aku membolak balik buku yang sedang dibaca mereka tentang penduduk di suatu negeri yang jauh membayangkan dunia yang lebih bagus daripada ini mereka yang di sana akan mengajakku bermain, menyayangiku, memberiku makan, dan membuat hidupku indah
setiap hari mereka menggambar dengan kata2 di helai2 utuh putih yang terkadang direndam dalam larutan pewarna kemudian mereka menggambarinya lagi dengan kata2 kemudian mencelupkannya dan merebus kata2 itu dalam air panas dan akhirnya kata2 yang sudah indah itu dimasukkan ke dalam api dan dibakar hingga menjadi abu aku tidak tahu di mana aku berada apakah aku berada di rumahku sendiri entahlah barangkali aku memang tidak pergi ke mana2 aku melongok dan menemukan sebutir telur dan sepotong keju yang sudah jamuran di kotak roti pun tinggal remah2 yang tersisa kumakan pelan2 dari ambang pintu yang terbuka menguar bau apak yang dingin seperti bau sesuatu yang sangat tua dan sangat lamban aku akan meminta ibu membuatkan secangkir besar cokelat panas lalu memberi ku satu pelukan hangat kalau sudah minum coklat panas dan diberi pelukan, mimpi2 asing ini pasti tidak bakal datang lagi aku merasakan sepasang lengan dingin merengkuhku dan aku berdiri kaku dia sedang mendengarkan, pikirku nadaku bukan begini aku berbalik dan melihat diri ku menjadi nada kedua

