namun dijelaskan bahwa Adam as.-lah yang memohon ampun > kepada Allah atas perbuatan keduanya. Mereka pun diusir dari surga dan dipindahkan ke Bumi. > > Di > kemudian hari, ketika Abraham dan istrinya (Sarah) sudah mulai lanjut > usia, mereka berdua bersedih hati karena belum juga dikaruniai > keturunan. Tuhan berbicara kepada Abraham, menjanjikan seorang putra yang akan diberikan kepadanya. Merasa > bahwa dirinya takkan mampu memberi Abraham seorang anak, Sarah memaksa > suaminya untuk menikah lagi dengan seorang budaknya, yaitu Hajar > (Hagar). Pada awalnya Abraham menolak habis-habisan ide tersebut, tapi Sarah berhasil meyakinkannya. Dalam > film, dijelaskan bahwa Abraham hanya mencintai satu perempuan saja, > yaitu Sarah, namun Sarah bersikeras agar jangan sampai dirinya menjadi > penghalang bagi terwujudnya janji Tuhan. > > Nabi Ibrahim as. memang memiliki dua orang istri. Yang satu kelak melahirkan Ishaq as., sedangkan yang satunya lagi melahirkan Isma'il as. Akan > tetapi, Al-Qur'an tidak pernah memberi kesan bahwa Nabi Ibrahim as. > adalah seorang lelaki yang 'anti-poligami' sehingga harus dipaksa-paksa > oleh Sarah untuk menikahi Hajar. Di sisi lain, > cara Sarah membujuk Abraham dalam film itu sangat aneh, karena sebagai > istri seorang Nabi yang mulia, ia seharusnya tahu bahwa dirinya - atau > siapa pun juga - takkan mampu menghalangi rencana Tuhan. Al-Qur'an tidak pernah menjelaskan tentang 'blunder' sehebat ini dalam keluarga Nabi Ibrahim as. Di > sisi lain, perlu diingat pula bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani > seringkali mengungkit-ungkit kisah tentang masa lalu Hajar sebagai > seorang budak hanya untuk merendahkan keturunannya. Dengan > demikian, kaum Bani Israil - sebagai keturunan Nabi Ishaq as. - merasa > lebih tinggi derajatnya daripada bangsa Arab yang berasal dari > keturunan Nabi Isma'il as. Kesombongan inilah yang menyebabkan Bani Israil susah sekali menerima dakwah Rasulullah saw. Mereka hanya dengki karena Nabi yang dijanjikan ternyata tidak berasal dari kalangan mereka sendiri. > > Perkembangan > berikutnya, karena kedua istri Abraham tidak akur, maka Abraham pun > menyuruh pergi Hajar dengan membawa serta Ishmael. Hajar marah-marah karena Abraham menelantarkannya, namun ia tetap membiarkannya pergi. > > Kisah > ini bertentangan dengan Al-Qur'an yang menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim > as. mengantarkan anak dan istrinya sampai ke lembah tandus yang kini > bernama Mekkah, dan tidak menelantarkannya. Hajar pun tidak pernah dikisahkan marah-marah kepada Nabi Ibrahim as., apalagi sampai membentak-bentaknya seperti dalam film. Terakhir, Nabi Ibrahim as. mendoakan anak dan istrinya sebelum ia meninggalkannya di lembah tersebut. > > Peristiwa 'disembelihnya' Isaac juga perlu menjadi sorotan. Dalam film, Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Isaac. Isaac kemudian dibaringkan di atas batu, kemudian Abraham mengambil sebilah pisau untuk menyelesaikan tugasnya. Ayah > dan anak itu kemudian saling bertukar pandang, dengan mata yang > sama-sama memancarkan perasaan takut, sedih, gusar, bercampur menjadi > satu. > > Umat Islam percaya bahwa yang diperintahkan untuk disembelih adalah Nabi Isma'il as., dan bukan Nabi Ishaq as. Perbedaan > sikap antara Isaac (karakter dalam film) dengan Nabi Isma'il as. (dalam > Al-Qur'an) sangat mencolok, karena justru Isma'il as.-lah yang > menguatkan hati ayahnya untuk melaksanakan apa pun yang Allah SWT > perintahkan padanya. Bahkan Isma'il as. meminta > sang ayah agar tidak ragu-ragu dalam menjalankan tugasnya, dan jangan > sampai kasih sayangnya sebagai seorang ayah membuatnya ragu pada > kebaikan Allah. > > Masa > lalu Hajar sebagai budak, terusirnya Hajar dan Ishmael, dan > 'pengorbanan' Isaac, ketiganya juga sering dijadikan argumen bagi Bani > Israil untuk mendiskreditkan umat Islam. Dengan > bersandar pada tiga kisah ini, mereka berkesimpulan bahwa Bani Israil > berasal dari orang yang terpilih dan memiliki darah yang mulia, berbeda > dengan Rasulullah saw.. yang berasal dari keturunan seorang budak. > > Sampai > di sini, karena kelelahan akibat kuliah seharian dan nyaris tak tidur > selama dua hari berturut-turut, saya tidak menyaksikan kelanjutan film > itu. Bagaimana pun, saya yakin kisahnya takkan sama dengan yang diceritakan oleh Al-Qur'an. Barangkali umat Islam, Yahudi dan Nasrani sama-sama merujuk pada tokoh yang sama, namun dengan konsep yang sangat berbeda. Ini > sama seperti anak kecil yang menganggap tugas-tugas sekolah sebagai hal > yang merampas masa mudanya, sementara orang tuanya justru menganggap > hal itu sebagai hal yang akan menjamin hidupnya kelak. Perbedaan konsep antara ketiga agama itu sangat jelas. Dalam > Islam, mengatakan bahwa Allah SWT perlu istirahat adalah suatu > perbuatan yang sangat terkutuk, sementara Yahudi dan Nasrani tidak > berpendapat demikian. Islam tak pernah > menyandarkan sifat buruk kepada Nabi Ibrahim as., misalnya sifat > seorang lelaki tak bertanggung jawab yang mengusir anak istrinya ke > negeri yang jauh. Di sisi lain, umat Yahudi dan Nasrani mungkin memiliki konsep yang berbeda tentang Nabi-Nabinya. > > Dan yang jelas, dalam Islam, hanya ada satu Abrahamic faith, yaitu Islam. Orang lain boleh tidak setuju, dan memang tak ada urgensinya sama sekali untuk memaksa umat Non-Muslim sepakat dalam hal ini. Setidaknya, > janganlah kaum 'cendekiawan' membuat kecerobohan di muka publik hanya > lantaran jarang membaca Al-Qur'an. Kalau ini dibiarkan terus-menerus, > bisa dibayangkan betapa rusaknya keadaan umat ini. > > wassalaamu'alaikum wr.. wb. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------ --------- --------- ------ > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com > Yahoo! Groups Links > > > > ------------ --------- --------- ------ ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed]

