Lha iyalaaah bung, Swiss, Austria,Norway, Denmark, Liechtenstein, 
Luxemburg etc kan gak pernah jahat ama keluarga bung Irwan kan ato 
ama rakyat dunia?

Singapura si cilik, ya sangat islami tu? nggak mau nglamar kerja 
kesana, kan sangat islami?


Masak iya jaminan sosial yang islami itu hasil kebengisan?


--- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau kemajuan mereka hasil dari SDA dan SDM mereka sendiri tanpa
> dari hasil penjajahan atas negara lain, apa yang berjalan di negara"
> eropa patut diacungi jempol..
> 
> Akan beda rasanya kalau keberhasilan mereka dicapai dari tindakan
> kejam/bengis dan manipulatif.. sejak dulu sampai sekarang..
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> Jakarta, Indonesia
> http://irwank.blogspot.com
> 
> ------------
> Pada 4 Juli 2008 18:25, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
> menulis:
> 
> >   *** Kalimat yang indah: "Kalau ada rakyatnya tidak makan atau 
tidak
> > punya rumah , berdasarkan syariah Islam negara wajib memenuhi
> > kebutuhan itu dengan gratis. Dalam pandangan syariah Islam negara
> > wajib menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi seluruh
> > warganya baik muslim maupun non muslim. Sekali lagi ,What's wrong
> > with syariah ?"
> >
> > Jawabnya: secara idea, NOTHING wrong. Tetapi secara nyata, ini TAK
> > pernah diwujudkan, tidak pula di negara negara yang sudah lebih 
lama
> > menjadi Islam dari Indonesia. Juga dalam masa kesultanan 
Utsmaniah,
> > ini tidak terjadi.
> >
> > Kalau ini dapat diwujudkan, dan bagi semua manusia dalam satu 
negara,
> > alangkah indahnya, pasti didukung semua. Tetapi, tidakkah semua 
ini
> > sudah dirumuskan dalam sila sila Pancasila, yang juga belum pernah
> > sepenuhnya (atau sedkit saja) terpenuhi?
> >
> > Pendidikan gratis dari TK sampai Universitas, terjadi dinegara 
dimana
> > saya hidup puluhan tahun: di Austria, yang katholik. Saya study
> > dengan biaya 0 sen. Ini juga lazim di Jerman, Swiss dan - 
apalagi -
> > di negara negara Skandinavia, yang belum pernah melihat Quran 
seumur
> > hidup mereka.
> >
> > Semua yang anda gambarkan sebagai tuntutan syariah Islam, 
TERPENUHI
> > dalam kehidupan se-hari hari di Skandinavia, Jerman, Austria,
> > Liechtenstein, dll: jaminan hari tua, jaminan sakit dan kecelakaan
> > bagi semua, pendidikan gratis, jaminan pengangguran, dan jaminan
> > pensiun. Tak heran, jutaan manusia dari negara negara berkembang,
> > terutama bangsa bangsa Muslim (terutama Turki, Tunisa, Mesir, 
Maroko)
> > ke Eropa, mencari kehidupan yang lebih islami.
> >
> > Ini juga kita temui di Canada, Australia dan Seelandia Baru, semua
> > masyarakat non Muslim, yang tentu saja, belum pernah dengar kata
> > syariah seumur hidup.
> >
> > Pesuruh dikantor saya, sudah bekerja selama 40 tahun, mendapatkan
> > pensiun Euro 1.500, ini kalikan saja dengan 14.000 rupiah. 
Setahun 14
> > x: dua penisun dibulan Juni, untuk uang libur, dan dua kali 
dibulan
> > Nopember untuk hari natal.
> >
> > Adaakah negara negara Muslim yang mendambakan syaraih telah
> > mewujudkannya, selain mungkin Saudi Arabia atau kesultanan Brunei?
> >
> > Salam
> >
> > Danardono
> >
> >
> > --- In [email protected] <ppiindia%
40yahoogroups.com>, "dony_doang"
> > <dony_doang@> wrote:
> > >
> > > Sungguh menyesakkan dada melihat pelecehan Bung Thamrin A. 
Tamagola
> > > terhadap aturan Allah SWT (syariah Islam) dalam sebuah diskusi 
di
> > > TVone (Kamis malam , 03/07/2008). Diskusi hangat yang mengambil
> > > tema "Islam yes , Negara Islam ?" banyak menyoal penerapan 
syariah
> > > Islam oleh negara. Dengan mengambil kasus Perda yang diklaimnya
> > > sebagai berbau syariah Bung Thamrin berusaha keras membangun 
opini
> > > sesat . Seolah-olah syariah Islam mengancam wanita , merugikan
> > > wanita. Diambillah contoh kasus, wanita dilarang keluar di malam
> > > hari , padahal hanya membeli sesuatu.
> > >
> > > Sebenarnya tidak ada yang disebut dengan perda syariah Islam
> > > sekarang ini . Tidak pernah ada aturan di daerah yang disebut 
perda
> > > syariah. Bahwa ada aturan yang diambil dari nilai-nilai Islam 
itu
> > > benar, namun perlu dicatat perda itu diterapkan bukan karena
> > > berdasarkan syariah Islam . Perda itu disahkan oleh DPRD. 
Artinya,
> > > perda itu diterima karena mayoritas anggota DPRD mensahkan lewat
> > > mekanisme yang demokratis.
> > >
> > > Tentu saja tidak tepat menolak syariah Islam , hanya dengan 
kasus
> > > perda yang diklaim berbau syariah. Kami ingin sampaikan syariah
> > > Islam bukan sekedar kewajiban kerudung, larangan terhadap
> > pelacuran,
> > > atau larangan berkholwat. Mereka yang menolak syariah Islam 
sering
> > > kali terjebak pada apa yang disebut logika fallacy of 
composition,
> > > mengambil kasus-kasus yang tidak utuh , bahkan tidak bisa
> > sepenuhnya
> > > disebut syariah Islam, untuk membangun citra negative penerapan
> > > syariah Islam oleh negara.
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke