Young Marketers Award & The Dream Team Championship Award 2008      

      Apr 29, 2008 at 02:11 PM  
      Young Marketer Award: Yang Muda yang Dipercaya
      Rabu, 19 Maret 2008
      Oleh : Teguh Poeradisastra 

      Dengan memadukan gagasan yang out of the box dengan eksekusi yang inside 
the box, para pemasar muda dan tim pemasar tangguh Indonesia mampu untuk 
membuat produk laku di pasar dan menghasilkan untung. 

      Akhirnya Garuda Indonesia bisa tersenyum lagi. Setelah beberapa tahun 
mencetak rapor merah, pada 31 Desember tahun lalu maskapai flag carrier 
Indonesia ini membukukan laba Rp 259 miliar. Inilah angka biru pertama setelah 
sepanjang 2004-2006 berturut-turut mencetak rugi Rp 811 miliar, Rp 688 miliar 
dan Rp 197 miliar. Perolehan kinclong ini memang bukan semata dari hasil 
penjualan tiket. Ada pula pemasukan yang berasal dari penjualan aset dan 
berbagai upaya efisiensi. Namun harus diakui, di dalam prestasi yang layak 
diacungi jempol ini, terselip kontribusi M. Riza Perdana Kusuma, Manajer 
Penjualan Kantor Cabang Jakarta (Kelas A+) Garuda.

      "Ia merupakan salah satu rising star Garuda," ujar VP Komunikasi Korporat 
Garuda, Pujobroto. Tak heran, kelahiran Yogyakarta 36 tahun lalu ini memperoleh 
penghargaan sebagai The Best Employee 2006 Garuda Indonesia. Berikutnya, mantan 
Manajer Penjualan Kantor Cabang Pekanbaru (Kelas C) ini sukses menjadikan 
Kantor Cabang Jakarta sebagai The Best Branch Office 2007 dengan nilai sempurna 
di bidang penataan Tim Penjualan & Program Pemasaran. 

      Riza sendiri mengaku bertekad menjadikan Garuda untung melalui pembenahan 
dan perbaikan kinerja di lingkup kerja terkecil, di kantor cabang. "Saya 
bermimpi kami bersama-sama bisa menjadikan Garuda Indonesia sebagai BUMN yang 
'swasta'," katanya.

      Dan berbeda dari sindiran iklan sebuah produk rokok yang mengatakan: Yang 
muda yang gak dipercaya, manajemen Garuda justru menghargai gagasan dan 
upayanya. Bahkan mengganjarnya dengan promosi menjadi General Manager Garuda di 
Nagoya, Jepang, pada Maret 2008.

      Riza adalah peringkat pertama penghargaan Young Marketer Award 2008 yang 
diselenggarakan Majalah SWA bekerja sama dengan MarkPlus dan Indonesia 
Marketing Association (IMA). Selain Riza ada Willy Tandra (28 tahun), Manajer 
Merek Leo Potato Crisp PT Garudafood; dan Wendy Suweno (35 tahun), Direktur 
Pemasaran Blitz Megaplex.

      Selain YMA yang diberikan kepada individu pemasar muda andalan, kami juga 
menyelenggarakan The Dream Team Championship (DTC) untuk memilih sejumlah tim 
pemasaran terbaik yang menangani merek tertentu. Setelah melewati seleksi 
ketat, akhirnya terpilih tim pemasaran Kecap Bango dari PT Unilever Indonesia 
Tbk.; tim pemasaran Sepeda Polygon (PT Insera Sena); dan tim pemasaran Snack 
Leo (PT Garudafood Putra Putri Jaya) untuk menempati peringkat pertama, kedua 
dan ketiga. Adapun untuk kategori The Integrated Marketing Strategy Champion, 
terpilih tim pemasar Gerai Donuts J.Co (PT J.Co Donuts & Coffee); untuk 
kategori The Creative Marketing Challenger Champion terpilih tim pemasar Nissan 
Grand Livina (PT Nissan Motor Indonesia); dan untuk kategori The Integrated 
Market Development & Distribution System Champion terpilih tim pemasar Gerai 
Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya).

      Kita patut bergembira menyimak paparan para finalis di depan tim juri. 
Banyak sekali gagasan inovatif dan terobosan cemerlang yang mereka kemukakan 
yang bisa dibagikan kepada para pemasar lainnya. Tak heran, tim juri yang 
terdiri dari Yuswohady (MarkPlus), Andrianto Widjaja, J.W. Yunardy, Franz 
Astani, A. Sonny Nursutan H., Didiek Suprapto (IMA), Kemal E. Gani dan Dyah 
Hasto Palupi (SWA), serta juri independen Joe Kamdani (Datascrip), Yorris 
Sebastian (OMG Creative Consulting), Agus W. Soehadi (Prasetiya Mulya), dan 
Hardianto Admaja (Garudafood), mengacungkan jempol bagi mereka. Yang lebih 
menggembirakan, gagasan mereka bukan cuma bagus di tataran konseptual, 
melainkan juga bisa mereka implementasikan secara efisien dengan hasil yang 
sangat efektif - terbukti dari angka penjualan yang terus membubung.

      Meningkatnya kinerja penjualan Garuda yang signifikan adalah bukti tak 
terbantahkan. Begitu juga yang dilakukan Willy Tandra di Garudafood dan Wendy 
Suwendo di Blitz Megaplex. Dalam tempo dua tahun, Willy bukan saja mampu 
menembus pasar dan diterima konsumen dengan sangat baik, melainkan juga dengan 
penjualan yang menjulang. Hingga 2007 pertumbuhan Leo mencapai 275% - tertinggi 
di antara seluruh merek Garudafood, sehingga menerima penghargaan internal 
Garudafood Best Brand 2007 sekaligus penghargaan Indonesian Best Brand Award 
2007 (dari SWA dan MARS) untuk kategori Potato Crisp. Gebrakan Wendy pun luar 
biasa. Blitz Megaplex Jakarta mampu meraup 57,87% pangsa pasar, sedangkan Blitz 
Megaplex Bandung - yang hadir belakangan - menguasai 46,38% pangsa pasar.

      Semua ini menegaskan bahwa para pemasar muda kita mampu memadukan gagasan 
yang out of the box dengan eksekusi yang inside the box, sehingga tetap 
berpijak di bumi dan menerapkan langkah-langkah yang konkret untuk membuat 
produk laku di pasar dan menghasilkan untung. Fakta bahwa banyak anak muda yang 
kini menjadi pelaku kunci dalam pemasaran produk perusahaan-perusahaan besar 
juga sangat menggembirakan. Kenyataan inilah yang membuat kami tak jemu 
menyelenggarakan ajang tahunan ini sejak 2003. Lewat ajang ini kami berharap 
bisa terus menyemangati dan menghargai para pemasar muda dan tim-tim pemasar 
tangguh.

      Meski para pemasar muda umumnya memiliki basis pendidikan yang lebih baik 
- kebanyakan lulusan pascasarjana dari dalam dan luar negeri - serta lebih 
kreatif dan inovatif, tapi dengan keterbatasan pengalaman mereka masih harus 
lebih banyak belajar. Mereka adalah intan-intan cemerlang yang masih harus 
digosok untuk mengoptimalkan kilau cemerlangnya.

      Melalui serangkaian diskusi, bertukar informasi, dan berbagi pengalaman, 
mereka bisa terus mengasah kemampuan dan kualitasnya, dengan tetap menjunjung 
tinggi nilai-nilai dan etika bisnis. Upaya ini adalah kewajiban sekaligus 
investasi kita semua, karena di pundak para pemasar muda dan tim pemasar 
tangguh inilah terletak masa depan bisnis Indonesia.


      Riset: Siti Sumariyati.


      URL : http://swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=7233
     




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke