baiklah bung Marconi, kalo begitu jelaslah bahwa firman"....Iqra ..." itu 
dikecualikan utk Rasulullah, jd harus diakui bahwa  Rasulullah bukan termasuk 
manusia, krn adanya pengecualian bahwa beliau boleh tdk mentaati Firman Allah 
utk muali belajar membaca, bahkan dari usia 40 tahun saat menerima wahyu itu 
sampai dgn kematian di usia 62 sekian bulan (selama 22 tahun lebih) ttp tdk 
mentaati Firman Nya.



----- Original Message ----
From: A. Marconi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, July 15, 2008 20:43:57
Subject: Re: [ppiindia] Islam Hanya Ada Satu Saja


Apabila dipakai suatu argumentasi sebagaimana yang bung nalarkan, memang 
sepertinya alasan buta huruf adalah mengada-ada atau diada-adakan, bukan. 
Pengertian kata "ummi" dalam budaya Bangsa Arab pada masa abad-abad sebelum 
abad ke 7 AD, adalah pengertian elite Arabia terhadap bangsa Arab gurun, 
al-badwii, yang hanya berbudaya nomad tidak mengenal aturan-aturan dan adat 
istiadat bermasyarakat kelompok menetap (lihat Phillip K. Hitti: "History of 
the Arabs"). 

Kita akan heran jika ada seseorang yang ngotot dengan kemauan dirinya walaupun 
dibuktikan keliru. Dalam budaya Arab konsistensi identitas, kehormatan diri dan 
kelompok (clan) serta kebulatan tekad merupakan nilai-nilai luhur yang 
diagungkan dalam masyarakat nomad. Dan rasulullah Muhammad saw pernah didik 
oleh keluarga Arab Badwii semasa bocahnya, sehingga identitas nomad Arabia 
tertanam, terhunjam sangat dalam pada dirinya. Inilah ciri-ciri utama yang 
membuat rasulullah Muhammad saw tetap buta huruf karena setelah diangkat jadi 
rasul tidak diperintah untuk belajar mengenal huruf dan membaca serta menulis 
oleh Allah swt. Bahkan di dalam beberapa wahyu yang difirmankan kepada beliau 
ditunjukkan "arti positif" kebutahurufan beliau dalam menghadapi perdebatan 
ideologi dengan yang menentang, tidak mempercayai kerasulan beliau serta tidak 
mempercayai Al-Quran sebagai wahyu yanbg diterima beliau dari Allah swt. Jadi 
di dalam melihat interaksi dialektis diantara
 Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib secara pribadi, asal kelompok 
Quraisyi, Bangsa Arab, letak geografi semenanjung Arab, berbagai bangsa yang 
berdiam mengelilingi semenanjung Arabia dll faktor sebagai suatu realitas 
obyektif mandiri kita tidak boleh hanya memegang satu bahagian saja tanpa 
mempertimbangkan dan menginferensikannya secara menyeluruh. Segala yang ada di 
ruang-waktu ini secara dialektis alami saling berinteraksi dalam model jalur 
informasi kwantum gravitasi.

Wassalam,
A.M
----- Original Message ----- 
From: Peter Sleman 
To: [EMAIL PROTECTED] s.com 
Sent: Tuesday, July 15, 2008 1:32 PM
Subject: Re: [ppiindia] Islam Hanya Ada Satu Saja

setuju bung Marconi, yg kemudian lantas jd perdebatan itu apakah Rasulullah 
menerima wahyu "...iqra..." kok ada ayat yg bilang beliau itu buta huruf, khan 
jd aneh wong dari menerima wahyu pertama disuruh baca, kok masih terus buta 
huruf???

Jawaban yg rasional adalah : rasulullah hrs terus buta huruf dari usia 40 sampe 
62 supaya Al Quran tdk dituduh contek sana sini dari Injil, Taurat, Zabur dll

Contek? buktinya mana?, nih buktinya ada yg dari bahasa persia (kata Firdaus) 
harusnya konsisten pake bhs arab : Jannah.

----- Original Message ----
From: A. Marconi <[EMAIL PROTECTED] nl>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Tuesday, July 15, 2008 13:47:19
Subject: Re: [ppiindia] Islam Hanya Ada Satu Saja

Bung, kesan saya, apa tidak sebaliknya? Jika bung menganggap Al-Quran itu 
universal, apakah tidak salah bung berpendapat "...... lama kelamaan tulisan 
anda ini semakin mempersempit universalitas alquran."?

Saya cenderung telusuri dahulu mula buka (sejarah) theologi dan sejarah sains. 
Nanti akan bung temukan bahwa sebelum manusia mengenal sains terlebih dahulu 
mereka membangun theologi, mereka mendasarkan diri kepada persangkaan pemikiran 
dan fantasi. Dan sains lahir dari kritik manusia terhadap theologi melalui 
filosofi. Sehingga sains merupakan pemahaman, pengenalan dan titik tolak 
pemikiran manusia yang paling akhir dari urutan sejarah budaya manusia di Bumi, 
setelah rasulullah Muhammad saw pada kira-kira 6 Agustus 670 AD menerima wahyu 
pertama. 

Dan justru Al-Quran-lah wahyu pertama yang menganjurkan manusia mempergunakan 
sains guna mengenal illah yang sejati dengan seruan wahyu pertama "Iqro' 
Bismirobbika al-ladzi holaq....... .." ("Bacalah! dengan atasnama Rob-mu Yang 
menciptakan ......". Untuk bisa membaca kita perlu ilmu pengetahuan (tengok 
sejarah munculnya huruf-huruf paku dan gambar-gambar di gua-gua). Pengetahuan 
manusia yang diakses sebelum lahirnya sains modern pada dasarnya adalah 
pengetahuan pengalaman praktis dalam kekususan dan berlaku lokal yang belum 
tersimpulkan secara sistematis dan tersusun dalam keumumman sehingga memiliki 
ciri-ciri universalitas.

Salam sejahtera,
A.M

----- Original Message ----- 
From: Ferry Adriansyah 
To: [EMAIL PROTECTED] s.com 
Sent: Tuesday, July 15, 2008 4:15 AM
Subject: RE: [ppiindia] Islam Hanya Ada Satu Saja

Bung, saya perhatikan, lama kelamaan tulisan anda ini semakin mempersempit
universalitas alquran. Anda terlalu sibuk melakukan pembuktian kebenaran
Islam/alquran dengan sebatas elmu pengetahuan kealaman. Seperti orang yang
sedang mengalami 'puber" dalam beragama. Secara prinsip saya menghargai
kerja keras anda, tapi jangan sampai membuat anda terbelenggu dalam standar
kebenaran elmu kealaman. Apalagi anda terkesan sinis terhadap teologi dan
elmu-elmu keso-sial-an. Islam dan Alquran seakan anda kerangkeng dalam
disiplin ilmu pengetahuan yang anda tekuni. Saya sarankan, kacamata kuda
yang anda gunakan dilepas secepatnya. Proporsionalnya saja lah dalam
memposisikan disiplin elmu tertentu.

Salam damai,

Ferry 

_____ 

From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:ppiindia@ yahoogroup s.com] On Behalf
Of A. Marconi
Sent: 14 Juli 2008 18:03
To: patrapmania@ yahoogroups. com; Interdisiplin@ yahoogroups. com;
Sains_Islami@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] s.com;
islam_liberal@ yahoogroups. com
Subject: [ppiindia] Islam Hanya Ada Satu Saja

Islam Hanya Ada Satu Saja.

April 9th, 2008 at 12:53 pm 

Assalammu'alaikum wr wb,

Hemat saya, jika kata Islam dimaksudkan sebagai Al-Dinu al-Islam, maka
sesungguhnya kategorinya masuk di dalam kategori ilmu-pengetahuan kealaman
atau 

sains bukan theology (baca Al-Quranu al-Karim dengan tartil dan saksama).
Menurut ayat-ayat Al-Quran, Al-Dinu al-Islam adalah Hukum alam semesta.
Seluruh alam semesta lahir, berkembang dan runtuh menurut hukum dan aturan
yang pasti dan tak dapat dihindari. Hukum ini juga berlaku bagi masyarakat
manusia dan pribadi-pribadi manusia. Hukum ini telah dapat dideteksi,
diujicoba, dianalisis sehingga diketahui keumuman dan kekhususan keberlakuan
hukum alam semesta ini secara lokal, setempat dan secara menyeluruh. Hukum
alam semesta ini secara mendasar telah dapat diujicoba melalui teori
matematika S.W. Hawking et al dengan mempergunakan model hiphotetis (saya
gunakan definisi hipotese demi memberikan ruang kebebasan argumentasi kepada
para kritikus teori, a.l teori "Twistor" dari Roger Penrose PhD) yang
dinamakannya sebagai "No Boundary Proposals". Dalam proposalnya itu S.W.
Hawking et al mendasarkan pemikirannya kepada keumuman hukum dasar yang
menjadi prinsip kwantum mekanika yang dikenal sebagai superposisi.
Superposisi mekanika klasik ini oleh Richard Fyneman dirumuskan dalam model
matematika kwantum superposisi yang memasukkan semua kemungkinan yang
berbeda-beda dari rata-rata proses kejadian dari awal sampai selesai. Pada
galibnya setiap obyek, baik yang klasik maupun kwantum, selalu berada di
suatu keadaan yang menunjukkan letak kedudukannya dan kecepatan dalam ruang.
Apabila dalam hal obyek klasik yang berada dalam suatu keadaan dapat
dinyatakan dengan menjelaskannya melalui suatu jumlah satuan tunggal, maka
pada obyek kwantum keadaan keberadaannya lebih diperkaya lagi sebagai jumlah
atau superposisi dari semua kemungkinan yang ada pada keadaan klasik.
Prinsip ini dipergunakan dalam pendekatan geometri kwantum gravitasi
Eucledian yang diaplikasikan di seluruh alam semesta. Pendekatan geometri
kwantum gravitasi ini tidak melibatkan superposisi dari jalan setapak
partikel yang berlain-lainan, tetapi melibatkan proses yang berlain-lainan
bagaimana alam semesta berkembang dalam waktu dan membentuk berbagai
geometri ruang-waktu yang dimungkinkan [Jonathan J. Halliwel: "Quantum
Cosmology and the Creation of the Universe" SciAm, Dec.1991]. 

Pada ujicoba simulasi komputer dengan mempergunakan komputer tercanggih saat
ini, sebuah team studi yang terdiri dari Jan Ambjorn dari Niels Bohr
Institute Copenhagen, Denmark dan Universiteit Utrecht, Negeri Belanda,
Jerzy Jurkiewicz dari Jagiellonian Institute Krakow, Polandia dan Renate
Loll dari Universiteit Utrecht, Negeri Belanda telah dihasilkan suatu
simulasi komputer pendekatan alam semesta melalui kwantum gravitasi geometri
Eucledian dengan menyertakan KAUSALITAS PERTAMA bagi pembangunan alam
semesta mengikuti pola pemikiran No Boundary Prosposals yang mendefinisikan
ruang dan waktu dalam tingkat kesederajatan di mana waktu dinyatakan sebagai
WAKTU SEMU (immaginair) .Di dalam teknis aplikasi simulasi komputer ini
diwujudkan dalam penyertaan sebab struktural dengan yargon teknisnya "Causal
Dynamical Triangulations" pada tingkat yang jauh lebih awal menjelang
fluktuasi. Dalam teknis model ini pada setiap simplex dipasang panah waktu
dari masalampau yang mengarah ke masadepan, selanjutnya diharuskan
berlakunya suatu aturan sebab perekatan: tiap dua simplex harus direkatkan
bersama sedemikian rupa agar arah panah waktunya menjadi searah, tidak
pernah akan mandeg atau berlari balik arah. Dengan demikian maka ruang
terjaga secara menyeluruh akan bentuk globalnya sepanjang perjalanan waktu,
tidak rusak dan pecah berkeping-keping, terpisah-pisah, serta tidak menjadi
"wormhole". Dalam proses menunggu hasil simulasi dengaan penuh ketegangan
dengan berbagai kemungkinan yang terbuka dari ujicoba simulasi komputer
tersebut, maka pada suatu hari di tahun 2004 komputer para fisikawan
eksperimental tadi memberikan hasil pertama pendekatan dimensi alam semesta
dalam satuan 4,02+/-0,1[Jan Ambjorn, Jerzy Jurkiewicz and Renate Loll: "The
Selfs Organizing Quantum Universe" SciAm, July 2008].Demikianlah
interpretasi yang paling dekat atas firman QS.36 ayat 82 mengenai kalimat
"KUN! FAYAKUUN" secara mantab semakin jelas dan benderang. 

Karenanya bagi mereka yang mempelajari ilmu-ilmu eksakta akan lebih dekat
untuk mampu memahami maksud ayat-ayat Al-Quran ketimbang yang hanya
mempelajari ilmu-ilmu sosial. Sebab ilmu-ilmu sosial tidak dapat dipastikan
dengan suatu teori maupun hyphothese. Ilmu-ilmu sosial, walaupun sekarang
diusahakan mempergunakan peralatan ilmu-ilmu eksakta juga, namun prosentase
kesalahan masih sangat besar dan bahkan kadang-kadang ada hal-hal yang tak
terbaca samasekali (studie peristiwa G30S dan Surat Perintah Sebelas Maret
1966). Dalam ilmu sosial masih belum diperoleh peluang kajiulang dan ujicoba
dalam skala masyarakat manusia. Sekalipun suatu pandangan belum dibuktikan
oleh realitas mandiri masyarakat manusia, kebanyakan pandangan fikir
seseorang atau suatu kelompok manusia telah diadopsi secara konsensus
sebagai teori yang dapat diaplikasikan tanpa menunggu konfirmasi data
kajiulang dan ujicoba. Apabila masyarakat-masyarak at manusia yang pernah
lahir, tumbuh, berkembang dan runtuh boleh dijadikan sebagai model-model
masyarakat percobaan, kajiulang dan ujicoba, maka perolehan data darinya
secara faktual sulit dapat dipastikan adanya, disebabkan terjadinya
disintegrasi dan pemusnahan kebudayaan serta registrasi sejarah. 

Di dalam ilmu eksakta terkandung selain rasionalitas dan logika pemikiran
empiris juga ada kaitan dialektika alamiyah yang menjadi jelujur dalam
lompatan 

kwalitatif pemikiran (baca cerita S.W. Hawking dalam "Brief History of Time"
di Nature). Di dalam Al-Quran firman-firman yang diwahyukan dalam Surah
An-Najm (53) dari ayat 1 s/d ayat 18 memberi petunjuk kepada kita akan
permasalahan dialektika alamiyah yang hingga kini masih terus digeluti oleh
para ahli 

matematika teori (Brian Green menjelaskan dialektika matematik alam semesta
dengan jelas dan menarik dalam bukunya "The Fabric of the Cosmos"). 

Menurut hemat saya Islam itu hanya ada SATU saja, yaitu yang difirmankan di
dalam model Al-Quranu al-Karim dan diwahyukan kepada rasulullah Muhammad
saw. Maksud saya agar kita tidak menjadi bingung sendiri oleh banyaknya cara
pendekatan terhadap Islam yang telah dilakukan oleh para ahli Islam, sarjana
Muslim dan 'ulama theologi Islam. Pendekatan terhadap Islam ini tentunya
harus ada titik tolaknya, dari mana hendak didekati? 

Jika didekati dari pemikiran manusia maka harus dicatat bahwa seringkali
manusia mempergunakan titik tolak duga-duga tanpa dasar faktual (dzhonu)
yang di dalam tradisi Yunani dinamakan filosofi. Oleh sebab itu di dalam
penyajian obyek kajian diperlukan ketepatan penggunaan sistematika,
symantica, gramatika, estetika, bahasa. Pendekatan filosofis demikian tidak
akan dapat menghindar dari kerangka kerja pemikiran yang bertolak dari
kepercayaan terhadap sesuatu yang supra alami dalam model religi atau agama.
Sedangkan sifat-sifat Allah swt dan asma'ul husnaa yang 99 itu sendiri
menunjukkan kemanunggalan yang tidak terjangkau akal, fikiran dan perasaan
manusia. Jika didekati dari titik tolak pengamatan lapangan (empirik) maka
kita tidak bisa menduga-duga begitu saja tanpa data faktual, sebab kita
dikonfrontasi dengan bombardemen informasi persepsional melalui berbagai
peralatan penginderaan yang ada pada setiap individu manusia (cobalah ke
luar kamar dan menghirup udara di halaman atau kebun atau jalanan dan
perhatikan langit yang gelap penuh bintang-bintang) . Bahkan dalam hal
memahami "rasa" yang biasanya menjadi acuan spiritualisme religius dituntut
adanya data-data faktual dari model keberadaannya yang sudah terregistrasi
(QS.53:11). Maka adalah tidak mengada-ada apabila sunnah rasulullah Muhammad
saw juga tidak menerapkan firman-firman Allah swt secara religius, tetapi
secara praktis, methodis, didaktis dan strategis sebagai pembumian firman
"Iqro' Bismirobbika al-ladzii holaq.....", sehingga terbentuk suatu model
masyarakat manusia modern yang BERADAB dengan dasar Konstitusi Madinah di
semenanjung Arabia yang masih biadab.

Apabila kita memperhatikan kata per kata hingga mengenal kombinasi
huruf-huruf Hijaiyah yang dipergunakan sebagai akar kata dalam susunan kata
dan kalimat firman di dalam Al-Quran maka akan kita temukan petunjuk agar
kita mendekati dari titik tolak di luar diri kita, sebagai manusia. Yaitu
bertolak dari realitas mandiri alam semesta, masyarakat manusia. Dari titik
tolak demikian itu kita akan dapat mengumpulkan pengetahaun dan menyusun
postulat, hipothese, teori dan menyimpulkannya ke dalam ilmu pengetahuan
yang dapat kita refernsikan kepada realitas mandiri alam semesta seisinya
juga dapat direferensikan kepada firman-firmanb Qurani. Seyogyanya
teman-teman yang memiliki basis sains (ilmu-pengetahuan kealaman)
berkerjasama dengan teman-teman yang memiliki basis ilmu-ilmu sosial
melakukan studi Islam dengan bertitik tolak dari realitas mandiri alam
semesta. Selanjutnya hasil-hasil pendekatan tersebut dapat diaplikasikan
kedalam studi gejala-gejala sosial yang hidup dan berkembang di dalam
masyarakat Muslimin, di dalam kehidupan nyata keseharian kita pribadi dengan
maksud meningkatkan kesadaran manusia biologis ke tingkat kesadaran manusia
Mukminin, Muhlisin, Muhsinin dan Mutaqin. Ke-empat model kesadaran ini akan
mentransformasikan diri kita menjadi anggota dari suatu masyarakat mahluk
ciptaan yang ideal: Kholifatan fii al-ardzh. Polah laku dan pemikiran
manusia tidak bisa dipisahkan dari keterkaitan manusia terhadap alam semesta
secara tunggal. Dalam hal ini tampak kelemahan ilmu-ilmu sosial yang
memisahkan obyek kajiannya (manusia individual dan masyarakatnya) dari hukum
alam semesta secara general.

Wa bii Allahi taufiqu wa al-hidayah wassalam,

A.M

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg. com 
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.4.10/1551 - Release Date: 14-7-2008 6:49

[Non-text portions of this message have been removed]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg. com 
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.4.11/1553 - Release Date: 15-7-2008 5:48

[Non-text portions of this message have been removed]

    

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke