Essay – SAYA, ISTRI, DAN HONDA CRV

Oleh Satrio Arismunandar

Saya baru saja mau berangkat ke kantor, pagi itu, ketika istri saya 
membuka-buka halaman otomotif di Harian Kompas (17 Juli 2008), sambil 
berkomentar. Maka terjadilah dialog seperti di bawah ini:

Istri: Mas, udah lihat Mercedez Benz SL-350 di pameran mobil IIMS 2008? Keren 
banget deh. Lebih keren dari BMW atau Audi. Gimana ya kalau kita beli satu?
Saya: Kamu kan tahu, saya itu nggak demen mobil sedan. Saya senangnya tipe SUV, 
sport utility vehicle. Kesannya jantan dan macho gitu lho

Istri: Jadi, kalau mau pilih SUV, Mas senengnya SUV yang mana?
Saya: Nah, ada yang bagus nih. Volkswagen Tiguan 2.0 TDI. Model baru, adiknya 
VW Touareg. Saingannya Nissan X-Trail, Honda CRV, Ford Escape, Suzuki Grand 
Vitara, dan BMW X-3.

Istri: Wah, kalau SUV kan boros bensin, Mas?
Saya: Belum tentu. Mobil SUV generasi baru udah hemat BBM kok. Kan 
pengoperasiannya serba komputer dan udah transmisi otomatik. All-New Honda CRV 
dan All-New Nissan X-Trail, misalnya, itu lumayan hemat BBM lho! 

Istri: Tapi bentuknya kan bongsor, Mas. Kalau saya yang pake buat belanja, cari 
parkirnya susah. Mendingan beli sedan aja, Mas. Nggak usah yang terlalu mewah 
deh. Terlalu mencolok. Nggak enak sama tetangga. Sekelas Honda Accord juga 
nggak apa-apa.

Saya: Ya..ya.. ya..suka-suka kamu aja deh! Diskusinya entar aja disambung. Saya 
harus cepat-cepat ke kantor nih. Entar terlambat lagi. 
Istri: Iya deh. Tapi jangan lupa ya, Mas!
Saya: Jangan lupa apa?

Istri: Nanti, tolong ke koperasi kantor. Tanyain, bisa nggak kita kas bon dulu. 
Soalnya kemarin orang PLN nelepon. Katanya, kalau kita terus nunggak, nggak 
bayar tagihan, minggu depan listrik kita bisa diputus!


Depok, 20 Juli 2008
 
NB: Kata orang pintar salah satu ciri orang yang dewasa, matang, dan bijaksana 
adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri, dan selalu bisa tersenyum 
dalam kondisi apapun.



      

Kirim email ke