Menurut saya kesimpulannya terlalu tergesa2. Pada Krismon 98 lalu, pemerintah harus mengucurkan sekitar Rp 600 trilyun untuk KLBI/BLBI bagi bank2 swasta yang sekarat. Mayoritasnya adalah Bank Swasta. Bukan bank BUMN.
Ini satu contoh kekeliruan bahwa swasta lebih baik dari BUMN. Bahkan perusahaan2 yang bangkrut di AS seperti Lehman Brother, Enron, AIG (nyaris bangkrut) adalah perusahaan swasta yg sudah Go public. Sebaliknya BUMN jika dikelola dgn bagus macam Temasek akan membawa keuntungan. Bahkan BUMN kita meski dijadikan "sapi perahan" parpol dsb, masih memberikan keuntungan Rp 23 trilyun/tahun secara keseluruhan bagi rakyat Indonesia. Kalau diswastakan, maka rp 23 trilyun itu lari ke segelintir pemegang sahamnya. Bukan ke seluruh rakyat. Ini ada satu jawaban saya soal itu: nizaminz berkata, September 11, 2008 @ 11:34 am · Sunting Pak Sastro, BUMN itu juga bayar pajak. Tahun 2005 BUMN bayar pajak sampai Rp 41 trilyun lebih. Bukan cuma perusahaan swasta. Bahkan kalau sudah milik Swasta, apalagi asing, pemerintah sudah tidak punya kontrol lagi. Mereka bisa melakukan berbagai rekayasa keuangan (Financial Engineering) agar tidak bayar pajak. Contohnya di Tempo disebut 750 PMA tidak bayar pajak selama 5 tahun. Itu besar pajak yang tidak dibayar bisa ratusan trilyun rupiah mengingat itu juga melibatkan perusahaan migas yang omsetnya sekitar Rp 360 trilyun lebih per tahun. Dari sisi dividen atau bagi hasil jelas negara tidak dapat apa2 karena seluruh keuntungan masuk ke segelintir pemegang saham. Bukan negara/rakyat! Padahal dividen BUMN yang masuk ke kas negara bisa lebih dari Rp 31 trilyun per tahun! Tempointeraktif.Com - 750 Perusahaan Modal Asing Tak Bayar Pajak 750 Perusahaan Modal Asing Tak Bayar Pajak. Senin, 21 November 2005 | 19:01 WIB. TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 750 Perusahaan Modal Asing selama lima … http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/11/21/brk,20051121-69504,id.html ANTARA :: Setoran Dividen BUMN 2008 Terpenuhi Sebagian Besar dari … 19 Apr 2008 … Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Negara BUMN optimistis setoran dividen BUMN pada 2008 sebanyak Rp31,51 triliun akan terpenuhi yang … http://www.antara.co.id/arc/2008/4/19/setoran-dividen-bumn-2008-terpenuhi-sebagian-besar-dari-pertamina/ - Penyertaan Modal Negara di BUMN Jenis Berkas: PDF/Adobe Acrobat - Versi HTML tribusi BUMN terus mengalami peningkatan. Bila pada 2000, kontribusi pajak BUMN baru mencapai Rp9,37 triliun, pada. 2005 telah mencapai Rp 41,97 triliun … http://www.indonesia.go.id/id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1825 --- Erwin Arianto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Mengapa semua yang berbau dan berusuan dengan > pemerintah selalu berkinerja > kurang baik, saat ini di Salah satu bumn di bilangan > Pancoran sedang > diadakan pangerahan oleh menteri BUMN terhadap 40 > BUMN yang ada. BUMN > sebagai perusahaan plat merah sebenarnya bertujuan > mencari keuntungan untuk > kepentingan negera degan tujuan mensejahterakan > rakyat yanga ada. > > Tapi banyak BUMN saat ini yang salah urus, Kinerja > kurang, Selalu merugi, > dan masalah lainya, kenapa Indosat bekas salah satu > BUMN, begitu maju pesat > saat dilepas atau di privatisasi oleh Pemerintah, > dalam hal ini banyak hal > yang menjadi penyebabnya, salah satu faktor utama > adalah adanya perbaikan > Sistem manajemen, dan perbaikan kinerja karyawan > BUMN tersebut. > > Menurut pengalaman mengaudit salah satu BUMN di > Pulau Batam, dimana BUMN > tersebut memiliki aset yang banyak, ada SPBU, Ada > Hotel, Ada Alat-Alat berat > pelabuhan, Hak pengelolaan pelabuhan, tetapi hal > yang sebenarnya terjadi > adalah BUMN tersebut mengalami kerugian, tetapi > adanya negosiasi dengan > Auditor Independen untuk Membuat laporan keuangan > BUMN tersebut terlihat > mendapat untung, hanya untuk Pembagian Jasprod (Jasa > Produksi/Bonus tahunan) > sungguh ironis. Mungkin kalau di urus dengan > manajemen yang baik, dengan > modal sebesar itu perusahaan akan Mendapat profit > yang luar biasa. > > Pengalaman lain yang saya ketahui dari seorang rekan > yang bekerja di suatu > BUMN karya di bilangan Cawang, ternyata BUMN > tersebut mengalami rugi > oprasional sampai nilai trilyun rupiah, coba > bandingkan bila perusahaan > Privat mengalami kerugian trilyun rupiah perusahaan > tersebut pasti sudah > gulung tikar, tapi karena BUMN maka mendapat > suntikan dana yang dari > pemerintah. > > Salah satu Penyebab dari buruknya kinerja BUMN > adalah rendahnya kinerja > karyawan di BUMN, salah satu BUMN tempat Sahabat > saya bekerja, diman ada > banyak pegawai yang masuk hanya pagi hari dan hilang > disiang hari tapi > anehnya disore hari mereka melakuakan absen pulang, > mungkin kerjanya hanya > titip absen doang, Serta adanya pekerja yang tidak > kompeten didalam > perusahaan tersebut, adanya Pegawai yang tidak > pernah kerja sama sekali, > awalnya saya tidak percaya, jika orang tersebut > bekerja di perusahaan swasta > mungkin akan mendapat SP 3 atau sangsi PHK dari HRD. > sungguh menyedihkan > kinerja BUMN kita. > > mengapa hal ini bisa terjadi dalam perekrutan > karyawan BUMN saat ini tidak > lepas dari KKN yang kental, walau banyak dari BUMN > yang melakukan perekrutan > dengan sistem yang terkesan baik, tapi hasil akhir > tetap ditangan direksi > BUMN, seorang yang telah mengikuti test dengan > seorang yang titipan dari > orang penting negeri ini, akan menang orang titipan, > dibanding orang biasa > yang berprestasi. info terpercaya yang saya dapat > adanya family dari Sofyan > Jalil yang dititipkan pada salah satu BUMN asuransi > yang ada. > > Selain kinerja karyawan yang rendah, untuk berbisnis > dengan BUMN menjadi > rekanan dari BUMN memerlukan Biaya yang cukup > tinggi, kebetulan orang tua > bekerja di salah satu rekanan BUMN Minyak dan gas, > yang terjadi adalah > setiap langkah untuk berbisnis selalu ada uang > pelicin, serta kondisi alat > pada ladang minyak dikelola oleh BUMN sungguh > memprihatinkan, dengan > teknolgi yang tertinggal jaman dan biaya yang > produksi yang tidak efektif. > bila dibanding dengan sektor swasta sungguh jauh > tertinggal.. ironis... > > mengatahui dari sahabat dan keluarga yang bekerja di > BUMN, tidak menutup > mata bekerja di BUMN adalah INcaran hampir seluruh > rakyat indonesia setelah > Menjadi PNS, mengapa karena bekerja di BUMN, bekerja > ringan, Gajinya > lumayan, serta banyak kesempatan mendapat uang dan > fasilitas yang berlebih. > satu hal yang menyedihkan lagi adalah, aset BUMN > banyak yang tidak terkelola > dengan baik. Komisaris BUMN juga tidak lepas dari ke > bobrokan BUMN, jabatan > rangkap, menyebabkan inefisensi jabatan tersebut, > Komisaris BUMN hanya > mengambil manfaat dari dari jabatan tersebut dengan > banyak biaya yang > ditimbulkan dari komisaris BUMN, contoh hal-hal > kecil seperti biaya kartu > kredit komisaris BUMN yang di klaim atau di bayarin > sama BUMN, biaya golf, > atau ada disuatu BUMN dimana BUMN Tersebut melakukan > pergantian INventaris > kantor, Komisarisnya minta untuk dipasangkan > dirumahnya, hal tidak material > bukanya dia bisa beli sendiri. jadi komisaris BUMN > Gaji besar kelakuan kayak > Ofice boy. > > Belum lagi saat kampanye seperti saat ini banyak > BUMN yang ditodong partai > untuk menyumbang kepada partai yang ada, jadi > intinya banyak BUMN saat ini > yang bekerja tidak efektif dan efisien belum adanya > itikat yang kuat dari > pengelola BUMN menjadikan BUMN sebagai unit usaha > yang sehat dan kuat yang > berbungsi membantu perekonomian negera, tidak > seperti saat ini banyak BUMN > yang hanya menjadi penyakit bagi negera, yang selalu > menadang uang kepada > pemerintah karena BUMN nya rugi terus.... Ironis > > Dibanding dengan BUMN dari Singapure Tamasek, Atau > Khazanah dari malaysia > yang sudah berkspansi ke pasar Luar Negeri BUMN > indonesia di kandang pun > kita kalah. BIsakah disaat krisis ekonomi saat BUMN > menjadi LOkomotif > Perjuang bangsa mengatasi krisis global yang ada.. > semoga BUMN tidak hanya > menjadi sapi perahan atau perongrong ekonomi bangsa. > > > -- > Best Regard > Erwin Arianto,SE > ���륤�� ���ꥢ��� ������ƺ���̳�ɡ� > ------------------------------------- > SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY > === Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com ___________________________________________________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

