Salam, Sebaliknya, menurut saya penelitian ini cocok untuk orang-orang Indonesia, terutama kalangan muslim fanatik-militan, yang selama ini cenderung Arab Saudi dan Timur Tengah Centris. Maksudnya, mereka yang cenderung memandang superioritas Timur Tengah/Arab.
Selama ini orang-orang Arab sendiri, Timur Tengah umumnya, dan keturunannya di sini, menganggap mereka cenderung meras dan suka pamer diri mereka "lebih tinggi" dan "lebih mulia" karena mereka "lebih dekat" dengan Nabi. Lihatlah rumah-rumah Habib dan orang Arab di Tanah Abang, Kwitang, Bogor, Puncak, dan sekitarnya, yang senang memasang silsilah keluarga besar dan nenek moyangnya di ruang tamu, untuk menegaskan mereka masih "berdarah biru" dekat dengan Nabi SAW. Dan mengira kenabian bisa KKN. Ada pun pria-pria Eropa dan Amerika, Anda jangan salah. Mereka sekuler dan mengaku terus terang sekuler. Sebagian tak peduli lagi dengan nilai-nilai agama, khususnya kesakralan gereja. Bagi kaum sekuler menegaskan, tidak ada paksaan dalam seks. Asal suka sama suka, tak ada masalah. Kumpul kebo pun tak masalah. Saya pun tak setuju, tapi itu hak mereka. Sebagian dari mereka, yang cocok, sebagian lagi melanjutkan ke jenjang pernikahan melalui gereja. Sedangkan pelaku pelecehan adalah hal lain lagi. Bahkan di negara liberal dan sekuler, pelaku peleceh kena sangsi dan jadi urusan polisi. Lebih detil, atasan dan mereka yang berkuasa di kantor yang menunjukkan tanda-tanda pelecehan kepada bawahannya, dengan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya, sudah bisa kena pasal pelecehan seks (http://en.wikipedia.org/wiki/Sexual_harassment). Sedangkan Mesir adalah negara mayorotas muslim, dengan menyadari warganya di bawah naungan aturan Islam dan nilai-nilai kaum kaum muslim. Perguruan Islam tertua dan termashur di dunia, Perguruan Al Azhar , ada di sana, dan menjadi "rujukan" intelektual muslim dunia. Meski secara resmi, barangkali, Mesir tidak menggunakan hukum Islam. Warga negara Mesir, yang memahami nilai-nilai Islam paling basic pun, seharunya menyadari bahwa sekadar memandang lawan jenis sudah merupakan zina. Apalagi menyentuh, dan memamerkan kelaminnya kepada lawan jenisnya. Lebih parah, perempuan lah yang kemudian disalahkan!! Sdr. C. A. Hidayat, kalau membandingkan "apple to apple", dong.... Bukan "apple to mango" ... Wassalam, Dimas. --- In [email protected], "! C.A. Hidayat" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hasil penelitiannya tendensius merugikan citra masyarakat muslim.Kemudian, juga harus dilakukan:1. Benchmark dengan perempuan & laki2 di Amerika dan Eropa. Hipotesis saya, lebih tinggi di Amerika dan Eropa bahkan juga "Pelecehan disertai Kekerasan Fisik" > 2. Uji korelasi antara angka pelecehan dengan berzina (bersetubuh) di luar nikah. Jadi, harus disurvey apakah si Peleceh (laki2) pernah bersetubuh dengan yang bukan muhrim.3. Tidak jelas data time seriesnya, "setiap hari" itu selama berapa hari? Juga harus dilakukan penelitian yang sama secara periodik untuk dicari mean dan tingkat kecenderungannya.Jadi, kalau dilihat dari metodologi penelitian Kualitatif tersebut, sangat Tendensius untuk menimbulkan Citra Negatif masyarakat muslim.Jadi, saya berhipotesis bahwa di Mesir, Pelecehannya hanya sekedar iseng karena nafsu yang meledak-ledak apalagi melihat wanita yang tidak menutupi auratnya. Ada gula, ada semut. Ada paha gratis, ada sidik jari yang menempel.Silahkan menguji hipotesis tersebut.Wassalam. > ************************ > > Regards, > > Caprico A. Hidayat - Pekanbaru > ************************ > > --- On Fri, 7/18/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [ppiindia] Pelecehan seksual kian marak di Mesir > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "zamanku" <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected] > Date: Friday, July 18, 2008, 3:46 AM > > > > 2/3 lelaki Mesir lakukan pelecehan seksual > > > > Didi Syafirdi - detikNews > > > > Kairo - Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah > > melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan > > menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu. > > > > Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling, > > meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat kelamin di depan > > perempuan). Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2008) > > berdasarkan laporan penelitian Hak Perempuan Mesir. > > > > "Pelecehan seksual sudah menjadi kebiasaan dan sangat nyata dialami > > oleh semua perempuan di Mesir. Sudah menjadi kebiasaan sehari- hari, " > > ujar laporan itu. > > > > Baik penduduk dan turis perempuan di Mesir sering mengalami pelecehan > > seksual di jalanan Mesir, kendati lingkungan Mesir dikelilingi > > lingkungan Islam yang konservatif. > > > > Sebanyak 98 persen perempuan asing mengaku mengalami pelecehan > > seksual di Mesir. > > > > Hasil survei terhadap 2 ribu laki-laki dan perempuan Mesir, serta 109 > > perempuan asing percaya pelecehan seksual di Mesir mengalami > > peningkatan. > > > > Hal ini terjadi karena menurunnya kondisi ekonomi dan rendahnya > > kesadaran akan nilai-nilai agama. > > > > 62 Persen laki-laki Mesir mengaku telah melakukan pelecehan, > > sedangkan 83 persen > > perempuan Mesir melapor sering dilecehkan secara seksual. > > > > Setengah perempuan yang disurvei hampir setengahnya mengatakan > > pelecehan itu dilakukan tiap hari. > > > > Hanya 2,4 persen perempuan Mesir yang melapor ke polisi atas > > pelecehan yang dialaminya. Kebanyakan perempuan ini tidak melapor > > karena takut akan merugikan reputasinya dan mereka juga tidak percaya > > siapa yang akan menolong mereka. > > > > Sekitar 53 persen laki-laki menyalahkan perempuan, karena membawa > > nuansa seksual dengan > > mengunakan pakaian yang tidak senonoh. > > > > "Perempuan dan laki-laki Mesir berdasarkan hasil wawancara, setuju > > perempuan yang > > memakai pakaian ketat pantas menerima gangguan," ujar survei. > > (nwk/iy) > > > > mediacare > > http://www.mediacar e.biz > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

