Sy anggota FPI nyantai aja, kalo berhadapan dg laskar kita itu resiko ente, 
baru FPI gimana kalo yg ngamuk sekelas amrozi...!!! Jangan bikin keruh masalah 
memaksakan kehendak agar kita menerima ahmadiyah atas dasar pancasila teu 
nyambung...Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, keberagaman seperti apa yg 
anda harapkan, selama baik2 kita tdk masalah dl waktu msh ada PKI yg di akui 
oleh hukum kita oke, tp setelah dilarang Kita Hancurkan... Musnahkan dr muka 
Bumi Nusantara tercinta duri2 dan para antek2 nya, termasuk sekarang banyak 
para penjual negra atas nama ham, demokrasi, kebebasan semuanya mengacaukan 
saja....

Salam hangat,
Alhakimc 

_____________________________
Sent from my phone using flurry - Get free mobile email and news at: 
http://www.flurry.com

--- Original Message ---
Date: Mon Sep 22 21:04:46 PDT 2008
From: frans suranto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [ppiindia] Fwd: Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli
---

---------- Forwarded message ----------
From: Ibu Bambang <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/9/23
Subject: [ppiindia] Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli To: 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[email protected], [EMAIL PROTECTED]

Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli
Posted by: "-MGR-" [EMAIL PROTECTED] indunisi
Mon Sep 22, 2008 4:36 am (PDT)
http://www.liputan6.com/actual/?id=15619

22/09/2008 17:07

Saksi Dipukul Terdakwa Laskar Pembela Islam

Liputan6.com, Jakarta:
Seorang saksi dipukul dalam lanjutan sidang atas tujuh anggota Laskar Pembela 
Islam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Guntur Romli, saksi dari Aliansi 
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dipukul usai 
memberikan kesaksian. Semua itu terjadi di
hadapan majelis hakim dan polisi yang menjaga jalannya persidangan. Juru bicara 
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyebut peristiwa ini sebagai penghinaan 
terhadap pengadilan.

polisi terpaksa mengamankan Guntur dan sejumlah aktivis AKKBB
lainnya ke dalam mobil polisi. Ini adalah peristiwa kekerasan ketiga yang 
terjadi di lingkungan pengadilan terkait kasus penyerbuan massa Front Pembela 
Islam atas peringatan Hari Pancasila, 1 Juni silam.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

======================================
Kronologi Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli

Kesaksian Mohamad Guntur Romli, saksi korban dari AKKBB yang dipukul
di dalam ruang sidang, dalam Persidangan Kasus Tragedi Monas Berdarah, Senin 22 
September 2008.

Senin 22 September 2008 pukul 14.00, saya menjadi saksi kasus Tragedi Monas 
Berdarah 1 Juni 2008 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat lantai
3. Ini kali kedua saya menjadi saksi, setelah sebelumnya saya menjadi saksi 
atas terdakwa Munarman. Saya memberikan kesaksian setelah saksi yang pertama 
yaitu Sugiono, pemilik truk yang membawa soundsystem yang dirusak oleh massa 
FPI.

Kesaksian saya kali ini untuk 7 orang Laskar Pembela Islam (LPI). Ruangan 
sidang yang sempit dipenuhi massa dari FPI. Dalam proses kesaksian saya, 
terdengar celetukan, hingga hujatan dari arah belakang saya, misalnya, 
"kesaksiannya palsu", "keluar dari Islam dia", "ntar tungguin di luar setelah 
selesai", dll. Suara-suara itu bercampur baur dengan teriakan "huuuuu..." dan 
teriakan-teriakan yang lain.

Ketua Majelis Hakim Bapak Makasau berkali-kali mengetok palu untuk 
memperingatkan massa FPI, dan mengancam mereka kalau tidak bisa tertib akan 
menghentikan sidang, dan memberikan sanksi pada mereka.

Setelah saya memberikan kesaksian, Majelis Hakim memberikan kesempatan pada 7 
orang terdakwa untuk memberikan komentar/sanggapan terhadap kesaksian saya. 
Mayoritas dari mereka mengecam kesaksian saya, bahwa saya melihat ibu, orang 
tua, dan anak-anak dipukul di Tragedi Monas Berdarah itu. Salah seorang 
terdakwa malah menuding-nuding saya dengan kata-kata "elo..,elo.. gue.. gue". 
Hakim Ketua langsung memperingatkan dia, agar tidak bersikap seperti preman.

Setelah selesai memberikan kesaksian saya dipersilahkan oleh Hakim untuk 
keluar. Posisi 7 orang terdakwa itu berada di dekat pintu keluar yang biasa 
dipakai oleh Majelis Hakim, Jaksa, Pengacara, Terdakwa dan Saksi. Nah, ketika 
saya melewati mereka, seorang dari terdakwa bernama Sunarto menendang kaki 
saya. Langsung balik badan dan menghadap ke hakim, saya protes "Pak Hakim, kaki 
saya ditentang". Tiba-tiba,
Subhan yang berada di dekat Sunarto, memukul kepala belakang saya. Kepala saya 
benjol dan pusing-pusing. Saya terus protes ke Hakim, "Pak saya dipukul".

7 terdakwa dari FPI langsung mengepung saya, dan massa FPI yang berada di kursi 
pengunjung sidang juga mendekat ke arah saya. Keadaan semakin kacau, aparat 
polisi mulai masuk ruang sidang, dan mengelilingi saya. Subhan dan Sunarto 
masih berusaha memukul saya lagi. Ketika saya
dibawa keluar dari ruang sidang, massa FPI terus mendekat, berusaha menembus 
pertahanan aparat kepolisian.

Selanjutnya aparat kepolisian mengevakuasi saya turun ke lantai 2 dan masuk 
ruangan saksi. Massa FPI digiring keluar arena Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 
namun mereka masih berkerumun, menunggu saya keluar
dari PN Jakarta Pusat. Kami, dari AKKBB, para saksi, pengacara, dan simpatisan 
berkumpul di lobi lantai dasar PN Jakarta Pusat. Ternyata seorang teman kami 
bernama Soleh juga dipukul kepalanya karena
berusaha melindungi kawan-kawan dari AKKBB yang berada di kursi pengunjung.

Karena suasana kacau, sidang pengadilan ditunda, termasuk sidang
dengan terdakwa Machsuni Kaloko, Komandan Laskar Pembela Islam.
Menurut aparat keamanan, massa FPI masih menunggu di jalan, di depan
PN Jakarta Pusat.

Akhirnya kami dievakuasi dengan bis dan truk polisi yang membawa kami ke Polda 
Metro Jaya.

Tujuh terdakwa dari FPI itu tampaknya marah pada saya karena saya menyatakan 
bahwa saya melihat ibu, anak-anak, dan orang tua dipukuli
di Monas. Dan memang benar, ada perempuan-perempuan yang menjadi korban, 
namanya Oming, Suci, lina, dll. Dan mereka telah memberikan kesaksian pada 
sidang sebelumnya baik Rizieq maupun Munarman.

Mohamad Guntur Romli, Jakarta, 22 September 2008




      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke