Ayo Bang... mumpung ada pipi gratis nih...

TAKBIR !!!!
ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR !  TAMPAR KIRI
ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR !  TAMPAR KANAN

Surga menunggu Bang! Bidadari udah pada menanti tuh di surge !!!

(tapi di surga gak ada RUU Porno khan ya Bang?? Kalau ada repot nih...)


2008/9/23 si pitung <[EMAIL PROTECTED]>:
> nulis lg ah wkaka..
>
> jadi inget peribahasa 'ga ada asap klo ga ada api' hehe..
> guntur lg nerapin ajaran ditampar pipi kiri ngasihin pipi kanan nih, sungguh
> mulia akhlak guntur ini ck..ck..ck..
>
> ----- Original Message ----
> From: frans suranto <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, September 23, 2008 11:03:53 AM
> Subject: [ppiindia] Fwd: Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur
> Romli
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Ibu Bambang <ibu.bambang@ gmail.com>
> Date: 2008/9/23
> Subject: [ppiindia] Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli
> To: bhinneka_tunggal_ [EMAIL PROTECTED] com,
> ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] ps.com,
> [EMAIL PROTECTED] ps.com, [EMAIL PROTECTED] s.com,
> [EMAIL PROTECTED] .com
>
> Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli
> Posted by: "-MGR-" [EMAIL PROTECTED] com indunisi
> Mon Sep 22, 2008 4:36 am (PDT)
> http://www.liputan6 .com/actual/ ?id=15619
>
> 22/09/2008 17:07
>
> Saksi Dipukul Terdakwa Laskar Pembela Islam
>
> Liputan6.com, Jakarta:
> Seorang saksi dipukul dalam lanjutan sidang atas tujuh anggota Laskar
> Pembela Islam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Guntur Romli, saksi
> dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
> (AKKBB) dipukul usai memberikan kesaksian. Semua itu terjadi di
> hadapan majelis hakim dan polisi yang menjaga jalannya persidangan.
> Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyebut peristiwa ini
> sebagai penghinaan terhadap pengadilan.
>
> polisi terpaksa mengamankan Guntur dan sejumlah aktivis AKKBB
> lainnya ke dalam mobil polisi. Ini adalah peristiwa kekerasan ketiga
> yang terjadi di lingkungan pengadilan terkait kasus penyerbuan massa
> Front Pembela Islam atas peringatan Hari Pancasila, 1 Juni
> silam.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
>
> ============ ========= ========= ========
> Kronologi Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli
>
> Kesaksian Mohamad Guntur Romli, saksi korban dari AKKBB yang dipukul
> di dalam ruang sidang, dalam Persidangan Kasus Tragedi Monas Berdarah,
> Senin 22 September 2008.
>
> Senin 22 September 2008 pukul 14.00, saya menjadi saksi kasus Tragedi
> Monas Berdarah 1 Juni 2008 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat lantai
> 3. Ini kali kedua saya menjadi saksi, setelah sebelumnya saya menjadi
> saksi atas terdakwa Munarman. Saya memberikan kesaksian setelah saksi
> yang pertama yaitu Sugiono, pemilik truk yang membawa soundsystem yang
> dirusak oleh massa FPI.
>
> Kesaksian saya kali ini untuk 7 orang Laskar Pembela Islam (LPI).
> Ruangan sidang yang sempit dipenuhi massa dari FPI. Dalam proses
> kesaksian saya, terdengar celetukan, hingga hujatan dari arah belakang
> saya, misalnya, "kesaksiannya palsu", "keluar dari Islam dia", "ntar
> tungguin di luar setelah selesai", dll. Suara-suara itu bercampur baur
> dengan teriakan "huuuuu..." dan teriakan-teriakan yang lain.
>
> Ketua Majelis Hakim Bapak Makasau berkali-kali mengetok palu untuk
> memperingatkan massa FPI, dan mengancam mereka kalau tidak bisa tertib
> akan menghentikan sidang, dan memberikan sanksi pada mereka.
>
> Setelah saya memberikan kesaksian, Majelis Hakim memberikan kesempatan
> pada 7 orang terdakwa untuk memberikan komentar/sanggapan terhadap
> kesaksian saya. Mayoritas dari mereka mengecam kesaksian saya, bahwa
> saya melihat ibu, orang tua, dan anak-anak dipukul di Tragedi Monas
> Berdarah itu. Salah seorang terdakwa malah menuding-nuding saya dengan
> kata-kata "elo..,elo.. gue.. gue". Hakim Ketua langsung memperingatkan
> dia, agar tidak bersikap seperti preman.
>
> Setelah selesai memberikan kesaksian saya dipersilahkan oleh Hakim
> untuk keluar. Posisi 7 orang terdakwa itu berada di dekat pintu keluar
> yang biasa dipakai oleh Majelis Hakim, Jaksa, Pengacara, Terdakwa dan
> Saksi. Nah, ketika saya melewati mereka, seorang dari terdakwa bernama
> Sunarto menendang kaki saya. Langsung balik badan dan menghadap ke
> hakim, saya protes "Pak Hakim, kaki saya ditentang". Tiba-tiba,
> Subhan yang berada di dekat Sunarto, memukul kepala belakang saya.
> Kepala saya benjol dan pusing-pusing. Saya terus protes ke Hakim, "Pak
> saya dipukul".
>
> 7 terdakwa dari FPI langsung mengepung saya, dan massa FPI yang berada
> di kursi pengunjung sidang juga mendekat ke arah saya. Keadaan semakin
> kacau, aparat polisi mulai masuk ruang sidang, dan mengelilingi saya.
> Subhan dan Sunarto masih berusaha memukul saya lagi. Ketika saya
> dibawa keluar dari ruang sidang, massa FPI terus mendekat, berusaha
> menembus pertahanan aparat kepolisian.
>
> Selanjutnya aparat kepolisian mengevakuasi saya turun ke lantai 2 dan
> masuk ruangan saksi. Massa FPI digiring keluar arena Pengadilan Negeri
> Jakarta Pusat, namun mereka masih berkerumun, menunggu saya keluar
> dari PN Jakarta Pusat. Kami, dari AKKBB, para saksi, pengacara, dan
> simpatisan berkumpul di lobi lantai dasar PN Jakarta Pusat. Ternyata
> seorang teman kami bernama Soleh juga dipukul kepalanya karena
> berusaha melindungi kawan-kawan dari AKKBB yang berada di kursi
> pengunjung.
>
> Karena suasana kacau, sidang pengadilan ditunda, termasuk sidang
> dengan terdakwa Machsuni Kaloko, Komandan Laskar Pembela Islam.
> Menurut aparat keamanan, massa FPI masih menunggu di jalan, di depan
> PN Jakarta Pusat.
>
> Akhirnya kami dievakuasi dengan bis dan truk polisi yang membawa kami
> ke Polda Metro Jaya.
>
> Tujuh terdakwa dari FPI itu tampaknya marah pada saya karena saya
> menyatakan bahwa saya melihat ibu, anak-anak, dan orang tua dipukuli
> di Monas. Dan memang benar, ada perempuan-perempuan yang menjadi
> korban, namanya Oming, Suci, lina, dll. Dan mereka telah memberikan
> kesaksian pada sidang sebelumnya baik Rizieq maupun Munarman.
>
> Mohamad Guntur Romli, Jakarta, 22 September 2008
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 

Kirim email ke