Aneh juga, Satrio yang berkualitas tinggi pasang badan memposting 
berita putar balik fakta. Jelas-jelas fakta di persidangan menyatakan 
Amrozi dkk terbukti melakukan pemboman. Tetapi berita ini hanya 
ungkap versi Basyir saja. Versi jurnalisme ludah. 
Satrio seperti tidak bisa tutupi kecintaan pada khilafah. Basyir yang 
anti-kemanusiaan pun dia beri ruang sangat luas untuk berdongeng 
tentang khilafah.
Soal media suara islam ini tak usahlah dibahas. apa lagi mau dikata? 
kalau logika sudah dicampak ke keranjang sampah maka motto "asal 
Islam berbalas surga" pun bergema. Membunuh pun asal Islam balasannya 
surga.

puji Allah    
DB
 
--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Terkait rencana eksekusi terpidana bom bali 
> http://www.youtube.com/watch?v=DWN3IwXFlIg
> ---------------------------------------------------------------
> Abu Bakar Ba'asyir : 
> Pemerintah Dzolim Jika Menghukum Mati Amrozi Cs 
> Wednesday, 30 July 2008
> 
> Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Baasyir menilai 
pemerintah Indonesia sangat dzolim jika jadi mengeksekusi mati para 
pelaku bom bali I. Hal ini dikarenakan pemerintah memberikan hukuman 
yang tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan Amrozi Cs. 
Pemerintah dianggap hanya melihat kasus tersebut secara kasat mata. 
Padahal menurutnya, pada kasus Bom Bali I semestinya dilihat siapa 
sebenarnya yang memiliki bom yang meledak pada waktu itu.
> 
> "Semua ahli bom baik dalam maupun luar negeri menyatakan bom yang 
meledak dan sampai membunuh banyak orang itu sebenarnya bukan bom 
biasa tapi mikronuklir," katanya dalam sebuah video yang 
dipublikasikan lewat internet di situs youtube.com. Video tersebut 
tercatat dirilis Sabtu (26/7) oleh seseorang yang menggunakan 
username rofiq1924.
> 
> Abu Bakar Baasyir meragukan bahwa Amrozi Cs dapat membuat bom yang 
memiliki daya ledak sebesar itu. Seraya mengutip pernyataan ahli bom 
dari Australia yang mengatakan bahwa kalau ada orang yang percaya 
bahwa Amrozi bisa membuat bom seperti itu bukan orang bodoh, tetapi 
idiot.
> 
> Ustadz yang pernah ditahan di dalam penjara karena kasus imigrasi 
ini mengaku pernah berdebat dengan pihak kepolisian. "Kalau polisi 
percaya Amrozi bisa membuat bom seistimewa seperti itu mestinya bukan 
ditahan tetapi menjadi penasehat militer, dijadikan dosen di sekolah 
militer mengajari untuk membuat bom tersebut," ujarnya.
> 
> Abu Bakar Baasyir sepakat jika Amrozi Cs dihukum karena 
kesalahannya melakukan pengeboman yang mengakibatkan kerusakan dan 
luka-luka. Namun, ia tetap tidak percaya jika bom milik Amrozi bisa 
membunuh orang. Abu Bakar Baasyir mencurigai bom yang meledak itu 
milik CIA.
> 
> Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo ini khawatir jika pemerintah 
Indonesia yang tidak takut Allah tapi takut pada George W. Bush ini 
nekad mengeksekusi mati Amrozi Cs akan mengakibatkan bala' (bencana 
besar) yang ditimpakan oleh Allah SWT. 
> 
> Menurutnya, Amrozi Cs bukanlah teroris namun justru kontra teroris. 
Mereka merupakan mujahid yang membela Islam dan kaum musliminin dari 
teror AS dan kawan-kawannya, hanya saja langkah mereka melakukan 
pengeboman itu keliru. 
> 
> "Kalau tetap nekad mengeksekusi, jangan orang Islam yang ditunjuk 
jadi regu tembak eksekusi," ujarnya menasehati Kapolri. Ia 
mengkhawatirkan jika orang Islam yang melakukan eksekusi akan 
mengakibatkannya murtad karena membunuh seorang pejuang Islam. "Tapi 
saya anjurkan mundur saja, jangan nekad mengeksekusi. Saya khawatir 
ada bala' dari Allah kalau tetap nekad. Saya sudah memperingatkan!" 
pungkasnya.
> 
> [ihsan/www.suara-islam.com]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke