wkakaka..komentar paling bedes eh the best nih
"
Siapa Menabur Angin Akan Menuai Kentut!"




----- Original Message ----
From: sautsitumorang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, September 24, 2008 1:08:07 AM
Subject: [ppiindia] Siaran Pers: Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli


wah heroik banget reportase ini! ck, ck, ck...

liat aja judul kasusnya: "Persidangan Kasus Tragedi Monas Berdarah"!!!

udah pakek istilah "Tragedi", masih belom puas jugak

maka ditambahlah kata "Berdarah"!

kayak judul sinetron aja, hahaha...

tapi ini kan memang sinetron

yang coba diangkat jadi drama Shakespearen! !!

ide menarik memang, tapi kurang bakat! hahaha...

ingat dong pepatah lama:

Siapa Menabur Angin Akan Menuai Kentut!

eh salah ya?!

hahaha...

--- In pantau-komunitas@ yahoogroups. com, MGR <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:

Siaran Pers dan Kronologi Pemukulan terhadap Mohamad Guntur Romli

Kesaksian Mohamad Guntur Romli, saksi korban dari AKKBB yang dipukul 
di dalam ruang sidang, dalam Persidangan Kasus Tragedi Monas 
Berdarah, Senin 22 September 2008.

Senin 22 September 2008 pukul 14..00, saya menjadi saksi kasus Tragedi 
Monas Berdarah 1 Juni 2008 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat lantai 
3. Ini kali kedua saya menjadi saksi, setelah sebelumnya saya menjadi 
saksi atas terdakwa Munarman. Saya memberikan kesaksian setelah saksi 
yang pertama yaitu Sugiono, pemilik truk yang membawa soundsystem 
yang dirusak oleh massa FPI. 

Kesaksian saya kali ini untuk 7 orang Laskar Pembela Islam (LPI). 
Ruangan sidang yang sempit dipenuhi massa dari FPI. Dalam proses 
kesaksian saya, terdengar celetukan, hingga hujatan dari arah 
belakang saya, misalnya, ⤽kesaksiannya palsuâ¤&#65533;, ⤽keluar dari 
Islam diaâ¤&#65533;, ⤽ntar tungguin di luar setelah selesaiâ¤&#65533;, dll. 
Suara-suara itu bercampur baur dengan teriakan ⤽huuuuu...â¤&#65533; dan 
teriakan-teriakan yang lain. 

Ketua Majelis Hakim Bapak Makasau berkali-kali mengetok palu untuk 
memperingatkan massa FPI, dan mengancam mereka kalau tidak bisa 
tertib akan menghentikan sidang, dan memberikan sanksi pada mereka. 

Setelah saya memberikan kesaksian, Majelis Hakim memberikan 
kesempatan pada 7 orang terdakwa untuk memberikan komentar/sanggapan 
terhadap kesaksian saya. Mayoritas dari mereka mengecam kesaksian 
saya, bahwa saya melihat ibu, orang tua, dan anak-anak dipukul di 
Tragedi Monas Berdarah itu. Salah seorang terdakwa malah menuding-
nuding saya dengan kata-kata ⤽elo..,elo.. gue.. gueâ¤&#65533;. Hakim 
Ketua langsung memperingatkan dia, agar tidak bersikap seperti preman.

Setelah selesai memberikan kesaksian saya dipersilahkan oleh Hakim 
untuk keluar. Posisi 7 orang terdakwa itu berada di dekat pintu 
keluar yang biasa dipakai oleh Majelis Hakim, Jaksa, Pengacara, 
Terdakwa dan Saksi. Nah, ketika saya melewati mereka, seorang dari 
terdakwa bernama Sunarto menendang kaki saya. Langsung balik badan 
dan menghadap ke hakim, saya protes ⤽Pak Hakim, kaki saya ditentangâ
¤&#65533;.  Tiba-tiba, Subhan yang berada di dekat Sunarto, memukul kepala 
belakang saya. Kepala saya benjol dan pusing-pusing. Saya terus 
protes ke Hakim, ⤽Pak saya dipukulâ¤&#65533;. 

7 terdakwa dari FPI langsung mengepung saya, dan massa FPI yang 
berada di kursi pengunjung sidang juga mendekat ke arah saya. Keadaan 
semakin kacau, aparat polisi mulai masuk ruang sidang, dan 
mengelilingi saya. Subhan dan Sunarto masih berusaha memukul saya 
lagi. Ketika saya dibawa keluar dari ruang sidang, massa FPI terus 
mendekat, berusaha menembus pertahanan aparat kepolisian.

Selanjutnya aparat kepolisian mengevakuasi saya turun ke lantai 2 dan 
masuk ruangan saksi. Massa FPI digiring keluar arena Pengadilan 
Negeri Jakarta Pusat, namun mereka masih berkerumun, menunggu saya 
keluar dari PN Jakarta Pusat. Kami, dari AKKBB, para saksi, 
pengacara, dan simpatisan berkumpul di lobi lantai dasar PN Jakarta 
Pusat. Ternyata seorang teman kami bernama Soleh juga dipukul 
kepalanya karena berusaha melindungi kawan-kawan dari AKKBB yang 
berada di kursi pengunjung. 

Karena suasana kacau, sidang pengadilan ditunda, termasuk sidang 
dengan terdakwa Machsuni Kaloko, Komandan Laskar Pembela Islam. 
Menurut aparat keamanan, massa FPI masih menunggu di jalan, di depan 
PN Jakarta Pusat.

Akhirnya kami dievakuasi dengan bis dan truk polisi yang membawa kami 
ke Polda Metro Jaya.

Tujuh terdakwa dari FPI itu tampaknya marah pada saya karena saya 
menyatakan bahwa saya melihat ibu, anak-anak, dan orang tua dipukuli 
di Monas. Dan memang benar, ada perempuan-perempuan yang menjadi 
korban, namanya Oming, Suci, lina, dll. Dan mereka telah memberikan 
kesaksian pada sidang sebelumnya baik Rizieq maupun Munarman. 

Saya dipukul di dalam ruang sidang, di depan majelis hakim, jaksa, 
dan pengacara, setelah saya memberikan kesaksian. Saya tidak takut, 
dan akan terus menuntut keadilan di negeri ini. Â Â  

Mohamad Guntur Romli

Jakarta, 22 September 2008

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo. com/

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke