Daripada berdebat antara mirip atau tidak, lebih baik Munarman dan Ryan 
dipertemukan saja gimana?  

--- On Tue, 29/7/08, Sally Sety <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Sally Sety <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [ppiindia] Re: Ryan mirip Munarman
To: [email protected]
Date: Tuesday, 29 July, 2008, 11:30 AM










    
            Satu dari Jombang... satu dari Palembang... ya jauh tho...

Tapi di media-media kok bisa mirip ya ?

sengaja dibuat mirip kah?

Hehehe... diedit pake Adobe Photoshop kali... sama kaya foto Munarman di

TEMPO

Tanya Bung Roy Suryo deh.... :-D



On Sun, Jul 27, 2008 at 11:25 AM, mediacare <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:



>   Mas Muchtarom yb

>

> Wah, wah, kok penjelasannya panjang banget..... :))

>

> Saya tidak bilang kasusnya Ryan dan Munarman mirip lho. Tapi yang mirip

> adalah wajah alias raut muka Ryan dan Munarman. Ryan asal Jombang dan

> Munarman asal Palembang, tapi sekilas memandang wajahnya yang terpampang di

> media ada kemiripan.

>

>

> salam,

>

> rd

>

> www.mediacare. biz

>

> --- On Sat, 7/26/08, imuchtarom <[EMAIL PROTECTED] com<imuchtarom% 
> 40yahoo.com> >

> wrote:

>

> From: imuchtarom <[EMAIL PROTECTED] com <imuchtarom% 40yahoo.com> >

> Subject: [ppiindia] Re: Ryan mirip Munarman

> To: [EMAIL PROTECTED] s.com <ppiindia%40yahoogr oups.com>

> Date: Saturday, July 26, 2008, 10:00 AM

>

>

> wah, ya kalau menurut saya terasa berlebihan

> atau tidak tepat membandingkan kasusnya Ryan

> dan kasusnya Munarman.

>

> Kasus di Monas itu mungkin bisa digolongkan

> jenis *-mob violence-*, biasanya lebih didorong

> emosi massa, baik itu terjadi 'spontan' ataupun

> memang di'rancang', tapi jelas ada faktor amuk

> massa yang terlibat. Dalam kasus ini setidak-

> tidaknya tidak ada tujuan membunuh. Dalam

> kasus MOnas, pola & hubungan sebab akibat cukup

> jelas, dan cukup *-predictable- *, jadi seharusnya

> bagi pemerintah dan pihak-2 yang terkait ada

> cukup data masukan jika ingin mencegah terulangnya

> peristiwa yang sama.

>

> Meskipun tidak menyetujui cara-cara yang digunakan

> FPI, saya koq berbeda pendapat dengan kalangan

> "umum" bahwa kelompok FPI itu kelompok yang

> "menakutkan" . Kalau menurut saya, "sosok" FPI

> itu cukup jelas dan "transparan" . Apa yang

> mereka "maui" juga cukup jelas dan spesifik

> sebenarnya, dan to some extend, dari segi

> tujuannya "tidak salah" menurut Syariat

> Islam. Di samping itu, pelaksanaan aspek-2

> tertentu Syariat Islam yang dicoba di"perjuang

> kan" oleh FPI sebetulnya sebagian sudah

> tertampung dalam Undang-undang "sekuler"

> nya NKRI (Misalnya Undang-2 anti Psikotropika

> sebagai dasar untuk "meregulasi" peredaran

> minuman keras). Artinya sebagian aspirasinya

> FPI bisa "tertampung" dalam kerangka hukumnya

> NKRI tanpa mengubah Dasar Negara Pancasila.

>

> Lalu Pemimpin-nya siapa, domisilinya di mana

> juga jelas, jadi kalo ada apa-apa cukup

> "gampang" meminta pertanggung- jawabannya.

> Meskipun dikatakan mereka ada "backing" nya

> (Tentara), tapi dijaman sekarang saya rasa

> orang sudah tidak takut lagi dengan backing-2

> an semacam ini. Power yang dimiliki tentara

> sudah jauh lebih kecil dibanding jaman Orba

> dulu.

>

> Saya yakin aparat-2 keamanan di Indonesia

> juga tidak melihat FPI sebagai "ancaman"

> yang serius. Paling-paling ya bisa disebut

> "gangguan" ketertiban lah.

>

> ***

>

> HTI agenda-nya juga "transparan" tapi jauh

> lebih complicated, gerakannya lebih "global"

> dan lebih "Utopis" dibanding aspirasinya FPI.

> Aspirasi kelompok seperti HTI tidak mungkin

> bisa tertampung tanpa merombak total sistem

> yang ada. Jika dibandingkan dengan HTI ini,

> saya melihat agendanya FPI lebih bersifat

> "praktis", dan masih bisa di "negosiasi"

> kan.

>

> ***

>

> Lalu mungkin ada kelompok-kelompok kecil yang

> melakukan tindakan yang jaman sekarang disebut

> sebagai terorisme. Berbeda dengan kedua kelompok

> di atas, kelompok ini jelas bergerak di bawah

> tanah. Ini yang paling perlu diwaspadai, karena

> paling berpotensi memunculkan "fitna."

>

> Tapi kelompok seperti ini jelas-jelas melanggar

> hukum negara, jadi treatment-nya mereka "harus

> di apakan" sebenarnya cukup jelas. Yang repot

> kalau pola "counter insurgency" model Orde Baru

> ( pola-nya Ali Moertopo ) masih terus digunakan

> oleh aparat keamanan/intelijen;

>

> yaitu di mana justeru aparat keamanan negara

> yang sengaja menciptakan kelompok-2 seperti itu

> dengan agenda tertentu, misalnya:

>

> -> untuk memojok-kan kelompok-2 Muslim

> tertentu yang meskipun (misalnya) Pro

> Syariah tapi sebenarnya committed untuk

> tidak menggunakan kekerasan

>

> -> memprovokasi orang-2 tertentu yang

> diduga punya potensi "radikal" tapi

> masih takut-2 bertindak, dipancing

> supaya melakukan kekerasan, sehingga

> ada alasan bagi pihak ke-amanan untuk

> menumpas mereka spt yang terjadi di era

> 1980 an

>

> ***

>

> kalo semua kelompok Muslim yang suka pake

> baju koko putih-putih, berkopyah putih, berjenggot

> semua dikelompok-kan/ di agregasi dengan satu

> istilah: kelompok radikal, ya menurut saya

> itu salah, suatu simplifikasi Black & White

> model George Bush yang tidak tepat untuk

> memecahkan masalah.

>

> Karena agenda dan modus operandi setiap

> kelompok tersebut sebetulnya tidak persis

> sama, sehigga "treatment" nya seharusnya

> juga tidak sama.

>

> ***

>

> Sedang kasusnya Ryan menurut saya kasus kriminal

> biasa, kayak yang bisa dibaca di novel-2 atau

> film-2 mengenai serial murder. Pelaku pembunuhan

> yang tidak di dasari sebab khusus, ya biasanya

> memang berkaitan dengan penyimpangan perilaku

> kejiwa-annya/ psikopat.

>

> Menghubung-hubungka n kasus Ryan dengan latar

> belakang pendidikan agamanya juga bisa cenderung

> berlebihan. Saya rasa itu lebih merupakan kasus

> khusus. Orang seperti ini biasanya perilakunya

> susah diduga.

>

> Saya koq tidak melihat relevansinya menghubungkan

> kasusnya mas "Ryan" dgn kasus Monas.

>

> ----( ihsan hm )----------- --------- --------- -

>

> --- In "mediacare" <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

> >

> > Ryan, si pembunuh berdarah dingin, kalau Anda

> > amati baik-baik, wajahnya sekilas mirip Munarman,

> > pelaku tindak kekerasan di Monas.

> >

> > Setuju?

> >

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

>

> 

>



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke