orang liberal khan berpaham amerika bgt, bahkan lebih amerika drpd orang 
amerika hehe
wah klo 'arabisasi' terjadi di indonesia, orang liberal yg sok amerika bakalan 
dianggap aneh & primitif :)

Kalau pun misalnya arabisasi, so what gitu lho?

Sebagian dari orang yang menentang RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi,
(RUU APP) mengatakan bahwa RUU ini merupakan bagian dari upaya
Arabisasi di Indonesia. Dalam kesempatan terpisah dan untuk tema yang
berbeda, saya juga sering mendengar pendapat sebagian orang yang
mencemooh lagu nasyid. "Buat apa menyukai lagu-lagu padang pasir
seperti itu? Ini Indonesia, Bung. Bukan Arab!"

Terus terang, saya merasa geli dengan pendapat seperti itu. Di satu
sisi, pendapat itu tentu amat salah kaprah. RUU APP misalnya,
sebenarnya tak ada hubungannya dengan Arab atau negara manapun.
Sedangkan di sisi lain, saya juga bertanya dengan keheranan, "Ada apa
dengan Arab? Kenapa begitu banyak orang yang antipati terhadap Arab?"

Dan inilah fakta yang amat memiriskan itu:
Ketika banyak orang yang mengikuti pola hidup Amerika, kita
menyikapinya dengan biasa-biasa saja. Bahkan, kita seringkali
menyebutnya sebagai pola hidup modern. Kita memuja-muja segala sesuatu
yang berasal dari Barat dan Amerika. Mulai dari musik, film, makanan,
hingga gaya hidup.

Lantas, ketika ada orang yang menyukai hal-hal dari negara-negara
selain Amerika (misalnya lagu dan film India, bahasa Arab, lagu
mandarin, dan sebagainya), kita langsung mencemooh. Banyak di antara
kita yang mentertawakan hal-hal seperti itu.

Misalnya: ketika ada orang yang memutar lagu nasyid, kita berkata, "Ini 
Indonesia, bukan Arab."

Tapi ketika banyak orang yang memutar lagu-lagu dari Amerika, apakah kita 
pernah berkata, "Ini Indonesia, bukan Amerika!"???????

Padahal, kalau kita berpikir secara jernih dan mendalam:
Sebenarnya apa perbedaan antara film Hollywood dengan film Taiwan? Apa 
perbedaan antara lagu India dengan lagu-lagu Barat?

Saya kira, ini hanya masalah negara. Ini hanya soal geografis. Tak lebih dan 
tak kurang.

Jika selama ini kita terbiasa dengan gaya hidup yang berbau Amerika dan
merasa aneh dengan gaya hidup Arab, India, dan sebagainya, saya kira
ini hanya masalah kebiasaan. Ini hanya masalah peradaban mana yang
paling besar pengaruhnya terhadap kehidupan kita.

Kebetulan, peradaban yang saat ini paling kuat pengaruhnya adalah
peradaban Barat. Bisa saja, suatu saat nanti yang terjadi justru
sebaliknya. Peradaban Timur Tengah menjadi peradaban yang terkuat di
dunia. Maka, kita akan memuja-muja segala sesuatu yang berasal dari
Mesir, Arab, dan sebagainya. Lalu kita mencemooh segala sesuatu yang
berasal dari Amerika atau Perancis.

*  * *

Maka sekarang:
Memang RUU APP bukanlah proses Arabisasi. Tapi kalaupun misalnya (ini
hanya misalnya, lho...) RUU ini adalah Arabisasi, so what gitu lho?
Kenapa kita merasa aneh dan berat hati? Bukankah kita selama ini sudah
bisa menerima Amerika dan negara-negara Barat lainnya dengan sukacita.
Apa bedanya Amerika dan Arab?

Wassalam

Jonru


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke