Arabisasi jelas layak disambut dengan "Whuattt??" 
Memangnya gak ada yang lain, 
Kenapa musti Arabisasi? 
Gila aja....!!
Dalam hal apa kita musti ikut arus Arabisasi.., Broer?!!
Praktik ajaran agamanya intoleran...
Penerapan hukumannya .. bar-bar
Mereka perlakukan TKW seperti hewan...
Memperlakukan perempuan seperti budak
Budayanya miskin....
Gaya pakaiannya bikin gerah....
Pikiran-pikirannya jumud, picik dan norak....
Kok masih nanya kenapa Arabisasi...?!!
Heran!!

Nggak ngerti saya, produser teve papan atas, 
mantan wartawan surat bisa punya pertanyaan begini.
Pitung sih pantes 
Memang doi culun ndeso dan norak....



--- In [email protected], si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> yang ribut2 & teriak2, ape2 arabisasi khan anteknye amerika & 
barat, mereka kaga mau pengaruh nenek moyangnye (amrik & eropa) 
luntur di indonesia, ntar kliatan gmane primitif nye tuch orang barat 
minded & sok amerika
> 
> kaga maluuu ape, pake dasiii, joget disco atawa dansa, tp muke 
kampung hehe
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, August 28, 2008 11:46:05 PM
> Subject: Re: [ppiindia] Kalau pun misalnya arabisasi, so what gitu 
lho?
> 
> 
> Kadang-kadang memang aneh. Kalau ada orang pake jubah dan jilbab, 
disebut Arabisasi.
> Tetapi kalau pake jeans, nggak disebut Amerikanisasi.
> Kalau pake jas berdasi, nggak disebut Westernisasi atau Eropanisasi.
>  
> Suka musik nasyid atau qasidahan, jadi masalah.
> Tapi kalau suka disco, jazz, rock, reggae, nggak masalah.
>  
> Capek deh..... (dalam ilmu sosial, kalau nggak salah itu 
namanya "hegemoni")
> 
> --- On Thu, 8/28/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> From: si pitung <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: [ppiindia] Kalau pun misalnya arabisasi, so what gitu lho?
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Date: Thursday, August 28, 2008, 10:26 AM
> 
> orang liberal khan berpaham amerika bgt, bahkan lebih amerika drpd 
orang amerika hehe
> wah klo 'arabisasi' terjadi di indonesia, orang liberal yg sok 
amerika bakalan dianggap aneh & primitif :)
> 
> Kalau pun misalnya arabisasi, so what gitu lho?
> 
> Sebagian dari orang yang menentang RUU Anti Pornografi dan 
Pornoaksi,
> (RUU APP) mengatakan bahwa RUU ini merupakan bagian dari upaya
> Arabisasi di Indonesia. Dalam kesempatan terpisah dan untuk tema 
yang
> berbeda, saya juga sering mendengar pendapat sebagian orang yang
> mencemooh lagu nasyid. "Buat apa menyukai lagu-lagu padang pasir
> seperti itu? Ini Indonesia, Bung. Bukan Arab!"
> 
> Terus terang, saya merasa geli dengan pendapat seperti itu. Di satu
> sisi, pendapat itu tentu amat salah kaprah. RUU APP misalnya,
> sebenarnya tak ada hubungannya dengan Arab atau negara manapun.
> Sedangkan di sisi lain, saya juga bertanya dengan keheranan, "Ada 
apa
> dengan Arab? Kenapa begitu banyak orang yang antipati terhadap 
Arab?"
> 
> Dan inilah fakta yang amat memiriskan itu:
> Ketika banyak orang yang mengikuti pola hidup Amerika, kita
> menyikapinya dengan biasa-biasa saja. Bahkan, kita seringkali
> menyebutnya sebagai pola hidup modern. Kita memuja-muja segala 
sesuatu
> yang berasal dari Barat dan Amerika. Mulai dari musik, film, 
makanan,
> hingga gaya hidup.
> 
> Lantas, ketika ada orang yang menyukai hal-hal dari negara-negara
> selain Amerika (misalnya lagu dan film India, bahasa Arab, lagu
> mandarin, dan sebagainya), kita langsung mencemooh. Banyak di antara
> kita yang mentertawakan hal-hal seperti itu.
> 
> Misalnya: ketika ada orang yang memutar lagu nasyid, kita 
berkata, "Ini Indonesia, bukan Arab."
> 
> Tapi ketika banyak orang yang memutar lagu-lagu dari Amerika, 
apakah kita pernah berkata, "Ini Indonesia, bukan Amerika!"??? ????
> 
> Padahal, kalau kita berpikir secara jernih dan mendalam:
> Sebenarnya apa perbedaan antara film Hollywood dengan film Taiwan? 
Apa perbedaan antara lagu India dengan lagu-lagu Barat?
> 
> Saya kira, ini hanya masalah negara. Ini hanya soal geografis. Tak 
lebih dan tak kurang.
> 
> Jika selama ini kita terbiasa dengan gaya hidup yang berbau Amerika 
dan
> merasa aneh dengan gaya hidup Arab, India, dan sebagainya, saya kira
> ini hanya masalah kebiasaan. Ini hanya masalah peradaban mana yang
> paling besar pengaruhnya terhadap kehidupan kita.
> 
> Kebetulan, peradaban yang saat ini paling kuat pengaruhnya adalah
> peradaban Barat. Bisa saja, suatu saat nanti yang terjadi justru
> sebaliknya. Peradaban Timur Tengah menjadi peradaban yang terkuat di
> dunia. Maka, kita akan memuja-muja segala sesuatu yang berasal dari
> Mesir, Arab, dan sebagainya. Lalu kita mencemooh segala sesuatu yang
> berasal dari Amerika atau Perancis.
> 
> * * *
> 
> Maka sekarang:
> Memang RUU APP bukanlah proses Arabisasi. Tapi kalaupun misalnya 
(ini
> hanya misalnya, lho...) RUU ini adalah Arabisasi, so what gitu lho?
> Kenapa kita merasa aneh dan berat hati? Bukankah kita selama ini 
sudah
> bisa menerima Amerika dan negara-negara Barat lainnya dengan 
sukacita.
> Apa bedanya Amerika dan Arab?
> 
> Wassalam
> 
> Jonru
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>     
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke