teroris dibelain, pengebom juga dibela, memang onta dari arab sono
sudah benar2 menjijikkan, selain mengotori negeri ini mereka jg tidak
pernah memberi kontribusi apapun selain teriak2 bak anjing rabies.
islam sudah tercemar, dikotori, dan difitnah dgn keberadaan FPI.
apa mau dikata, yg dikorbankan jg sesama islam.
siapa yg mau bela?



> >
> > ----- Original Message ----
> > From: Ahmad Badrudduja <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]; Islam Liberal
<[EMAIL PROTECTED]>; Wanita Muslimah
<[EMAIL PROTECTED]>; Zamanku <[EMAIL PROTECTED]>;
PPI India <[email protected]>; Islamic I
<[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Wednesday, June 25, 2008 8:08:33 PM
> > Subject: [ppiindia] Kesaksian Korban Tragedi Peringatan Hari Pancasila
> >
> >
> > Kesaksian Korban
> >
> > Tragedi Peringatan Hari Pancasila
> >
> >
> >
> > Oleh Imdadun Rahmat,
> >
> > (Aktivis NU, wakil sekretaris ICRP dan Direktur Yayasan PARAS)
>
> >
> >
> > Bagi saya kejadian ini merupakan bukti bahwa di negeri kita tidak ada
> > jaminan bagi kebebasan berfikir, berpendapat dan berkeyakinan.
> > Bayangkan, di siang bolong, di pusat Ibu Kota negara, di hari yang
> > sakral (hari lahirnya Pancasila—ideologi negara) ada sekelompok orang
> > dengan leluasa dan sewenang-wenang menyerang dan menganiaya
orang-orang
> > yang berkumpul untuk merayakan hari lahir Pancasila. Orang-orang yang
> > diserang itu adalah kumpulan dari para aktivis dan tokoh penyeru
> > kebangsaan, pro-demokrasi, pro-pluralisme dan datang dari berbagai
> > agama dan kepercayaan. Negara ada di posisi mana sih? Bingung gue...
> >
> >
> >
> > Selain itu, peristiwa ini membuktikan bahwa keberagamaan kita ada
dalam
> > masalah besar. Bagaimana ada sekelompok orang dengan nama Islam,
> > berbaju taqwa, meneriakkan kalam suci Allahu Akbar dengan beringas
> > menganiaya orang-orang yang tidak melawan, tidak berdaya dan tidak
> > bersalah, hanya karena dianggap berbeda dengan mereka. Dan yang
> > memprihatinkan, ada banyak orang yang mendukung dan membenarkan
> > penyerangan itu. Kata teman saya "jangankan penyerangan, penganiayaan,
> > pengeboman yang membunuh ratusan orang tak berdosa juga mereka
benarkan
> > kok".. Memang benar sih, sebagian besar kalangan yang mendukung
> > penyerangan adalah pula orang-orang yang mendukung terorisme selama
> > ini.. Yah mau bagaimana lagi, yang radikal-radikal dipiara...
> >
> >
> >
> > Pengalaman ini adalah pengalaman batin, bahwa Islam yang benar adalah
> > Islam yang rahmatan lil 'alamin. Saya hanya beriman kepada Islam yang
> > hanif, yang tawassuth, yang damai, yang tidak membenci. Semakin jelas
> > bukti di mata saya bahwa yang dicontohkan para guru saya di pesantren
> > adalah Islam yang benar. Amar ma'ruf nahi munkar yang dilakukan para
> > kiai saya adalah perjuangan membimbing ummat, mengajari mereka siang
> > malam untuk menjadi muslim yang soleh, bertaqwa dan kuat iman. Mereka
> > bekerja secara tulus, ikhlas, tanpa mengharap bayaran. "Benteng
> > keimanan adalah nomor satu" kata mereka. Itu pula yang dicontohkan ibu
> > dan keluargaku. Semangat membela Islam tidak didasari oleh kebencian
> > kepada orang lain. Apalagi membela Islam dengan menjadi preman...
> > Naudzubillah min dzalik...
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>


Kirim email ke