Pak Satrio apa tak perlu merenung sebentar. Saya harap tidak mengikuti pepatah Inggris "Right or wrong my country".
Di dalam Mukaddimah UUD-45 RI yang mula-mula dan kini masih tetap dicantumkan kan ditulis, bahwa "Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan". Jika dengan berbagai alasan politis dan psikologis kemudian pemerintah RI dengan Presiden Soeharto sebagai pemimpinnya melakukan agresi militer ke Timor Leste (Timor-Timur) melalui suatu skenario "diminta bantuan penduduk setempat" kan ini namanya MELANGGAR sekaligus melecehkan IDEALNYA sendiri, bukan? Apalagi RI dan pemerintahnya mengakui pemberian Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud Kemerdekaan dari penjajahan Bangsa Asing. Presiden RI seorang Muslim, Menteri-menterinya juga mayoritas Muslim lha kok masih berani TIDAK JUJUR kepada diri sendiri dan kepada realitas obyektif yang mandiri. Allah swt telah memberikan jaminan, bahwa bagi siapapun yang BERTOBAT kepada Allah swt dan tidak akan mengulang perbuatannya yang salah, Allah swt membuka pintu PENGAMPUNAN selebar-lebarnya. Harap KESALAHAN pemerintah RI dijaman Soeharto berkuasa jangan dilindungi dengan memperbandingkannya dengan kesalahan bangsa-bangsa dan pemerintah-pemerintah lainnya. Hal demikian TIDAK MEMPERINGAN kesalahan yang sudah dilakukan, tetapi justru menurunkan DERAJAT KEHORMATAN Bangsa Indonesia yang telah berjuang selama 350 tahun untuk melepaskan diri dari belenggu rantai baja penjajahan, perbudakan dan penghisapan Eropa Barat, dalam hal ini Kerajaan Belanda. Generasi masa sekarang patut untuk menyampaikan terimakasih dan hormat kepada para pionir kemerdekaan semenjak bangsa-bangsa Eropa Barat memaksakan kehendaknya kepada nenek-moyang Bangsa Indonesia hingga terwujudnya Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus teguh kepada IDEALNYA, bahwa "Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan"!!!!! Wassalam, A.M ----- Original Message ----- From: Satrio Arismunandar To: [email protected] Sent: Wednesday, July 16, 2008 5:48 PM Subject: Re: [ppiindia] Penyesalan, minus permintaan maaf?(A nation found guilty.....) Gimana kalau dibandingkan dengan Inggris, Portugal, Belanda, Jepang.... Apa ada dari negara-negara itu yang pernah minta maaf, karena dulu menduduki Indonesia...?? Atau menjadikan rakyat pribumi sebagai budak seks, romusha, dll.... Satrio Arismunandar --- On Wed, 7/16/08, Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [ppiindia] Penyesalan, minus permintaan maaf?(A nation found guilty.....) To: "media care" <[EMAIL PROTECTED]>, "ppi india" <[email protected]> Date: Wednesday, July 16, 2008, 9:29 PM Suatu dilemma yang seharusnya tidak perlu terjadi, penyesalan atas sesuatu kejadian yang "miring", dan diakui bahwa hal ini terjadi tapi merasa tidak perlu, atau "takut",atau "malu" untuk meminta maaf atas kejadian "miring" ini. Dimana hal sedemikian bisa terjadi? Tidak lain di negara tercinta ,Indonesia sini. Kejadian "miring", yang aku sebut diatas adalah kejadian pelecehan HAM dimana korban ribuan jatuh di Timtim dibawah tangannya ABRI beserta begundal2nya para preman yang diasuh oleh ABRI sewaktu pendudukan tidak syah, alias okupasi,alias penjajahan negara merdeka negara Timor Timur(sekarang Timor Leste) oleh Indonesia. Tersiar berita bahwa presiden SBY menyatakan penyesalan atas terjadinya peristiwa "miring"(atau bukan?) tapi yang menjadi pertanyaan, setelah suatu fakta terjadi, dan logika kita bicara, kita bisa mengambil kesimpulan, suatu kejadian perlu di achiri dengan suatu pernyataan menanggapi peristiwa itu. Bila tidak ada kesan kesalahan terjadi tentunya kita tidak perlu menyesal. Tapi apabila kita sudah berani bilang....menyesal. ...maka kelanjutan penyesalan itu sendiri sudah mengacu kesesuatu yang telah terjadi yang inti sarinya adalah kejadian yang "miring", yang tidak seharusnya terjadi. Inilah logika, locigcal, yang bernuansa ..common sense. Tapi dalam kasus TimTim ini dan menguak apa yang presiden SBY sendiri sudah menyatakan penyesalannya, dimana sekarang terusan dari cerita gelap ini berkelanjutan? Apakah perlu dengan berani dan dengan hati nurani yang jernih bisa meminta maaf kepada yang bersangkutan( korban pelecehan HAM)? Menarik adalah pemberitaan/ ulasan Meidyanti Suryodiningrat (Jakarta Post) tanggal 15 Juli 2008. Inilah cuplikan yang menarik dan berkonotasi kesadaran ber-.....common sense, seperti yang sering aku sitir dan gemar aku gunakan. Apalagi kalau kita2 ini yang hidup di luar Indonesia, yang tidak sempat mengalami sesuatu kejadian atau pemberitaan yang berkwalitas " on the spot", maka common sense adalah caranya untuk mengambil suatu kesimpulan. .......nine years after post-referendum violence swept through East Timor, two-and-a-half years after the Commission of Truth and Friendship (CTF) began its work, Indonesia must come to terms with something it knew but never accepted: Its forces committed "organized gross human rights violations" in the former province in 1999...... Apakah karena sudah kadaluwarsa perkara ini dan perlunya ditanggapi secara jantan maka presiden SBY perlu menyatakan penyesalannya atas kejadian ini, tapi.....alangkah sayangnya... .penyesalan ini tidak di tindak lanjuti dengan permintaan maaf kepada yang bersangkutan, korban pembantaian tahun 1999 dan tahun2 sebelumnya(selama pendudukan tidak syah oleh para agresor Indonesia) . .... for victims and their families, the absence of retributive justice is scorn on the pain already suffered.... ...parties felt "accused"... despite none being named--and egoist nationalist will feel an affront to pride..... sepertinya jendral Wiranto yang pernah dituduh sebagai biang keladinya ketidak adilan anti HAM yang diderita oleh rakyat Timor Timur, tapi nyatanya jendral Wiranto telah secara sepihak dianggap tidak punya tanggung jawab apapun atas terjadinya ketidak adilan(pembantaian) ini. ...disebutkan dalam tajuk rencana ini secara elegant selanjutnya dikatakan/disadur. ...... " the Greek playwright Aeschylus once wrote that "one's moral strength comes out of pain"... Jadi kejujuran mengakui kesalahan yang telah terjadi , akan mewujutkan kebesaran jiwa seseorang betapapun pahitnya harus kita alami...inilah inti-nya pabila terjemahan ini bisa di kupas lebih mendalam. Selanjutnya ...".the foreboding gravitas of the commission's report can be Indonesia's source of strength.... ..betapapun pahitnya reportase dari CTF itu tapi sebaliknya akan memberikan kekuatan moral bagi Indonesia.(apabila hal ini ditindak lanjuti dengan seksama/dan jujur) ".......the question for Indonesia is whether it is willing to face its own past........ .. tapi apabila sebaliknya terjadi pengingkaran dan tidak ada permintaan minta maaf untuk menuju ke rekonsiliasi sejati maka....."if at best there is silent disregard, then the efforts of the commission to begin healing the social, political and cultural fabric will have been in vain. Eventually the report would serve only as a political solution,... .without a noble conclusion.. .... maka terwujutlah suatu sikon di mana Indonesia, dimana Indonesia akan menanggung resiko di cap sebagai pembangkang dan mengingkari kaidah "suci" yang dinamakan Hak Azasi Manusia. Ujung2nya Indonesia akan di-"amuk", dihantui oleh suatu kondisi watak yang tidak bisa dijadikan pondamen untuk mewujutkan suatu negara yang adil dan ber-adab.... .. "then Indonesia would deserve to be put before an international tribunal" .....apakah nantinya Indonesia, pelaku2 dalam drama pelecehan HAM di Timor Timur akan mengalami ,ditunjuk hidungnya seperti presiden Sudan Al Bashir yang diputusin oleh mahkamah internasional sebagai penjahat pelanggar HAM di Darfur Sudan?...... " ......if there is truth to Edmund Burke's adage...." all that is necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing", then the report confirms we----good Indonesian men and women---did not do enough to stop brutality on the people once considered kin."....alas. ..memang begitulah sejarah Indonesia(NKRI) dimana pembantaian dan ketidak adilan ternyata tidak ditanggapi secara serius yang berakibat... .Indonesia akan terhambat untuk maju sebagai negara yang berdaulat yang disegani oleh komuniti dunia dan bisa dijadikan contoh/panutan sebagai negara yang demokratis dan gemah ripah loh jinawi. Tapi sayang seribu sayang pengingkaran terhadap nilai suci HAM dilecehi sepanjang masa, akibatnya ...amburadul- lah jadinya negara ini. Harry Adinegara Start at the new Yahoo!7 for a better online experience - Start Here. Start at the new Yahoo!7 for a better online experience - Start Here. Start at the new Yahoo!7 for a better online experience. www.yahoo7.com. au [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] No virus found in this incoming message. Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.5.0/1555 - Release Date: 16-7-2008 6:43 [Non-text portions of this message have been removed]

