--- In [email protected], si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > assalamu 'ala manittaba al huda' > ------------- deleted------------ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya
---------- deleted------------- *** Mohon penjelasan, bagaimana malam dan siang diciptakan, kemudian baru ada matahari dan bulan. Tidakkah existensi matahari dalam tatasurya kita, yang menentukan apakah itu malam atau siang? Bukankah sebenarnya, kalau ditilik dari kinerja matahari, selalu ada siang? Bukankah malam itu sebenarnya tak lain dari ketiadaan siang? Misalnya bagian ruangan yang terkena sinar lampu, kelihatan gelap atau dalam bayangan? Bukankah sebenarnya tak ada siang dan malam, karena ini hanya keadaan yang ditentukan posisi bumi? Bukankah ditilik dari sebuah bintang yang berada jauh dari matahari dan bulan tak ada siang atau malam? Bukankah ketiadaan siang dan malam adalah situasi yang dialami para austronaut? Terimakasih untuk petromax

