Lucu nan menggelikan, dimana2 teriak pelestarian budaya Indonesia, tp malah 
orang asing yg muncul menjadi sinden utk melestarikan budaya bangsa, lalu dmana 
putra-putri Indonesia? hehe mereka lagi asyiik 
leng..geleng..geleng..guk..angguk..angguk..mereka lg sibuk NGEBOR, GERGAJI, 
KOPLO, HEBOH, 
JOSSS, inilah generasi NGEBOR!!!
memalukan! atau jangan2 NGEBOR, GERGAJI, KOPLO ini akan diakui sbg BUDAYA 
BANGSA, memang susah hidup dg orang yg sdh hilang akal sehatnya...



Semoga Laknat 
Allah Menimpa Para Pelaku Maksiyat di Negeri Ini

Katagori : Murtadin & 
Jahiliyah


Baru-baru ini terungkap berbagai kegiatan yang penuh maksiyat digelar sebagian 
warga. Seperti maraknya tarian erotis di beberapa daerah sudah sampai pada 
taraf 
yang mengkhawatirkan. Acara penuh maksiyat tersebut semuanya berupa acara 
hiburan mulai dari acara hajatan, ulang tahun, hingga sosialisasi partai 
politik. Semoga Allah melaknat para pelaku maksiyat tersebut.

Maraknya 
tarian erotis bukan hanya kali ini dan tidak hanya di perkampungan. Bahkan di 
beberapa perkotaan, beberapa klub malam diskotik pun kerap kali menampilkan 
tarian erotis tersebut. Di Sulawesi Selatan, seorang penyanyi sampai membuka 
bajunya dalam tarian erotis di sebuah sekolah.   

Yayat Supriatna seorang 
sosiolog dalam wawancara di sebuah televisi hari ini mengusulkan untuk diadakan 
lokalisasi bagi tarian erotis tersebut. Tentu saja, ide ini membahayakan. 
Lokalisasi tarian erotis sama artinya mebiarkan dan memelihara kemaksiyatan 
tersebut. Solusi tuntas untuk persoalan ini, hentikan semua perilaku maksiyat 
tersebut.


Akar Masalahnya: Sekularisme

Berbagai perilaku maksiyat termasuk maraknya tarian erotis ini akar masalahnya 
adalah ide sekularisme yang ada pada masyarakat di negeri ini. Ya, Semua ini 
berawal dari ide sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan yang telah 
dipaksakan oleh beberapa pihak di negeri ini. 

Pemaksaan ide sekularisme 
dilakukan mulai dari institusi sekolahan hingga para pelaku kapitalis. Di 
sekolahan, pendidikan agama yang dua jam tak membekas dalam membekali generasi 
dengan Islam yang lengkap. Sementara dalam realitas kehidupan masyarakat, para 
kapitalis menggunakan berbagai cara untuk menjual barang dagangannya walaupun 
harus dengan tarian erotis. 

Ide sekularisme merupakan ide rusak dan 
berbahaya. Ide ini tak dapat diterima untuk diterapkan manusia. Sekularisme 
bertentangan dengan akal manusia dan juga tidak sesuai dengan fitrah manusia. 
Tidak masuk akal, karena ide ini merupakan hasil dari kompromi antara kaum 
agamawan dan bangsawan yang menolak agama. Sementara tak sesuai dengan fitrah 
manusia, karena ide ini bertentangan dengan naluri yang ada pada manusia untuk 
menyembah dan membutuh sesuatu yang lain Yang Maha Gagah dan Perkasa. Manusia 
butuh Allah Swt. Pencipta manusia yang juga telah menurunkan aturan bagi 
kehidupan manusia ini. Bagaimana bisa ide sekularisme ini dapat diterima 
sementara ide ini harus memisahkan agama dari kehidupan? 

Sungguh keji dan tak merasa berdosa, para wanita pelaku tarian erotis 
menjajakan 
auratnya di depan umum. Sungguh celaka juga mereka yang menyediakan sarana bagi 
para pelaku maksiyat itu. Sungguh amat binasa mereka yang ikut melegalkan arena 
kemaksiyatan tersebut. Siapa yang paling bertanggung jawab? Tentu saja para 
penguasa negeri ini untuk menghentikan berbagai kemaksiyatan yang terjadi di 
negeri ini. 


Terapkan Islam

Satu solusi untuk menyelamatkan generasi Muslim saat ini segera terapkan Islam. 
Ia berasal dari Tuhan Yang Mahatahu dan akan menyelamatkan umat manusia. Apapun 
namanya, seorang wanita menampilkan aurat bahkan dengan erotis haram di sisi 
syariat. Allah akan mengazab para pelakunya. 

Membiarkan tarian erotis 
sama artinya dengan membiarkan orang yang sedang melubangi kapal di lautan. 
Maka 
bila tidak dihentikan, semua awak dalam kapal perahu tersebut akan tenggelam. 
Demikian pula bila kita biarkan maraknya kemaksiyatan tersebut berarti 
membiarkan azab Allah Swt. menimpa, bukan hanya pada para pelakunya saja tetapi 
semua manusia. Naudzubillahi min dzalik. 

Tindakan maksiyat di negeri ini 
harus segera dihentikan bila kita takut dengan azab dari-Nya. Mulai dari tarian 
erotis, diskotik dan klub malam, hingga kegiatan konser musik yang campur baur. 
Demikian juga berbagai acara di televisi dan juga kegiatan berbalut kompetisi 
yang menjajakan aurat seperti cheerledance, indonesian idol, mamamia harus 
segera dihentikan. Bila tidak tunggu saja bencana itu akan datang menimpa siapa 
saja. Ingat Allah Swt. telah berfirman: 

“Dan jagalah diri kamu daripada 
dosa (yang membawa bala bencana) yang bukan sahaja akan menimpa orang-orang 
yang 
zalim di antara kamu secara khusus (tetapi akan menimpa kamu secara umum). Dan 
ketahuilah bahawa Allah Maha Berat azab seksaNya” (TMQ al-Anfal[8]:25) 

Demikianlah rusaknya kehidupan umat Islam saat ini ketika Islam 
ditinggalkan dan Khilafah dibubarkan. Sudah saatnya kaum Muslim bangkit untuk 
kembali kepada Islam saja! [hasan/opini/syabab.com]




WARNING !! ADULT 
MATERIAL
Hiburan Hajatan Kampung Nan 
Erotis

Liputan6.com, Tangerang: Hani meliuk-liuk di atas panggung dengan 
baju terbuka.. Sementara penonton lelaki mendempet tubuh pendangdut tersebut di 
bagian-bagian vital sambil memberikan uang tips. Semua itu demi Rp 250 ribu 
hingga Rp 300 ribu tiap pertunjukkan. Namun, yang paling ironis pertunjukkan 
musik dangdut yang digelar di sebuah hajatan warga kampung di Tangerang, 
Banten, 
baru-baru ini, itu bisa disaksikan siapa saja. Bahkan, anak-anak 
kecil.

Tapi, bagi Hani, apa yang dilakukannya dan rekan-rekannya adalah 
sesuatu hal yang biasa. "Harusnya ditanggapi biasa saja," kata pedangdug yang 
mengaku sudah sejak kelas satu sekolah menengah pertama menjalani profesi 
ini.

Meski banyak peminatnya, ternyata tak berarti semua warga setuju. 
"Mengganggu sekali," kata Sakir. Komarudin, Kapala Dinas Budaya dan Pariwisata 
Kabupaten Tangerang, mengatakan, saat ini sedang dibahas soal peraturan daerah 
tentang pornoaksi dan pornografi. "Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama 
perda ini bisa disahkan," ucap Komarudin.

Masalahnya, seringkali erotisme 
macam ini diamini dengan alasan merupakan ekspresi seni. Dewi Persik, pedangdut 
papan atas juga memberikan argumen ekspresi seni ketika dicekal di beberapa 
kota 
termasuk, Tangerang, karena goyang gergajinya [baca: Negeri 
Sensor?].

Lalu, siapa yang harus mengatur agar seni yang menyerempet 
erotisme ini tak berdampak buruk? "RW itu harus benar-benar dibina menjadi 
organisasi masyarakat yang bisa mengontrol apa-apa yang terjadi disitu," kata 
Paulus Wirutomo, sosiolog.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
sumber : http://www.liputan6.com/sosbud/?id=161742



ACARA LOPERS DAY di PANTAI KARNAVAL 
ANCOL
Kemaksiatan yang merajalela terjadi sebagai 
akibat Sikap Tidak Peduli Pemerintah / Penguasa akan bahaya Pornography dan 
Pornoaksi sebagaimana yang terjadi pada acara 
LOPERS DAY tanggal 30 Juli 2008 kemarin di Panggung Festival Jaya Ancol.

Acara tersebut sesungguhnya sangat positif, yang mana dihadiri sekitar 100 
ribuan Loper Koran termasuk keluarga mereka (anak, istri dll), namun salah satu 
program acara hiburan dengan menampilkan penyanyi ngebor "Mela Barby" adalah 
sesuatu yang sangat berbeda dan sangat BODOH.

Sikap ketidak 
pedulian tersebut telah mengakibatkan secara massal:


Ribuan anak-anak Loper tsb menjadi 
korban Pornografy & Pornoaksi


Wapres Pergi, Mela Barbie Langsung Buka 
Baju
Laporan Wartawan Kompas 
Suhartono

JAKARTA, RABU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla seperti "dikibuli" oleh 
penyanyi dangdut Mela Barbie, yang tampil di acara hiburan pada acara Loper's 
Day 2008 di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol (Tija), Jakarta Utara, 
Rabu 
(30/7) siang.

Pasalnya, saat akan menyanyi di atas panggung di mana 
Wapres Kalla dan Ny Mufidah Jusuf Kalla beserta rombongan terbatas duduk, Mela 
Barbie tampil dengan sangat sopan dan santun sekali. Sebelum menyanyi, ia 
memberi hormat dan mengangguk kepada Wapres Kalla dan rombongan. 

Penampilannya juga sangat sopan. Mela mengenakan gaun panjang berwarna 
biru hingga ke mata kaki. Di lehernya, ia mengenakan syal dan cardigan hitam. 
Ia 
juga menyapa penonton dengan lembut.

Namun, tak lama setelah itu Wapres 
Kalla dan rombongan turun panggung dan naik mobil dinas, Mela langsung mencopot 
cardigan dan syalnya. 

Tampaklah, kutang putih yang menonjol dengan 
diikuti gerakan "hot". Tak cuma sampai di situ, Mela juga langsung membuka gaun 
panjangnya, dan terlihat Mela hanya mengenakan hotpants putih dan tanktop yang 
bertali-tali.

Dengan gerakan yang semakin seronok dan alunan musik yang 
mendayu-dayu, ditambah dengan goyangannya, Mela memancing penonton berhamburan 
ke arah panggung untuk ikut berjoget. Tampaklah suasana dan pemandangan khas 
dalam pertunjukan dangdut seperti di Sekaten. (kompas)


 
Fenomena Sinden 
Mancanegara  
Namanya 
Elizabeth Karen Sinden from USA
Kita patut terkejut menyaksikan perempuan 
kulit putih menjadi sinden di acara wayang kulit. Fenomena tsb bertolak 
belakang 
dengan apa yang terjadi di Indonesia. 

Benar-benar kaget! Sekarang saja 
kita semakin sulit menemukan anak-anak muda di tanah Jawa yang mampu berbahasa 
Jawa secara baik dan benar. Alih-alih menyanyikan tembang jawa, alias 
nyinden.

ELIZABETH KAREN, orang Amerika Serikat, memang luar biasa. Saya 
menyaksikan dia tampil di pergelaran wayang kulit di Sidoarjo, Jawa Timur, 
belum 
lama ini. Elizabeth Karen mengundang decak kagum ratusan penonton, termasuk 
beberapa pejabat lokal. Memang sulit dibayangkan, seorang wanita Amerika 
Serikat 
bisa tampil sebagai ‘orang Jawa’ di atas panggung.


WARNING !! ADULT 
MATERIAL
Sebaliknya, sangat disayangkan, nilai nilai 
budaya justru dirusak oleh bangsa sendiri dengan berbagai susupan Pornography - 
Pornoaksi - bahkan hal tsb dilakukan oleh para calon pemimpin dalam berbagai 
kampanye partai, pilkada, dan berbagai kesempatan.

Sehingga semakin 
sempurnalah proyek liberaliisme tsb yang akan cepat/segara membentuk generasi 
...

 
generasi ...NGEBOR, GERGAJI, KOPLO, HEBOH, 
JOSSS



STOP PORNOGRAPHY
LINDUNGI ANAK ANAK 
MUSLIM DARI BAHAYA LIBERALISME

Masihkah kita Bertanya....??
TUHAN 
MARAHKAH KAU KEPADAKU??


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke