Boleh kan saya menyarankan diskusi ini supaya belangsung dengan tujuan 
pencerahan bagi semua fihak? 
Sebab pada hemat saya kita berdiskusi itu adalah guna mencari sesuatu yang kita 
belum memperoleh kejelasan, artinya ilmu pengetahuan kita masih belum setingkat 
nabi dan rasul atau setingkat Einstein, Hawking, Plato, Socrates, Ibn Rusyd, 
Ibn Sina dll dan kita berusaha untuk menambah ilmu pengetahuan kita terus 
menerus. Kata seorang pemimpin Komunis Russia W.I. Lenin: "Belajar, belajar, 
belajar.....sekali lagi belajar!" dan wahyu pertama yang diterima rasulullah 
Muhammad saw pun "Iqro'!......" yang essensinya juga "Belajar!". Dan para 
pemikir dunia pun semuanya terus belajar hingga nafas terakhir. 

Belajar dalam model berdiskusi, berdialog, itu adalah baik dan sehat. Tetapi 
berdiskusi tidak identik dengan maki-memaki dan ejek-mengejek, hina-menghina, 
saling menyakiti hati. Diskusi yang demikian ini bukan belajar yang saya 
maksudkan di depan, memang sih bisa juga dinamakan belajar bagaimana 
bermusuhan. Sedangkan apabila kita semua menerima keberadaan Allah swt Yang 
Menciptakan alam semesta dan manusia, pertanyaannya apakah sesuai tujuan 
berdiskusi ini dengan kehendak Yang Maha Pencipta? Dan apabila di antara kita 
ada yang tidak mengakui keberadaan Allah swt sebagai Yang Maha Pencipta alam 
semesta dan manusia pun, toh tidak ada ruginya mempersilahkan saudara-saudara 
itu ikut nimbrung berdiskusi secara manusiawi yang beradab, sebab 
pemikiran-pemikiran mereka juga dapat memberikan pencerahan akan alasan dan 
keberatan mereka atas keberadaan Allah swt.  

Apalagi banyak saya baca konstatasi para mailers yang mengatakan bahwa di 
[EMAIL PROTECTED] ini yang berdiskusi umumnya sudah selesai universitas maupun 
institusi pendidikan tinggi, maka apakah diskusi-diskusi di maillist ini tidak 
seyogyanya diarahkan kepada diskusi yang bermanfaat dan mencerahkan dan bukan 
sebaliknya? Jika hal ini dapat kita usahakan bersama, maka kita akan menggalang 
sahabat dan teman yang luas dari berbagai aliran pemikiran yang berbeda-beda. 
Hal demikian akan sangat menguntungkan bagi kita semua dan juga mungkin yang 
berminat, bukan. Mao Dze-dong saja yang dikatakan oleh penentangnya sebagai 
sekejam-kejamnya manusia di China yang telah menyebabkan korban manusia ratusan 
juta selama periode "Revolusi Besar Kebudayaan Proletar" menyatakan kepada 
bangsanya agar di negerinya dipersilahkan "Biarlah Seratus Bunga Mekar Bersama 
dan Seratus Aliran Bersaing", mengapa kita tidak dapat juga menyelenggarakan 
diskusi yang sedemikian? Ataukah pola fikir saling bermusuhan dan saling 
menghina ini adalah hasil dari budaya Orde Baru yang represif dan diktatorial 
selama 32 tahun di Indonesia?

Mari kita bercermin kembali kepada usaha para pionir kemerdekaan Indonesia yang 
menggunakan sitkon kebhinekaan puluhan ribu pulau di sepanjang khatulistiwa, 
kepulauan Nuswantara, Indonesia nan elok bak untaian zamrut di khatulistiwa, 
sebagai piranti ".....samen bundeling van alle krachten...." kata Bung Karno 
ketika berpidato membangkitkan semangat perjuangan untuk merdeka dari 
kolonialisme Belanda. 

Salam damai,
A.M
 
  ----- Original Message ----- 
  From: si pitung 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, July 19, 2008 4:56 AM
  Subject: Re: [ppiindia] Re: Islam Hanya Ada Satu Saja


  ane seneng bgt dah, engkong dono mulai kritis, jd kliatan pinternye (dikit 
hihi)
  tp sayang sribu sayang n'kong, pertanyaan kritisnye salah alamat.

  Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi 
dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada 
siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan 
dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, 
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta 
alam. QS7:54

  ayat di atas sama sekali tdk bicara ttg urut2an penciptaan alam semesta. Ayat 
tsb menjelaskan mengenai penciptaan alam semesta dlm 6 masa/periode. Allah yg 
berkehendak adanya siang & malam dg sgala atrributnya akibat tunduknya 
Matahari, Bulan, & bintang2 (semuanya) kpd Allah SWT, pencipta alam semesta. 
hikmahnya adalah mengapa manusia enggan tunduk kpd Allah SWT? pdhl MANUSIA 
hanyalah sebuah 'titik' dibandingkan luasnya alam semesta, yg keseluruhan 
merupakan ciptaan Allah SWT.

  seharusnya pertanyaan n'kong yg super kritis ini ditanyakan kpd bible, krn 
bible menjelaskan penciptaan alam semesta dlm urut2an kejadian.

  P. Lama: Kejadian: LAI
  1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 
  1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu 
dari gelap. 
  1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang 
dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 

  P. Lama: Kejadian: LAI
  1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk 
memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda 
yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 
  1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi 
bumi." Dan jadilah demikian. 
  1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang 
lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, 
dan menjadikan juga bintang-bintang. 
  1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 
  1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari 
gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 
  1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

  nah pertanyaan engkong dono, saya kopas aje dah.

  Mohon penjelasan, bagaimana malam dan siang diciptakan, kemudian 
  baru ada matahari dan bulan. 

  Tidakkah existensi matahari dalam tatasurya kita, yang menentukan 
  apakah itu malam atau siang? Bukankah sebenarnya, kalau ditilik dari 
  kinerja matahari, selalu ada siang? 

  Bukankah malam itu sebenarnya tak lain dari ketiadaan siang? Misalnya 
  bagian ruangan yang terkena sinar lampu, kelihatan gelap atau dalam 
  bayangan? Bukankah sebenarnya tak ada siang dan malam, karena ini hanya 
  keadaan yang ditentukan posisi bumi?

  hehe..

  nah untuk pertanyaan yg ini,

  Bukankah ditilik dari sebuah 
  bintang yang berada jauh dari matahari dan bulan tak ada siang atau 
  malam? Bukankah ketiadaan siang dan malam adalah situasi yang dialami 
  para austronaut?

  Betul nkong! seratus buat n'kong dah.
  tanda2 kekuasaan Allah ini yaitu adanya mlm & siang akibat tunduknya 
Matahari, bulan & bintang kpd kehendak Allah SWT seharusnya dijadikan pelajaran 
bagi manusia agar memahami siapa dirinya, utk apa dia ada di dunia ini, siapa 
yg menciptakan alam semesta ini utk kepentingan manusia dll.
  Objeknya adalah manusia, Allah sedang bicara kpd manusia yg ada di bumi 
(mungkin jg bicara dg manusia di bumi2 lainnya?). Jika dikatakan tdk ada mlm & 
siang di bumi, pdhl kenyataannya kita mengalami siang & mlm, ada bulan & ada 
matahari dan ada bintang, apakah manusia dari jaman ke jaman bs menerima 
(AlQuran)? 
  tdk ada 1 pun ahli astronomi yg mengatakan ada 'masalah' dg ayat tsb, toh apa 
yg mereka ketahui ttg alam semesta ini msh sangat keciiiil dibandingkan Ilmu 
Allah SWT, Bahkan manusia saat ini hanya mampu menempuh jarak satu setengah 
detik cahaya, yaitu ke bulan dari luasnya alam makro ciptaan Allah yg kata 
persamaan medan Einstein dan dengan data rapat rata-rata (average density) 
hasil observasi Edwin Hubble dapatlah dihitung curvature makrokosmos, hasilnya 
35 bilyun tahun cahaya ..nah lho!
  Bacalah Firman Allah SWT di bawah ini: Walaw anna maa fiy lArdhi min Syajarin 
Aqlaamun wa lBahru Yamudduhu min ba'dihi Sab'atu Abhurin maa Nafidat Kalima-tu 
Lla-ha inna Lla-ha 'Aziyzun Hakiymun (S.Luqma-n,27). Andaikan pohon-pohon di 
bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan lagi tujuh laut sesudah 
keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan Kalimah Allah, 
sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana (31:27). 

  Jadi walaupun seluruh manusia mempergunakan kalam yang dibuat dari seluruh 
pepohonan di bumi, dan laut dijadikan tinta ditambah lagi tak terbilang 
banyaknya laut (tujuh itu menyatakan tak terbilang banyaknya), kalam habis 
menyusut pupus, laut menyusut kering, takkan habislah dituliskan makhluq 
ciptaan Allah. 

  lalu adakah hikmahnya?

  oh iye, ane kaga perlu petromax n'kong, mending pake lampu TL aje, hhehe 
terang teruuuus..teruuus teraaang..

  ----- Original Message ----
  From: RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Friday, July 18, 2008 7:54:37 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Islam Hanya Ada Satu Saja

  --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
  >
  > assalamu 'ala manittaba al huda'
  > 
  ------------ - deleted----- -------
  Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan 
  bumi dalam
  enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam 
  kepada siang
  yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan- Nya pula) matahari, 
  bulan dan
  bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya

  ---------- deleted----- --------

  *** Mohon penjelasan, bagaimana malam dan siang diciptakan, kemudian 
  baru ada matahari dan bulan. 

  Tidakkah existensi matahari dalam tatasurya kita, yang menentukan 
  apakah itu malam atau siang? Bukankah sebenarnya, kalau ditilik dari 
  kinerja matahari, selalu ada siang? 

  Bukankah malam itu sebenarnya tak lain dari ketiadaan siang? Misalnya 
  bagian ruangan yang terkena sinar lampu, kelihatan gelap atau dalam 
  bayangan? Bukankah sebenarnya tak ada siang dan malam, karena ini hanya 
  keadaan yang ditentukan posisi bumi? Bukankah ditilik dari sebuah 
  bintang yang berada jauh dari matahari dan bulan tak ada siang atau 
  malam? Bukankah ketiadaan siang dan malam adalah situasi yang dialami 
  para austronaut?

  Terimakasih untuk petromax

  [Non-text portions of this message have been removed]



   
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg.com 
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.5.1/1560 - Release Date: 18-7-2008 6:47


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke