oh maksudnye bapake iki, pendapat2 yg masuk di milist ini harus seragam & 
kompak yaitu menolak RUU Pornografi, yg mendukung RUU ga boleh nulis, diem aje, 
klo pun msk teve, baru ngomong a dah dicegat ma moderatornye hehe
ngambex nih yee, mo kluar milist ini, ya silahkan aje, ane kaga ngalang2in koq 
hehe
orang yg blm dewasa dlm berdemokrasi emang mending lebih byk dengerin lagu, 
biar terbuai dg angan2 kosong haha asal jgn sambil mabok aje
oh iye jgn cuma dengerin lagu, nyanyi skalian, sape tau lolos di idol taon dpn, 
ciaaaao!

ps: gertax sambel mo kluar milist, bntr lg jg muncul :)



----- Original Message ----
From: Roelus Hartawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, September 25, 2008 1:16:53 PM
Subject: [ppiindia] Re: Perlunya UU Pornografi dan Perkecualian untuk Propinsi 
yang Meno


Saya bosan membaca komentar, reaksi, serta ungkapan pendapat yang emosional dan 
tidak rasional menyangkut isu RUU Pornografi ini. Orang-orang yang mewakili 
kelompok tolol dan idiot, yang senang sekali bermain dalam dikotomi antara 
"kami" dan "kalian", "kita" dan "mereka". Yang memegang prinsip buta, kalau 
bukan kawan berarti lawan. Dan dengan lancang mengatasnamakan kelompok Islam 
(Iya, Islam yang idiot barangkali).
Saya menentang pornografi, yang secara global sudah berabad-abad dikomoditaskan 
menjadi industri. Pornografi dengan batasan yang saya mengerti. 
Tetapi bukan berarti saya harus setuju dengan RUU Pornografi yang batasannya 
kurang jelas, yang mungkin saja akan membuat saya masuk bui hanya karena pakai 
kaos oblong dan celana pendek lantaran kegerahan.
Masih banyak Undang-Undang lain yang lebih penting diselesaikan pemerintah dan 
DPR untuk melindungi segenap warganegara dan mengupayakan kesejahteraan mereka, 
daripada sekadar mengurusi moral dan akhlak warga negara.
Saya bosan melihat milis ini makin hari makin dipenuhi orang-orang 
fundamentalis yang sok moralis. Sepertinya lebih baik keluar saja dari milis 
yang makin tidak memberikan pencerahan, dan meluangkan lebih banyak waktu untuk 
mendengar lagu. Seperti lagu Iwan Fals ini contohnya.

Manusia Setengah Dewa
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini 

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke