hehe..maling emang byk akalnya bang. hasil maling di negara2 smacam indonesia digunakan salah satunye buat ngasih beasiswa kpd cendekiawan2an liberal radikal :) pantes ga berkah ilmunye hehe
________________________________ From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; Indonesia Raya <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; sabili <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 5, 2008 9:18:04 AM Subject: [ppiindia] Demokrasi Kedok Penjajahan AS - Re: Asing Komitmen Danai Pemilu 2009 37,5 Juta Dolar AS Boleh dikata "Demokrasi" adalah kedok AS untuk menjajah negara2 lain secara politik dan ekonomi sehingga bisa menguasai sumber daya alam negara2 tsb. Boleh dikata 90% SDA kita seperti migas, emas, dsb dikuasai AS. Ini sama halnya dengan jargon "Civilization" pada era Kolonialisme/ Penjajahan oleh bangsa Eropa abad 15-20. Alih2 membawa "peradaban" mereka justru menjajah bangsa2 lain. AS, Kanada, Selandia Baru, dan Australia adalah satu contoh negara hasil dari penjajahan atau merampok tanah bangsa Indian dan Aborigin serta Maori. Di sini AS punya "Agen2" Demokrasi yang jadi antek2nya. Media pemerintah AS seperti VOA masuk ke TV2 Nasional di Indonesia. --- "A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED] nl> menulis: > Jadi, yang dinamakan "demokrasi" itu bukan kehendak > Bangsa Indonesia tetapi kehendak bangsa asing, tho. > > Jika kita turun ke desa-desa dan ikut mluku atau > nggaru di sawah bersama para petani penggarap tanah, > mereka tetap tidak ngerti tentang "demokrasi". > Demikian pula bila kita ikut bekerja di > pabrik-pabrik milik MNC atau milik kapitalis > nasioanl kita akan memperoleh informasi dari para > karyawan bahwa mereka juga tidak ngerti apa itu > "demokrasi" dan apa kegunannya buat memperbaiki > kehidupan mereka. Pengalaman mereka membuktikan > bahwa apabila mereka menuntut kenaikan upah mereka > dihadapkan kepada aparat kepolisian sebagai > kriminal, bila mereka melakukan pemogokan untuk > menuntut hak-hak hidup dan hak kerja mereka > konsekwensinya adalah PHK dll. Bahkan apabila kita > tanyakan kepada Pak Presiden SBY dan Wk Presiden J. > Kalla tentang apa yang dimaksudkan dengan > "demokrasi" yang sedang mereka laksanakan itupun > mereka tidak akan menjawabnya, apabila mereka berani > memperbandingkannya dengan isi Mukadimah UUD-45. > > "Demokrasi" adalah suatu yargon politik Yunani pada > zaman budaya perbudakan sedang merebak di masyarakat > perkotaan di wilayah Yunani dan yang memiliki > HAK-HAK "demokratis" hanyalah warga kota yang > berstatus merdeka, BUKAN BUDAK, atau tuan budak. > Apabila yargon ini diterapkan di Republik Indonesia > maka yang memperoleh "demokrasi" hanyalah elite > kekuasaan dan elite intelektual selebihnya adalah > menjadi SASARAN "demokrasi" yaitu golongan dan kaum > yang tertindas dan terperas. > > Lihatlah AS yang sedang memilih presidennya, > "demokrasi" yang dilaksanakannya adalah "demokrasi" > pemilik modal besar dan karena itu "demokrasi" bagi > rakyat pekerja AS harus DIBATASI dengan berbagai > macam peraturan voting yang bertingkat-tingkat > mempergunakan delegates per Negara Bagian dan > Distrik Husus dll. Sehingga sesungguhnya "demokrasi" > itu adalah suatu MODE PENINDASAN terhadap kaum yang > lemah secara ekonomi maupun intelektual dan ini > adalah suatu sejarah rentetan peningkatan kesadaran > Homo Habilis ke tingkat Homosapiens- sapiens. > > Untuk Republik Indonesia yang di dalam konsensus > Mukadimah UUD-45 dicantumkan bahwa Negara Republik > Indonesia adalah suatu BERKAH dari Tuhan Yang Maha > Esa maka disetujui dilaksanakannya management negara > di atas DASAR MUSYAWARAH DAN MUFAKAT yang di > dasarkan kepada Kebijaksanaan yang 'Adil dan Beradab > ('Adil dan Beradab ini melibatkan pandangan dasar > Islami Al-Ahlaqu al-Karimah). Klausul ini adalah > klausul Syariah Islamiyah yang terdokumentasi dalam > Al-Quranu al-Karim. Di sini jangkauannya bukan hanya > kaum Muslimin saja tetapi seluruh Bangsa Indonesia > tanpa membedakan tingkat sosial, politik dan > ideologinya. > > "Demokrasi" sesungguhnya bukanlkah impian dan > keinginan Bangsa Indonesia yang mayoritasnya secara > tradisional adalah Muslimin. Kaum Muslimin telah > memiliki suatu sistem management masyarakat yang > lebih canggih dari model Yunani Kuno maupun Amerika > Serikat dan Eropa Barat. Problim utama bagi kaum > Muslimin adalah problim KEBERANIAN meninggalkan > tradisi Homo Habilis yang DOGMATIS dalam model > keagamaan dan meng-aplikasikan kekritisan > Homosapiens- sapiens dengan mengembangkan pemikiran > 'ilmiyah kauniyah yang dibimbing oleh firman > Quraniyah. Dan pemikiran 'ilmiyah kauniyah yang > terbimbing inilah yang dianjurkan dan ditunjukkan > oleh Wahyu Ilahiyah yang diturunkan kepada Muhammad > saw. > > Benarlah mereka yang mengatakan bahwa "sumbngan > asing" itu pasti ada udangnya di balik batu > "sumbangan" untuk Pemilu 2009. > > Wassalam, > A.M > > > ----- Original Message ----- > From: Sunny > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Tuesday, November 04, 2008 7:24 PM > Subject: Re: [SPAM] Re: [ppiindia] Asing Komitmen > Danai Pemilu 2009 37,5 Juta Dolar AS > > > Umumnya pemerintah asing memberikan bantuan > keuangan untuk Pemilu di negeri-negeri seperti > Indonesia yang dikatakan menjalankan demokrasi. > > ----- Original Message ----- > From: A. Marconi > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Monday, November 03, 2008 7:09 PM > Subject: [SPAM] Re: [ppiindia] Asing Komitmen > Danai Pemilu 2009 37,5 Juta Dolar AS > > Jika benar berita mail ini, maka artinya Pemilu > Indonesia 2009 adalah dari dan untuk kepentingan > asing. Demikiannlah hebatnya reformasi demokratis > yang dilaksanakan oleh TNI-AD setelah Soeharto. > Makin jelas bukan? > > ----- Original Message ----- > From: IrwanK > To: [EMAIL PROTECTED] com ; > [EMAIL PROTECTED] .com > Sent: Monday, November 03, 2008 6:04 AM > Subject: [ppiindia] Asing Komitmen Danai Pemilu > 2009 37,5 Juta Dolar AS > > Pertanyaan selanjutnya, capres mana yang mendapat > dukungan (terbesar) > sebagai > 'kompensasi' dana bantuan tersebut? Mana ada makan > gratisan? :-( > > CMIIW.. > > -- > Wassalam, > > Irwan.K > "Better team works could lead us to better > results" > http://irwank. blogspot. com > > Pada 3 November 2008 10:43, korandigital > <korandigital@ gmail.com> menulis: > > > 03/11/2008 09:17 wib - Nasional Aktual > > Asing Komitmen Danai Pemilu 2009 37,5 Juta Dolar > AS > > > > Jakarta, CyberNews. Komitmen pendanaan asing > untuk program-program > > pendukung pelaksanaan pemilu 2009 telah mencapai > sekitar 37,5 juta dolar AS > > meski sebagian besar masih belum dicairkan > mengingat belum adanya kebutuhan > > yang mendesak. > > > > "Dulu kita hanya menargetkan 30 juta dolar AS. > Meski kecil kalau > > dibandingkan dengan alokasi APBN yang lebih dari > Rp3 triliun. Kecil dari > > kuantitas, tapi dari kualitas itu wujud > perhatian mereka dan meningkatkan > > pengakuan internasional, " kata Deputi Kemeneg > PPN/Bappenas bidang Politik, > > Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Bambang Sutedjo > di Jakarta, Senin (3/11). > > > > "Penggunaannya akan disesuaikan dengan keperluan > KPU dan Bawaslu. Jadi yang > > sangat diperlukan, tapi tidak terdukung dari > APBN kita berikan," katanya. > > > > Penyumbang terbesar dana pendukung pemilu adalah > pemerintah Australia > > melalui AUSAID, sebesar 27,395 juta dolar > Australia untuk dukungan selama > > lima tahun hingga 2013 mengingat pelaksanaan > pemilu-pemilu di tingkat daerah > > masih akan terus berjalan. Sumbangan sebesar itu > diberikan melalui dua > > jalur, yaitu melalui pembiayaan langsung dan > melalui Lembaga PBB untuk > > program pembangunan (UNDP) dengan Multi Donor > Programme (MDP). > > > > Jumlah total komitmen yang telah diterima > Bappenas melalui MDP UNDP sendiri > > telah mencapai 11,55 juta dolar AS dari target > 15 juta dolar AS, di > > antaranya berasal dari pemerintah Kanada melalui > CIDA (The Canadian > > International Development Agency) sebesar 2,2 > juta dolar AS, pemerintah > > Belanda sebesar 2 juta dolar AS, dan pemerintah > Inggris melalui DFID > > (Department for International Development) > sebesar 1,8 juta dolar AS. > > > > Sedangkan pemerintah AS melalui USAID memberikan > sekitar 7 juta dolar AS > > untuk membiayai beberapa kegiatan, di antaranya > peningkatan kesadaran > > publik, transparansi dan partisipasi pemilu, > meningkatkan kapasitas > > perempuan untuk menjadi pemimpin yang efektif, > serta penguatan monitoring > > pemilu yang independen melalui pelibatan > masyarakat madani. > > > > "Beberapa donor yang siap memberikan komitmennya > yaitu Spanyol dan Swedia," > > katanya. Sedangkan kegiatan yang akan dibiayai > pendanaan asing itu, antara > > lain penguatan kapasitas untuk partisipasi > publik seperti voter educationdan voter > > information, dan penguatan kapasitas > administrasi pemilu. > > > > (*Ant /CN05*) > > > > > > > > > > > http://suaramerdeka .com/beta1/ index.php? fuseaction= news.detailNews& id_news=16710 > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > === Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media- islam.or. id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam. wordpress. com ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ [Non-text portions of this message have been removed]

