akuuur bang! lelaki maupun perempuan seharusnya mengikuti kaidah2 yg telah ditentukan oleh agama, krn kaidah2 tsb diperuntukkan utk kepentingan manusia itu sendiri. ah masyarakat eropa & amerika siy udh terlalu rusak, susah dicari pembandingnya.
----- Original Message ---- From: ! C.A. Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, July 18, 2008 6:32:49 PM Subject: Re: [ppiindia] Pelecehan seksual kian marak di Mesir Hasil penelitiannya tendensius merugikan citra masyarakat muslim.Kemudian, juga harus dilakukan:1. Benchmark dengan perempuan & laki2 di Amerika dan Eropa. Hipotesis saya, lebih tinggi di Amerika dan Eropa bahkan juga "Pelecehan disertai Kekerasan Fisik" 2. Uji korelasi antara angka pelecehan dengan berzina (bersetubuh) di luar nikah. Jadi, harus disurvey apakah si Peleceh (laki2) pernah bersetubuh dengan yang bukan muhrim.3. Tidak jelas data time seriesnya, "setiap hari" itu selama berapa hari? Juga harus dilakukan penelitian yang sama secara periodik untuk dicari mean dan tingkat kecenderungannya. Jadi, kalau dilihat dari metodologi penelitian Kualitatif tersebut, sangat Tendensius untuk menimbulkan Citra Negatif masyarakat muslim.Jadi, saya berhipotesis bahwa di Mesir, Pelecehannya hanya sekedar iseng karena nafsu yang meledak-ledak apalagi melihat wanita yang tidak menutupi auratnya. Ada gula, ada semut. Ada paha gratis, ada sidik jari yang menempel.Silahkan menguji hipotesis tersebut.Wassalam. ************ ********* *** Regards, Caprico A. Hidayat - Pekanbaru ************ ********* *** --- On Fri, 7/18/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote: From: mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> Subject: [ppiindia] Pelecehan seksual kian marak di Mesir To: wanita-muslimah@ yahoogroups. com, jurnalperempuan@ yahoogroups. com, "zamanku" <[EMAIL PROTECTED] .com>, [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Friday, July 18, 2008, 3:46 AM 2/3 lelaki Mesir lakukan pelecehan seksual Didi Syafirdi - detikNews Kairo - Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu. Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling, meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat kelamin di depan perempuan). Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2008) berdasarkan laporan penelitian Hak Perempuan Mesir. "Pelecehan seksual sudah menjadi kebiasaan dan sangat nyata dialami oleh semua perempuan di Mesir. Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, " ujar laporan itu. Baik penduduk dan turis perempuan di Mesir sering mengalami pelecehan seksual di jalanan Mesir, kendati lingkungan Mesir dikelilingi lingkungan Islam yang konservatif. Sebanyak 98 persen perempuan asing mengaku mengalami pelecehan seksual di Mesir. Hasil survei terhadap 2 ribu laki-laki dan perempuan Mesir, serta 109 perempuan asing percaya pelecehan seksual di Mesir mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena menurunnya kondisi ekonomi dan rendahnya kesadaran akan nilai-nilai agama. 62 Persen laki-laki Mesir mengaku telah melakukan pelecehan, sedangkan 83 persen perempuan Mesir melapor sering dilecehkan secara seksual. Setengah perempuan yang disurvei hampir setengahnya mengatakan pelecehan itu dilakukan tiap hari. Hanya 2,4 persen perempuan Mesir yang melapor ke polisi atas pelecehan yang dialaminya. Kebanyakan perempuan ini tidak melapor karena takut akan merugikan reputasinya dan mereka juga tidak percaya siapa yang akan menolong mereka. Sekitar 53 persen laki-laki menyalahkan perempuan, karena membawa nuansa seksual dengan mengunakan pakaian yang tidak senonoh. "Perempuan dan laki-laki Mesir berdasarkan hasil wawancara, setuju perempuan yang memakai pakaian ketat pantas menerima gangguan," ujar survei. (nwk/iy) mediacare http://www.mediacar e.biz [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

