neo-liberalism bntr lg bakal kejengkang, dimulai dr ekonominya yg katanya 
berdasar atas pasar bebas, bebas sekali tanpa intervensi, ternyata skrng mereka 
menggunakan cara2 sosialis, pemerintah mengintervensi pasar hehe..
 

 


----- Original Message ----
From: Syaldi Sahude <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 13, 2008 10:55:15 AM
Subject: Re: [ppiindia] Kasad: Upaya Kebangkitan Komunis Makin Nyata.


Memang, awas laten komunis bukan lagi propaganda orde baru (wong sudah ambruk 
kok) tapi sekarang berubah jadi propaganda antek orde baru (yaitu anda) seperti 
e-mail di bawah. Masih saja komunis dijadikan momok. Yang harus dijadikan momok 
itu neo-liberalisme yang semakin mengila, termasuk memakan isi kepala anda... 

Mbok kalau mengutip tulisan itu yang bener... Masak orang yang pro perubahan 
langsung di cap sebagai komunis? Sakit.... 

tabe' 

Syaldi Sahude 
www.syaldi.web. id 

“And it's true we are immune, When fact is fiction and TV reality And today the 
millions cry, We eat and drink while tomorrow they die” by U2 on Sunday Bloody 
Sunday 

----- Original Message ----- 
From: "YHG" <[EMAIL PROTECTED] net.id> 
To: "Post KIAD" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Post IndoUsaMil" <[EMAIL PROTECTED] 
ups.com>, "Post Hankam" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Post Ex- Holland" <[EMAIL 
PROTECTED] ps.com> 
Cc: "Post Akabri'90" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>, "Post PPIIndia" <[EMAIL 
PROTECTED] s.com>, "Post T-net" <tionghoa-net@ yahoogroups. com> 
Sent: Sunday, October 12, 2008 6:19:48 PM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta 
Subject: [ppiindia] Kasad: Upaya Kebangkitan Komunis Makin Nyata. 

Sinyalemen KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, dalam sambutannya 
pada acara tahlil dan doa mengenang gugurnya 7 Pahlawan Revolusi, tgl. 30 
September 2008 yll, 
http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 09/30/17324625/ ksad.awas. 
komunis.bangkit. lagi 

ternyata secara explisit telah diperkuat dan dipertegas oleh Bpk A. Umar 
Said, dalam tulisannya "Kesaktian Pancasila ataukah kesakitan Pancasila ?" 
http://kontak. club.fr/index. htm 

Dalam catatannya A. Umar Said mengatakan: 
(Kutipan): 
Bahwa banyak di antara simpatisan atau mantan anggota PKI mempunyai 
sikap yang anti Orde Baru, anti-golongan militer pendukung Suharto, 
anti-neo-liberalism e dan pro Bung Karno dan pro perubahan 
fundamental dan besar-besaran adalah wajar, karena ini sudah menjadi 
ciri PKI atau golongan kiri pada umumnya sejak lama. Jelaslah 
kiranya bahwa pendirian para simpatisan PKI yang demikian ini adalah 
sesuai atau sejiwa dengan pendapat dan aspirasi sebagian terbesar 
rakyat kita. 

(Kutipan): 
Dengan perkataan lain, TNI kalau terus-menerus berada di bawah 
pimpinan orang-orang yang sejiwa seperti Jenderal Agustadi maka akan 
tetap merupakan musuh dari perubahan yang bisa mengantar negara dan 
rakyat kita menuju masyarakat adil dan makmur, sesuai dengan gagasan- 
gagasan besar Bung Karno. Kalau TNI tetap terus dibawa kearah yang 
reaksioner dan selalu menentang segala yang menjadi aspirasi rakyat 
banyak, maka akhirnya tidak bisa lain, yaitu : menjadi musuh rakyat !!! 

Oleh karena itulah, pesan untuk mewaspadai "Bahaya Laten PKI", bukanlah 
suatu legenda atau propaganda Orde Baru, tetapi merupakan ancaman riel dari 
jaman ke jaman, khususnya dimasa sekarang ini dikala negara sedang menjalani 
masa transisi politik dan mengalami krisis ekonomi. 

Ibarat, mantan pasien malaria ketika kondisi tubuhnya sedang melemah, maka 
virus malaria akan bangkit dan menyerangnya lagi. 

Wassalam, yhg. 
------------ ---- 

http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 09/30/17324625/ ksad.awas. 
komunis.bangkit. lagi 

KSAD: Awas Komunis Bangkit Lagi! 
Selasa, 30 September 2008 | 17:32 WIB 

JAKARTA, SELASA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi 
Sasongko Purnomo mengemukakan, upaya membangkitkan ideologi komunis yang 
diusung Partai Komunis Indonesia (PKI) 43 tahun silam, kini semakin nyata. 

"Kita makin merasakan berbagai upaya sistematis untuk menghidupkan paham 
komunis di Indonesia," katanya, dalam sambutannya pada tahlil dan doa 
bersama mengenang wafatnya tujuh pahlawan revolusi di Monumen Pancasila 
Sakti Lubang Buaya, Jakarta, Selasa. 

Kasad Agustadi mengatakan, berbagai upaya nyata dan sistematis untuk 
menghidupkan kembali paham komunis antara lain pemasangan gambar dan slogan 
komunis pada media tembok, kaos dan media lainnya. 

Selain itu, tambah Agustadi, ada upaya sekelompok pihak dan golongan yang 
ingin menghambat dan menyimpangkan tujuan bangsa dan negara berdasarkan 
paham persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dalam kerangka Negara 
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Tidak itu saja, lanjut dia. Upaya-upaya memecah soliditas TNI Angkatan Darat 
khususnya, dan TNI sebagai 'musuh' kelompok PKI juga makin nyata, sistematis 
dan transparan. 

"Upaya-upaya itu sangat sistematis dan transparan. Sehingga kita harus tetap 
mewaspadai segala upaya tersebut yang dilakukan simpatisan dan pengikut 
paham komunis," kata Kasad. 

Karena itu, tanpa ingin mengungkap luka lama dan menyebarkan dendam , maka 
mua pihak harus dapat mewaspadai segala upaya yang sistematis tersebut 
dengan tetap memegang teguh dasar negara Pancasila, asas persatuan dan 
kesatuan secara hati-hati, arif dan bijaksana, demikian Agustadi. 

Acara tahlil dan doa bersama bagi tujuh pahlawan revolusi tersebut dipimpin 
KH Mahdum yang sehari-harinya adalah pimpinan Yayasan Uswatun Hasanah. 

Selain dihadiri sejumlah pejabat TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan 
Angkatan Udara , acara yang berlangsung sekitar satu jam itu dihadiri pula 
keluarga empat pahlawan revolusi yakni Jenderal (anumerta) Ahmad Yani, 
Letjen (anumerta) R Soeprapto, Mayjen (anumerta) DI Pandjaitan dan Lettu 
(anumerta) KS Tubun. 

ABD 
Sumber : Antara 

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke