> > --- In [email protected], IrwanK <irwank2k6@> wrote:
> > >
> > > Kalau kemajuan mereka hasil dari SDA dan SDM mereka sendiri 
tanpa
> > > dari hasil penjajahan atas negara lain, apa yang berjalan di 
> negara"
> > > eropa patut diacungi jempol..


*** Dari penjajahan atas negara lain TAK mungkin muncul kemajuan. 
Tidak percaya?

Spanyol dan Portugal adalah negara penjajah pertama dan utama 
didunia, tetapi kini mereka termasuk negara Eropa yang terbelakang. 
Negara negara TERmaju di Eropa rata rata tak punya jajahan: Swiss, 
Denmark, Norwegia, Swedia, Austria... Mereka termasuk yang TER makmur 
didunia!

Jadi jangan kait kaitkan kemajuan negara dengan penjajahan, tidak 
match.


> > > 
> > > Akan beda rasanya kalau keberhasilan mereka dicapai dari 
tindakan
> > > kejam/bengis dan manipulatif.. sejak dulu sampai sekarang..
> > > CMIIW..
> > > 
> > > Wassalam,
> > > 
> > > Irwan.K
> > > Jakarta, Indonesia
> > > http://irwank.blogspot.com

**** Keberhasilan dalam menyusun masyarakat yang makmur tertata, atau 
islami menurut istilah bung Doni Doang, adalah hasil dari kemampuan 
me-manage negara. TAK mungkin hasil kebengisan. Singapura, misalnya, 
sangat berhasil menata masyarakat yang teratur, dan idam idamam 
mereka yang ingin bersyariat ( masyarakat islami), tetapi tidak 
bengis tu? Demikian pula Korea. Hongkong. Taiwan. 

Negara bengis sih tetap bengis saja, tak ada sangkut pautnya dengan 
keberhasilan mengatur negara, hingga dinamakan islami. Rusia, 
misalnya mampu sangat bengis, tapi makmur? sejak kapan?

Yang menjadi fakta, adalah, negara negara yang meraih nilai islami 
sesuai dengan definisi bung Doni Doang, adalah negara negara Non 
Muslim. Negara negara Muslim, TAK satupun yang memenuhi penilaian 
islami sesuai definisi bung Doni Doang (gratis sekolah, kesetahreaan 
masyarakat, dsb).

Mau makmur dan islami? Ya berkerja keras dan disiplin, tanpa embel 
embel agama. Sudah pernah ke Swiss?

Atau, saya keliru bung Irwan?

Salam pemakmuran

Danardono

Kirim email ke