saya tambahin bang,
Muslim diperintahkan utk senantiasa menegakkan kebenaran, berbuat adil semata 
krn Allah bukan karena niat yg lain. Menegakkan keadilan lebih dekat kpd takwa.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu 
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah 
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku 
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan 
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu 
kerjakan.
 QS5:8





----- Original Message ----
From: Hary Priyanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 25, 2008 10:45:46 AM
Subject: Bls: [ppiindia] Re: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan 
Intoleransi


Assalamu alaikum Mbak Dwi
Kadang kala memang orang banyak membaca tapi bukan mengkaji
sehingga tidak tahu substansinya. Termasuk jawaban membenci
orang kafir itu, coba simak QS Al Mumtahana[60] ayat 8.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil ( deal justly 
and kindly with)  terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan 
tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai 
orang-orang yang berlaku adil. "
Jadi kalau ada kebencian pasti tidak akan bisa berlaku baik atau adil terhadap 
mereka,
apakah orang ahli kitab atau kafir bahkan atheispun. Kita tidak perlu ada 
kebencian karena
didalam kebencian itu pasti tidak ada keadilan dan kebaikan..
Wassalam dari mr.dayson (http://hidup- sesudah-mati. blogspot. com)
 
 

--- Pada Jum, 25/7/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> menulis:

Dari: mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id>
Topik: [ppiindia] Re: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan Intoleransi
Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com, pluralitas-icrp@ yahoogroups. com, "zamanku" 
<[EMAIL PROTECTED] .com>
Tanggal: Jumat, 25 Juli, 2008, 8:13 AM

----- Original Message ----- 
From: leonardo rimba 
To: spiritual-indonesia @yahoogroups.. com 
Sent: Wednesday, July 23, 2008 8:18 AM
Subject: [RumahKita] Sekolah di Arab Saudi Mengajarkan Intoleransi

Friends, tulisan saya berikut merupakan komentar atas tulisan dari milis 
wanita-muslimah yang menyorot intoleransi beragama yang SENGAJA diajarkan di 
sekolah2 di Arab Saudi. 

Menurut pendapat saya, Arab Saudi itu merupakan negara yang membodohi 
masyarakatnya sendiri agar bisa didaya-gunakan untuk mengekalkan Dinasti Saud.. 
Segala macam upaya PEMBODOHAN dilakukan disana, termasuk dengan pembungkusan 
anggota2 tubuh wanita, termasuk dengan menempatkan wanita sebagai makhluk yang 
harus dikontrol dengan ketat eksistensinya, termasuk dengan pemutar-balikan 
sejarah segala macam. 

Saya selalu bilang bahwa agama2 itu BUATAN manusia saja. Semua agama itu buatan 
manusia, dan tidak ada yang jatuh gedebuk dalam bentuk gelondongan dari langit, 
walaupun REJIM pemerintahan yang memiliki vested interest untuk mengekalkan 
pembodohan masyarakatnya sendiri akan TETAP bertahan bahwa Islam itu jatuh 
dalam bentuk gelondongan dari langit, dan bahwa Allah adanya di Surga, dan 
bahwa manusia di dunia WAJIB mengumpulkan Pahala melalui Amal Ibadah supaya 
bisa masuk Surga. 

Lalu diciptakanlah yang namanya Pendidikan di Arab Saudi sekarang ini yang 
sebenarnya BUKAN Pendidikan as far as religions are concerned. Tidak ada agama2 
di Arab Saudi, yang ada hanya satu agama yang melakukan MONOPOLI atas 
interpretasi. Interpretasi segalanya dilakukan berdasarkan sudut pandang sempit 
agama itu sendiri. Nah, SEMUA agama2 itu melakukan interpretasi sejarah dan 
sebagainya berdasarkan sudut pandang sempit mereka sendiri. Arab Saudi hanya 
satu contoh ekstrim tentang PEMBODOHAN yang dilakukan oleh suatu pemerintah 
terhadap masyarakatnya sendiri. 

Tetapi, apakah hal itu bisa berlangsung terus ? Tentu saja tidak. Segala 
sesuatu itu akan dikaji terus, dibandingkan terus, dan apabila ternyata TIDAK 
SESUAI dengan realita, maka tentu saja akan di-revisi. Cepat atau lambat pasti 
akan di-revisi. Siapa bilang Rejim Saud di Arab Saudi akan bertahan sepanjang 
masa ? They are buying their time alias mengulur waktu datangnya pembaharuan di 
masyarakat mereka sendiri. Saudi Arabia adalah contoh masyarakat yang dibentuk 
untuk menjadi MESIN tanpa bisa berpikir sendiri, dan membandingkan sendiri. 
Membantah interpretasi yang diberikan oleh kaum agama adalah TABU. Kenapa tabu 
? Karena kalau tidak di-tabukan maka segalanya akan terbuka. Bendungan itu akan 
jebol sendiri karena orang2 akan belajar bahwa segalanya itu ternyata buatan 
belaka, artifisial belaka. 

Indonesia MULAI mengerti dan menyadari bahwa agama2 itu buatan manusia belaka. 
Tetapi negara NON demokratik seperti Arab Saudi itu masih perlu waktu lebih 
lama lagi karena ada PEMBODOHAN yang berlangsung terus dan dijalankan oleh 
pemerintahnya sendiri demi pengekalan rejim. Demokrasi itu membuka pikiran 
manusia bahwa kita itu memiliki HAM (Hak Azasi Manusia, Basic Rights). Tetapi 
demokrasi sendiri BELUM ada di Arab Saudi. Namanya sendiri masih "Saudi" (milik 
Al Saud). Itu negara yang dikontrol oleh keturunan Al Saud, so pantas saja 
rakyatnya dibodohi terus demi pengekalan rejim.

Memeluk Islam atau agama apapun, atau bahkan tidak memeluk agama apapun 
merupakan salah satu HAM. Memakai jilbab atau tidak memakai jilbab juga 
merupakan HAM. Mengemukakan pendapat apapun merupakan HAM. Tetapi hal2 yang 
sangat BASIC seperti itu tidak ada di Arab Saudi. Segalanya dikontrol demi 
pengekalan rejim. Apakah itu Islami ? 

Menurut saya, pertanyaannya bukanlah apakah itu Islami atau tidak, melainkan 
apakah hal2 seperti dipraktekkan di Arab Saudi itu manusiawi ? Menurut saya 
TIDAK. Praktek2 yang tidak manusia itu, sadly to say, masih berlangsung di 
tempat2 tertentu di muka bumi ini. Ada praktek2 pembodohan massal yang mencolok 
sekali seperti di negara2 Arab itu yang KEBETULAN penduduknya memeluk Islam. 
Bagaimana selanjutnya is up to the people themselves, mereka mau dicocok 
hidungnya sebagai "hewan", atau mereka mau menjadi manusia yang memiliki 
dignity ? (Leo)

+++++

--- In wanita-muslimah@ yahoogroups. com, "Dwi W. Soegardi" <[EMAIL PROTECTED] 
.> wrote:

Pilih salah satu:

Tanda-tanda iman yang benar adalah:
A) Orang yang salat tetapi membenci mereka yang bertakwa
B) Orang yang bersaksi tiada tuhan selain Allah, tetapi mencintai orang-orang 
kafir
C) Orang yang menyembah Allah semata, mencintai orang-orang yang beriman dan 
membenci orang-orang kafir.

Pertanyaan di atas muncul dalam buku pelajaran agama, dan tampaknya tidak 
terlalu sulit untuk menentukan jawaban yang "benar." Jangan harap anak didik 
mendapat poin kalau tidak melingkari huruf "C." Apa benar demikian? Apakah 
tidak ada jawaban lain?
Mengingat pelajaran ini ditanamkan di benak siswa semenjak usia awal, bisa 
dibayangkan benih-benih kebencian yang tumbuh.

Contoh di atas berasal dari buku pelajaran Tauhid dan Fikih untuk kelas 4 SD di 
Arab Saudi. Bagaimana buku pelajaran kita dulu? Dan bagaimana sekarang?

salam,

+++++

Source: http://www.slate. com/id/2195684/

A Textbook Case of Intolerance
Changing the world one schoolbook at a time.
By Anne Applebaum
Posted Monday, July 21, 2008, at 8:01 PM ET

Because they are so clearly designed for the convenience of large testing 
companies, I had always assumed that multiple-choice tests, the bane of any 
fourth grader's existence, were a quintessentially American phenomenon. But 
apparently I was wrong. According to a report put out by the Hudson Institute's 
Center for Religious Freedom last week, it seems that Saudi Arabians find them 
useful, too. Here, for example, is a multiple-choice question that appears in a 
recent edition of a Saudi fourth-grade textbook, Monotheism and
Jurisprudence, in a section that attempts to teach children to distinguish 
"true" from "false" belief in god:

Q. Is belief true in the following instances:

a) A man prays but hates those who are virtuous.
b) A man professes that there is no deity other than God but loves the 
unbelievers.
c) A man worships God alone, loves the believers, and hates the unbelievers.

The correct answer, of course, is c). According to the Wahhabi imams who wrote 
this textbook, it isn't enough just to worship god or just to love other 
believers—it is important to hate unbelievers as well. By the same token, b) is 
also wrong. Even a man who worships god cannot be said to have "true belief" if 
he loves unbelievers.

"Unbelievers, " in this context, are Christians and Jews. In fact, any child 
who sticks around in Saudi schools until ninth grade will eventually be taught 
that "Jews and Christians are enemies of believers." They will also be taught 
that Jews conspire to "gain sole control of the world," that the Christian 
crusades never ended, and that on Judgment Day "the rocks or the trees" will 
call out to Muslims to kill Jews.

These passages, it should be noted, are from new, "revised" Saudi textbooks. 
Following a similar analysis of earlier versions of these same textbooks in 
2006, American diplomats immediately approached their Saudi counterparts about 
the more disturbing passages, and the Saudis agreed to conduct a "comprehensive 
revision … to weed out disparaging remarks towards religious groups."

The promised revision—hailed, at the time, as a great diplomatic success—was 
supposed to be finished by the beginning of the 2008-09 school year and was 
accompanied by a Saudi PR campaign. Among other things, the Saudis sponsored an 
interfaith dialogue last week, one that all participants hailed as a great 
breakthrough—despite the fact that the actual meetings took place in Spain as 
it would be too embarrassing for Saudi Arabia to host Christian and Jewish 
religious leaders on its own soil. But although the beginning of the 2008-09 
school year is nearly upon us, the only textbook revisions have been 
superficial, and the most disturbing part of the message—that faithful Muslims 
should hate Jews and Christians—remains.

Normally, the contents of another country's textbooks would be of no interest 
to us. Indeed, I've no doubt that there are plenty of U.S. textbooks that 
contain insane, incorrect, or otherwise unacceptable information. Saudi school 
textbooks are a special case, however. They are written and produced by the 
Saudi government and subsequently distributed, free of cost, to Saudi-sponsored 
schools as far afield as Lagos, Nigeria, and Buenos Aires, Argentina. Americans 
are not the only ones who worry about their influence. In Britain, as small 
political storm began last year when British mosques were found to be 
distributing Saudi books that called on Muslims to kill all apostates.

Still, even if U.S. diplomacy is a legitimate response to this peculiarly 
insidious form of propaganda, it clearly isn't a sufficient response. Far more 
significant, and surely more effective, would be a unified response from the 
rest of the world's Muslims, the vast
majority of whom do not share Saudi views and do, occasionally, say so. The 
Hudson Insitute report cites a few of them, outside as well as inside Saudi 
Arabia. It would be useful, for us but especially for them, if they would say 
so more often and more loudly.

Of course, we are not a Muslim nation, and Americans cannot, by themselves, 
orchestrate a meaningful Muslim response to Saudi extremism. But we do have a 
large Muslim population, we do have friends in the moderate Muslim world, and 
we do have some money, much of which is wasted, to spend on public diplomacy. 
We also have two presidential candidates who are arguing hard this week about 
the best ways to combat terrorism, the best way to deploy guns and aid, the 
best uses of American military power.

Here is a novel idea for both of them: Make sure that children in Iraq, 
Afghanistan, and in Islamic schools all around the world have decent 
fourth-grade textbooks. It might save a lot of trouble later on.

Anne Applebaum is a Washington Post and Slate columnist. Her most recent book 
is Gulag: A History.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar. yahoo..com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_..___ 
Messages in this topic  (2)  Reply  (via web post)  | Start a new topic  
Messages | Links | Database 
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group  | Yahoo! Groups Terms of Use  | Unsubscribe  
Recent Activity
        *  12
New MembersVisit Your Group  
Curves on Yahoo!
Share & discuss
Curves, fitness
and weight loss.
Special K Group
on Yahoo! Groups
Learn how others
are losing pounds.
Best of Y! Groups
Check out the best
of what Yahoo!
Groups has to offer.
. 
    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke