Hasil penelitiannya tendensius merugikan citra masyarakat muslim.Kemudian, juga 
harus dilakukan:1. Benchmark dengan perempuan & laki2 di Amerika dan Eropa. 
Hipotesis saya, lebih tinggi di Amerika dan Eropa bahkan juga "Pelecehan 
disertai Kekerasan Fisik"
2. Uji korelasi antara angka pelecehan dengan berzina (bersetubuh) di luar 
nikah. Jadi, harus disurvey apakah si Peleceh (laki2) pernah bersetubuh dengan 
yang bukan muhrim.3. Tidak jelas data time seriesnya, "setiap hari" itu selama 
berapa hari? Juga harus dilakukan penelitian yang sama secara periodik untuk 
dicari mean dan tingkat kecenderungannya.Jadi, kalau dilihat dari metodologi 
penelitian Kualitatif tersebut, sangat Tendensius untuk menimbulkan Citra 
Negatif masyarakat muslim.Jadi, saya berhipotesis bahwa di Mesir, Pelecehannya 
hanya sekedar iseng karena nafsu yang meledak-ledak apalagi melihat wanita yang 
tidak menutupi auratnya. Ada gula, ada semut. Ada paha gratis, ada sidik jari 
yang menempel.Silahkan menguji hipotesis tersebut.Wassalam.
************************

Regards,

Caprico A. Hidayat - Pekanbaru
************************

--- On Fri, 7/18/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] Pelecehan seksual kian marak di Mesir
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "zamanku" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[email protected]
Date: Friday, July 18, 2008, 3:46 AM










 






    
            2/3 lelaki Mesir lakukan pelecehan seksual



Didi Syafirdi - detikNews



Kairo - Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah 

melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan 

menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu.



Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling, 

meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat kelamin di depan 

perempuan). Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2008) 

berdasarkan laporan penelitian Hak Perempuan Mesir.



"Pelecehan seksual sudah menjadi kebiasaan dan sangat nyata dialami 

oleh semua perempuan di Mesir. Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, " 

ujar laporan itu.



Baik penduduk dan turis perempuan di Mesir sering mengalami pelecehan 

seksual di jalanan Mesir, kendati lingkungan Mesir dikelilingi 

lingkungan Islam yang konservatif. 



Sebanyak 98 persen perempuan asing mengaku mengalami pelecehan 

seksual di Mesir.



Hasil survei terhadap 2 ribu laki-laki dan perempuan Mesir, serta 109 

perempuan asing percaya pelecehan seksual di Mesir mengalami 

peningkatan. 



Hal ini terjadi karena menurunnya kondisi ekonomi dan rendahnya 

kesadaran akan nilai-nilai agama.



62 Persen laki-laki Mesir mengaku telah melakukan pelecehan, 

sedangkan 83 persen

perempuan Mesir melapor sering dilecehkan secara seksual. 



Setengah perempuan yang disurvei hampir setengahnya mengatakan 

pelecehan itu dilakukan tiap hari.



Hanya 2,4 persen perempuan Mesir yang melapor ke polisi atas 

pelecehan yang dialaminya. Kebanyakan perempuan ini tidak melapor 

karena takut akan merugikan reputasinya dan mereka juga tidak percaya 

siapa yang akan menolong mereka.



Sekitar 53 persen laki-laki menyalahkan perempuan, karena membawa 

nuansa seksual dengan

mengunakan pakaian yang tidak senonoh.



"Perempuan dan laki-laki Mesir berdasarkan hasil wawancara, setuju 

perempuan yang

memakai pakaian ketat pantas menerima gangguan," ujar survei.

(nwk/iy) 



mediacare

http://www.mediacar e.biz



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke