Ass Wr Wb
Terima kasih bang. kita sepaham deh
Wassalam

--- Pada Jum, 25/7/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: si pitung <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: Bls: [ppiindia] Re: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan 
Intoleransi
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 25 Juli, 2008, 11:02 AM

saya tambahin bang,
Muslim diperintahkan utk senantiasa menegakkan kebenaran, berbuat adil semata
krn Allah bukan karena niat yg lain. Menegakkan keadilan lebih dekat kpd takwa.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu 
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah 
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku 
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan 
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu 
kerjakan.
 QS5:8





----- Original Message ----
From: Hary Priyanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 25, 2008 10:45:46 AM
Subject: Bls: [ppiindia] Re: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan
Intoleransi


Assalamu alaikum Mbak Dwi
Kadang kala memang orang banyak membaca tapi bukan mengkaji
sehingga tidak tahu substansinya. Termasuk jawaban membenci
orang kafir itu, coba simak QS Al Mumtahana[60] ayat 8.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil ( deal
justly and kindly with)  terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena
agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berlaku adil. "
Jadi kalau ada kebencian pasti tidak akan bisa berlaku baik atau adil terhadap
mereka,
apakah orang ahli kitab atau kafir bahkan atheispun. Kita tidak perlu ada
kebencian karena
didalam kebencian itu pasti tidak ada keadilan dan kebaikan..
Wassalam dari mr.dayson (http://hidup- sesudah-mati. blogspot. com)
 
 

--- Pada Jum, 25/7/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> menulis:

Dari: mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id>
Topik: [ppiindia] Re: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan Intoleransi
Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com, pluralitas-icrp@ yahoogroups. com,
"zamanku" <[EMAIL PROTECTED] .com>
Tanggal: Jumat, 25 Juli, 2008, 8:13 AM

----- Original Message ----- 
From: leonardo rimba 
To: spiritual-indonesia @yahoogroups.. com 
Sent: Wednesday, July 23, 2008 8:18 AM
Subject: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan Intoleransi

Friends, tulisan saya berikut merupakan komentar atas tulisan dari milis
wanita-muslimah yang menyorot intoleransi beragama yang SENGAJA diajarkan di
sekolah2 di Arab Saudi. 

Menurut pendapat saya, Arab Saudi itu merupakan negara yang membodohi
masyarakatnya sendiri agar bisa didaya-gunakan untuk mengekalkan Dinasti Saud..
Segala macam upaya PEMBODOHAN dilakukan disana, termasuk dengan pembungkusan
anggota2 tubuh wanita, termasuk dengan menempatkan wanita sebagai makhluk yang
harus dikontrol dengan ketat eksistensinya, termasuk dengan pemutar-balikan
sejarah segala macam. 

Saya selalu bilang bahwa agama2 itu BUATAN manusia saja. Semua agama itu buatan
manusia, dan tidak ada yang jatuh gedebuk dalam bentuk gelondongan dari langit,
walaupun REJIM pemerintahan yang memiliki vested interest untuk mengekalkan
pembodohan masyarakatnya sendiri akan TETAP bertahan bahwa Islam itu jatuh dalam
bentuk gelondongan dari langit, dan bahwa Allah adanya di Surga, dan bahwa
manusia di dunia WAJIB mengumpulkan Pahala melalui Amal Ibadah supaya bisa masuk
Surga. 

Lalu diciptakanlah yang namanya Pendidikan di Arab Saudi sekarang ini yang
sebenarnya BUKAN Pendidikan as far as religions are concerned. Tidak ada agama2
di Arab Saudi, yang ada hanya satu agama yang melakukan MONOPOLI atas
interpretasi. Interpretasi segalanya dilakukan berdasarkan sudut pandang sempit
agama itu sendiri. Nah, SEMUA agama2 itu melakukan interpretasi sejarah dan
sebagainya berdasarkan sudut pandang sempit mereka sendiri. Arab Saudi hanya
satu contoh ekstrim tentang PEMBODOHAN yang dilakukan oleh suatu pemerintah
terhadap masyarakatnya sendiri. 

Tetapi, apakah hal itu bisa berlangsung terus ? Tentu saja tidak. Segala
sesuatu itu akan dikaji terus, dibandingkan terus, dan apabila ternyata TIDAK
SESUAI dengan realita, maka tentu saja akan di-revisi. Cepat atau lambat pasti
akan di-revisi. Siapa bilang Rejim Saud di Arab Saudi akan bertahan sepanjang
masa ? They are buying their time alias mengulur waktu datangnya pembaharuan di
masyarakat mereka sendiri. Saudi Arabia adalah contoh masyarakat yang dibentuk
untuk menjadi MESIN tanpa bisa berpikir sendiri, dan membandingkan sendiri.
Membantah interpretasi yang diberikan oleh kaum agama adalah TABU. Kenapa tabu ?
Karena kalau tidak di-tabukan maka segalanya akan terbuka. Bendungan itu akan
jebol sendiri karena orang2 akan belajar bahwa segalanya itu ternyata buatan
belaka, artifisial belaka. 

Indonesia MULAI mengerti dan menyadari bahwa agama2 itu buatan manusia belaka.
Tetapi negara NON demokratik seperti Arab Saudi itu masih perlu waktu lebih lama
lagi karena ada PEMBODOHAN yang berlangsung terus dan dijalankan oleh
pemerintahnya sendiri demi pengekalan rejim. Demokrasi itu membuka pikiran
manusia bahwa kita itu memiliki HAM (Hak Azasi Manusia, Basic Rights). Tetapi
demokrasi sendiri BELUM ada di Arab Saudi. Namanya sendiri masih
"Saudi" (milik Al Saud). Itu negara yang dikontrol oleh keturunan Al
Saud, so pantas saja rakyatnya dibodohi terus demi pengekalan rejim.

Memeluk Islam atau agama apapun, atau bahkan tidak memeluk agama apapun
merupakan salah satu HAM. Memakai jilbab atau tidak memakai jilbab juga
merupakan HAM. Mengemukakan pendapat apapun merupakan HAM. Tetapi hal2 yang
sangat BASIC seperti itu tidak ada di Arab Saudi. Segalanya dikontrol demi
pengekalan rejim. Apakah itu Islami ? 

Menurut saya, pertanyaannya bukanlah apakah itu Islami atau tidak, melainkan
apakah hal2 seperti dipraktekkan di Arab Saudi itu manusiawi ? Menurut saya
TIDAK. Praktek2 yang tidak manusia itu, sadly to say, masih berlangsung di
tempat2 tertentu di muka bumi ini. Ada praktek2 pembodohan massal yang mencolok
sekali seperti di negara2 Arab itu yang KEBETULAN penduduknya memeluk Islam.
Bagaimana selanjutnya is up to the people themselves, mereka mau dicocok
hidungnya sebagai "hewan", atau mereka mau menjadi manusia yang
memiliki dignity ? (Leo)

+++++

--- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, "Dwi W. Soegardi"
<[EMAIL PROTECTED] .> wrote:

Pilih salah satu:

Tanda-tanda iman yang benar adalah:
A) Orang yang salat tetapi membenci mereka yang bertakwa
B) Orang yang bersaksi tiada tuhan selain Allah, tetapi mencintai orang-orang
kafir
C) Orang yang menyembah Allah semata, mencintai orang-orang yang beriman dan
membenci orang-orang kafir.

Pertanyaan di atas muncul dalam buku pelajaran agama, dan tampaknya tidak
terlalu sulit untuk menentukan jawaban yang "benar." Jangan harap anak
didik mendapat poin kalau tidak melingkari huruf "C." Apa benar
demikian? Apakah tidak ada jawaban lain?
Mengingat pelajaran ini ditanamkan di benak siswa semenjak usia awal, bisa
dibayangkan benih-benih kebencian yang tumbuh.

Contoh di atas berasal dari buku pelajaran Tauhid dan Fikih untuk kelas 4 SD di
Arab Saudi. Bagaimana buku pelajaran kita dulu? Dan bagaimana sekarang?

salam,

+++++

Source: http://www.slate. com/id/2195684/

A Textbook Case of Intolerance
Changing the world one schoolbook at a time.
By Anne Applebaum
Posted Monday, July 21, 2008, at 8:01 PM ET

Because they are so clearly designed for the convenience of large testing
companies, I had always assumed that multiple-choice tests, the bane of any
fourth grader's existence, were a quintessentially American phenomenon. But
apparently I was wrong. According to a report put out by the Hudson
Institute's Center for Religious Freedom last week, it seems that Saudi
Arabians find them useful, too. Here, for example, is a multiple-choice question
that appears in a recent edition of a Saudi fourth-grade textbook, Monotheism
and
Jurisprudence, in a section that attempts to teach children to distinguish
"true" from "false" belief in god:

Q. Is belief true in the following instances:

a) A man prays but hates those who are virtuous.
b) A man professes that there is no deity other than God but loves the
unbelievers.
c) A man worships God alone, loves the believers, and hates the unbelievers.

The correct answer, of course, is c). According to the Wahhabi imams who wrote
this textbook, it isn't enough just to worship god or just to love other
believers—it is important to hate unbelievers as well. By the same token, b)
is also wrong. Even a man who worships god cannot be said to have "true
belief" if he loves unbelievers.

"Unbelievers, " in this context, are Christians and Jews. In fact,
any child who sticks around in Saudi schools until ninth grade will eventually
be taught that "Jews and Christians are enemies of believers." They
will also be taught that Jews conspire to "gain sole control of the
world," that the Christian crusades never ended, and that on Judgment Day
"the rocks or the trees" will call out to Muslims to kill Jews.

These passages, it should be noted, are from new, "revised" Saudi
textbooks. Following a similar analysis of earlier versions of these same
textbooks in 2006, American diplomats immediately approached their Saudi
counterparts about the more disturbing passages, and the Saudis agreed to
conduct a "comprehensive revision … to weed out disparaging remarks
towards religious groups."

The promised revision—hailed, at the time, as a great diplomatic
success—was supposed to be finished by the beginning of the 2008-09 school
year and was accompanied by a Saudi PR campaign. Among other things, the Saudis
sponsored an interfaith dialogue last week, one that all participants hailed as
a great breakthrough—despite the fact that the actual meetings took place in
Spain as it would be too embarrassing for Saudi Arabia to host Christian and
Jewish religious leaders on its own soil. But although the beginning of the
2008-09 school year is nearly upon us, the only textbook revisions have been
superficial, and the most disturbing part of the message—that faithful Muslims
should hate Jews and Christians—remains.

Normally, the contents of another country's textbooks would be of no
interest to us. Indeed, I've no doubt that there are plenty of U.S.
textbooks that contain insane, incorrect, or otherwise unacceptable information.
Saudi school textbooks are a special case, however. They are written and
produced by the Saudi government and subsequently distributed, free of cost, to
Saudi-sponsored schools as far afield as Lagos, Nigeria, and Buenos Aires,
Argentina. Americans are not the only ones who worry about their influence. In
Britain, as small political storm began last year when British mosques were
found to be distributing Saudi books that called on Muslims to kill all
apostates.

Still, even if U.S. diplomacy is a legitimate response to this peculiarly
insidious form of propaganda, it clearly isn't a sufficient response. Far
more significant, and surely more effective, would be a unified response from
the rest of the world's Muslims, the vast
majority of whom do not share Saudi views and do, occasionally, say so. The
Hudson Insitute report cites a few of them, outside as well as inside Saudi
Arabia. It would be useful, for us but especially for them, if they would say so
more often and more loudly.

Of course, we are not a Muslim nation, and Americans cannot, by themselves,
orchestrate a meaningful Muslim response to Saudi extremism. But we do have a
large Muslim population, we do have friends in the moderate Muslim world, and we
do have some money, much of which is wasted, to spend on public diplomacy. We
also have two presidential candidates who are arguing hard this week about the
best ways to combat terrorism, the best way to deploy guns and aid, the best
uses of American military power.

Here is a novel idea for both of them: Make sure that children in Iraq,
Afghanistan, and in Islamic schools all around the world have decent
fourth-grade textbooks. It might save a lot of trouble later on.

Anne Applebaum is a Washington Post and Slate columnist. Her most recent book
is Gulag: A History.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar. yahoo..com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_..___ 
Messages in this topic  (2)  Reply  (via web post)  | Start a new topic  
Messages | Links | Database 
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional 
Visit Your Group  | Yahoo! Groups Terms of Use  | Unsubscribe  
Recent Activity
        *  12
New MembersVisit Your Group  
Curves on Yahoo!
Share & discuss
Curves, fitness
and weight loss.
Special K Group
on Yahoo! Groups
Learn how others
are losing pounds.
Best of Y! Groups
Check out the best
of what Yahoo!
Groups has to offer.
. 
    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links






      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke