cuma msk daftar UN stolen asset recovery siy lom bikin kagum, orang inggris 
heran knp beliau ga pernh terbukti sbg koruptor :)
ah ga aunak ngomongin orang yg dah gameover




________________________________
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Wednesday, November 5, 2008 12:18:03 AM
Subject: [ppiindia] Re: [nasional-list] Pangeran Charles: "Indonesia Telah 
Membuat Kagum Warga Inggris"


Mungkin juga warga Inggris kagum bagaimana bisa Pak Harto termasuk sebagai 
juara korupsi nomor  wahid dalam daftar UN Stolen Assets Recovery. 

----- Original Message ----- 
From: Sandy Dwiyono 
To: nasional-list@ yahoogroups. com ; [EMAIL PROTECTED] s.com 
Sent: Monday, November 03, 2008 1:58 PM
Subject: [nasional-list] Pangeran Charles: "Indonesia Telah Membuat Kagum Warga 
Inggris"

http://www.presiden sby.info/ index.php/ fokus/2008/ 11/03/3667. html

Pangeran Charles:

"Indonesia Telah Membuat Kagum Warga Inggris"


(Presiden SBY, Wapres JK, dan Pangeran Charles berbincang sesaat sebelum 
Presidential Lecture di Istana Merdeka, Senin (3/11) siang. (foto: 
haryanto/presidensb y.info))

Jakarta: Indonesia telah mendapatkan tempat di dunia sebagai negara demokrasi 
ketiga terbesar di dunia. Demikian dikatakan Pangeran Charles saat memberikan 
Presidential Lecture di Istana Merdeka, Senin (3/11) pagi. "Waktu berjalan 
begitu cepat, ternyata 19 tahun sudah berlalu sejak saya mengunjungi negara 
anda. Ketika kini saya memasuki ulang tahun yang ke-60 minggu depan, saya telah 
melihat perubahan yang luar biasa yang telah terjadi selama 60 tahun sejak 
kemerdekaan, " puji Pangeran Charles. 
"Yang pasti negara Indonesia telah membuat beberapa generasi warga negara 
Inggris kagum sejak tokoh negarawan yang terkenal, Sir Stamford Raffles, tiba 
di Indonesia pertama kali pada tahun 1811," kata Charles. "Raffles banyak 
sekali belajar mengenai sejarah dan adat istiadat Jawa dan menjadi seorang 
pakar yang hebat. Saya sendiri bukan seorang pakar apapun, akan tetapi hal yang 
paling mempengaruhi Indonesia adalah mengenai hal-hal yang telah saya bicarakan 
dan upaya untuk meningkatkan kesadaran selama lebih dari 30 tahun," Pangeran 
Charles menjelaskan. 

Pangeran Charles juga masih ingat pernah berbincang-bincang dengan mantan 
Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengenai perubahan iklim pada kunjungannya 
di tahun 1989. "Kami membahas berbagai ancaman terhadap lingkungan hidup di 
mana kita berdua, bahkan selanjutnya menganggap diperlukan perhatian segera. 
Hal-hal ini mencakup perubahan iklim, yang diyakini banyak kalangan telah 
menjadi tantangan terbesar yang kita hadapi. Upaya ini menjadi tema yang 
mengaitkan berbagai upaya yang akan saya lakukan selama kunjungan saya ke 
Indonesia," Prince of Wales menambahkan. (osa)

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke